
...💖💖💖...
Gila, pak Pram beneran serius ini sama omongannya? Gw harus lari ini mah! Enak aja gw harus ngelayanin laki laki hidung belang, mending gw janda dah kalo kaya gini caranya.
Aku meronta dalam gendongan pak Pram, "Pak, lepas... aku mau turun! Lepas pak!" Seru ku dengan memukul mukul dada bidangnya.
Wajah ku pucat pasi saat langkah pak Pram semakin deket dengan mereka.
Pak Pram menyeringai ke arah ku, Kena kau ya!
"Pak Pram! Cepet turunin saya! Lepasin saya, pak! Sa- saya gak mau kalo harus ngelayanin pria hidung belang!" Seru ku.
"Aku tidak perduli itu, yang pasti kau itu punya kesempatan untuk memilih, siapa yang akan kau pilih untuk menemani mu!" Terang pak Pram yang semakin membuat nyali ku tiba tiba kisut alias menciut.
Ke dua tangan ku mengatup di depan wajah ku, dengan mata terpejam ku ucap kan padanya, "Tolong pak! Saya mohon jangan biarkan saya melayani pria hidung belang, saya akan melayani bapak sebagai mana mestinya seorang istri melayani suaminya! Saya akan belajar menjadi istri yang baik untuk anda pak!"
Aku tidak berani membuka ke dua mata ku, namun telinga ku cukup tajam untuk mendengar apa yang terjadi.
Dan aku pun tidak berani melihat kenyataan pahit yang akan aku alami, aku lingkarkan ke dua tangan ku di leher pak Pram erat dengan wajah ku tenggelamkan dalam dadanya yang bidang.
Ku dengar suara seorang pria menyambut pak Pram.
"Selamat datang, Tuan Pram!" Seru laki laki itu, menatap pak Pram yang tengah menggendong wanita muda dengan ke dua tangan melingkar di leher pak Pram. Namun sayangnya pria itu tidak dapat melihat wajahnya yang bersembunyi di balik dada Pram.
__ADS_1
"Apa sudah kau siapkan?" Tanya pak Pram dingin.
"Anda hanya perlu memilihnya, pak. Semua yang anda minta sudah kami siapkan di atas meja." Ujar pria itu.
"Baik lah."
Ku rasakan pak Pram kini berhenti berjalan, pak Pram berdiri di tepat dengan tetap menggendong ku.
"Istri ku ini pemalu, tolong tinggalkan saja satu karyawan perempuan mu untuk menemani kami memilih." Ujar pak Pram.
"Baik lah kalo begitu, pak!"
"Kalian, ayo ke luar, biarkan Leli yang melayani pak Pram dan juga Nyonya Pram."
Karyawan toko yang bernama Leli menatap kaki Naira, Ya ampun apa pria kaya ini memperlakukan istrinya dengan buruk hingga kaki istrinya sampai di gips gitu.
"Maaf pak, aku rasa anda perlu duduk." Ujar kepala toko.
"Baik lah." Pak Pram mendudukan dirinya di atas bangku yang empuk dengan masih menggendong ku.
"Bisa kau buka mata mu, sayang!" Seruan merdu terucap dari bibir rubah tua ini.
"Aku tidak mau!" Seru ku menggelengkan kepala ku.
__ADS_1
"Ayo sayang, cepat buka mata mu dan lihat lah itu! Setelah ini, pasti kau akan berterima kasih pada ku!" Seru pak Pram dengan suara yang menggoda.
Sedangkan karyawan yang bernama Leli hanya menatap ku iri, aku rasa istrinya bukan di aniaya mungkin hanya terjatuh, mana mungkin ia bisa kejam dengan istrinya, bicaranya saja lembut begitu pada istrinya, wanita mana ya yang beruntung di nikahi pria kaya yang memiliki beberapa hotel bintang lima.
Dengan perlahan ku buka ke dua mata ku, ku lihat wajah tampan rupawan milik suami ku Pramana Sudiro tengah tersenyum pada ku.
"Senyum buaya!" Seru ku yang masih kesal.
Pak Pram mencengkram pipi ku dan mengarahkannya ke arah etalase, nampak di sana berjejer berbagai merk hape dengan harga yang selangit.
Mata ku membola lalu ku tatap wajah pak Pram, "Ini beneran hape? Tapi buat apa kita ke sini, pak?"Tanya ku dengan wajah polos.
"Untuk mengganti hape mu yang rusak!" Seru pak Pram.
"Jadi omongan bapak yang bilang aku melayani pria hidung belang itu, bohong?"
Mata karyawan hape itu terkejut mendengar perkataan ku, gila pak Pram ini tega membiarkan istrinya di sentuh pria hidung belang? Suami macam apa pak Pram ini?
"Tentu saja, mana mungkin ku biarkan istri ku yang mungil, imut, manis seperti ini ku biarkan pria lain menjamah mu?"
Bersambung....
...💖💖💖💖...
__ADS_1
Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊
No komen julid nyelekit