
...💖💖💖...
Pak Pram menatap buah kembar ku, untuk gadis seusianya cukup besar juga ukurannya.
Aku yang menyadari pandangan pak Pram yang tertuju pada buah kembar ku pun langsung ku tutupi dengan ke dua tangan ku ini.
Pak Pram mengambil handuk kecil dari dalam gupet yang ada di bathroom.
Ia basahkan handuk kecil itu dengan air hangat yang ke luar dari keran.
Ku amati setiap gerak pak Pram, Apa yang pak Pram mau lakukan ya?
Rupanya pak Pram mau menyeka tubuh ku dengan handuk yang sudah ia basahi dengan air hangat. Wajah ku bersemu merah, malu saat pak Pram melihat tubuh ku ini tanpa sehelai benang pun, tapi perlakuannya pada ku kali ini seolah mematahkan kesan kejam yang melekat pada dirinya.
Ku tahan tangannya yang hendak menyeka tubuh ku bagian depan, "Aku bisa sendiri, pak!" Seru ku.
"Diam Naira, atau mau aku melakukannya saat ini juga?" Pak Pram menatap tajam diri ku seolah siao melahap ku.
"Huh." Ku biarkan pak Pram menyeka tubuh ku, setelah itu pak Pram memakaikan jubah handuk pada ku ia pun menggendong ku membawa ku ke walk in closed dan mendudukkan ku di bangku.
Ia mengambilkan pakain dalam ku dari lemari paling bawah, "Gila pak Pram tau aja loh itu ********** ada di mana." Gumam ku tapi pak Pram biasa saja tuh saat menyentuh pakaian dalam ku, orang mah malu ya, ini mah biasa aja, dasar muka kanebo motor, hihihi.
Tangan ku terulur meminta pak Pram menyerahkan dalaman ku itu, namun pak Pram menolak dan memakaikannya pada ku.
"Biar aku yang pakaikan!" Serunya.
__ADS_1
Pak Pram juga memilihkan ku dress sebatas lutut berwarna hijau toska motif bunga di bawahnya.
"Pak, habis ini boleh kan aku ke kedei start? Aku ingin bertemu dengan anak anak, pak!" Seru ku di saat pak Pram tengah menyisirkan rambut ku.
"Kalo bapak tidak mau mengantar aku juga bisa kok pergi sendiri, tapi aku pinjam hape bapak ya! Aku mau minta bang Angga menjemput ku di sini." ujar ku yang langsung mendapat tatapan tajam dari pak Pram.
Pak Pram berkata dengan tegas, "Berani kau meminta di jemput olehnya, Naira? Mau ku patahkan kaki mu yang satunya lagi?"
"A- aku minta di jemput yang lain saja pak, ada Novi kok di kedei, aku bisa memintanya untuk menjemput ku di sini ... boleh ya pak?" Ke dua tangan ku mengatup di depan dada.
Bukan pak Pram namanya jika pertanyaan ku langsung di jawab olehnya.
Pak Pram mengabaikan ku dan membawa ku dalam gendongannya.
"Rupanya pak Pram juga butuh mandi, ku pikir pak Pram tidak butuh mandi hihihi."
Cukup bosan aku menunggu pak Pram yang lagi mandi dan aku putuskan mengambil remot tivi yang ada di atas meja kecil yang ada di samping tempat tidur.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka.
Mata ku tertuju pada wajah pak Pram yang tampak segar dengan tangan kanannya mengeringkan rambut yang basah dengan handuk kecil di kepala, air menetes dari wajahnya membuat ku tidak bisa berkata kata selain menelan saliva ku ada rasa apa ini di hati.
"Jangan memandangi ku terus, aku tau aku ini tampan dan gagah, beruntungkan diri mu menikah dengan ku!" Seru pak Pram yang menghilang di balik pintu walk in closed.
__ADS_1
"Uuuuwek, gila pak Pram sok kecakapan nih!" Seru ku dengan suara yang kencang biar pak Pram denger suara ku.
"Biar saja, memang benar aku tampan, semua orang tahu itu."
"Pak, cepet jangan lama ... aku bosan."
Tidak lama pak Pram ke luar dengan celana jins hitam panjang dan kaos lengan panjang yang membentuk tubuh.
Ku tatap wajahnya yang rupawan, aji gile ganteng banget laki gw, aiiih apa gak salah gw bisa dapetin laki model kaya gini, keren dah gw.
"Sudah jangan pandangi aku terus, suami mu ini tidak akan pergi kemana pun!" Seru pak Pram yang langsung bawa ku dalam gendongannya.
Pak Pram membawa ku ke ruang kerjanya. Ia mendudukkan ku di sofa panjang dan membiarkan kaki ku berselonjor di atas sofa.
"Tunggu sebentar, aku harus mengecek laporan pekerjaan yang di kirim Dev hari ini." Ujarnya.
Pak Pram meletakkan hapenya di tangan ku, "Main game." Ucapnya
Bersambung....
...💖💖💖💖...
Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊
No komen julid nyelekit
__ADS_1