Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Kaka Pram


__ADS_3

...💖💖💖...


"Silahkan, pak!" Angga mempersilahkan pak Pram untuk mencoba minuman dan masakannya.


Tangan kanan pak Pram terulur meraih cangkir gelasnya dan menyeruput minuman yang menjadi favoritnya yang ada di kedei start, tanpa di beri tahu pun Angga sudah membuatkan minuman hot red velvet latte khusus untuk pak Pram.


Angga tidak akan pernah melupakan Pram, pengunjung pertama yang berani membayarnya mahal hanya untuk membuka kedei di luar jam operasional demi secangkir hot red velvet latte.


"Itu garpunya ga satu lagi aja, Nai?" Tawar Elsa.


"Boleh, Sa!" Seru ku, Elsa pun hendak membalikkan badannya mau ke kitchen namun di hentikan pak Pram.


"Tidak perlu." Ujar pak Pram dingin.


Sedangakan Juni menatap Novi, Ayu dan juga Mega dengan heran pasalnya mereka jadi diam membeku.


Para pengunjung pun yang tadi berwajah sangar kini seolah bersikap biasa, tidak ada yang aneh di mata Juni.


"Ini ada apaan sih? Ko pada diem?" Tanya Juni dengan heran.


Mega, Ayu, Novi saling bersitatap ingin menjawab tapi masih takut, takut bila salah bicara, pelatuk akan di arahkan ke wajah mereka, setidaknya itu yang ada dalam pikiran mereka.


Ku lihat wajah pak Pram yang kurang nyaman dengan keberadaan teman sekaligus karyawan ku, akhirnya aku putuskan mengambil sikap untuk menyuruh mereka kembali pada kerjaannya masing masing.


"Mending kalian balik kerja dulu deh, gw mao nikmatin makan malam gw, tar kalo udah selesai makan sekalian deh tuh kita brifing sekalian ada yang mau gw omongin sama kalian!" Seru ku memberi instruksi pada Juni, Angga, Mega, Elisa, Novi dan Ayu untuk meninggalkan meja ku, aku juga butuh privasi dong.


Pak Pram menatap ku dengan pandangan yang sulit ku artikan, anak ini cukup tau diri juga ya.


Pak Pram ngapa sih ngelietinnya gitu banget, aneh dah lu pak Pram, emmm bukan bukan, tapi rubah tua hihihi. Ku gelengkan kepala ku karena pikiran konyol ku ini.


Pak pram menatap ku jengah, sekarang malah dia menggelengkan kepala, pasti otaknya mesuuum!


Perkataan Juni membuat Naira dan Pram ke luar dari pemikirannya masing masing.


"Ya udah kalo kaya gitu, ayoo kita balik kerja!" Seru Juni pada rekannya.


"Kalo ada yang kurang, bilang aja ya pak!" Seru Angga.

__ADS_1


Pak Pram hanya menganggukkan kepalanya.


Angga lebih memilih duduk di depan kasir sambil memperhatikan wajah pelanggan yang menurutnya tidak asing di matanya.


Rupanya dari beberapa pengunjung yang merupakan orang bayangan yang di perintahkan Dev, ada 1 orang yang mencuri perhatian Angga.


Angga berusaha mengingat orang itu, namun dia lupa pernah bertemu di mana.


Sedangkan Juni memilih masuk ke kitchen menemani Rion yang sedang di dapur.


Ayu duduk di belakang mesin kasir masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi padanya, kalo kata orang mah Ayu kena mental.


Sok berani nih tadi Ayu, ampe syok saat semua pengunjung menatapnya dengan wajah sangar dan ada juga yang membawa senapan.


Gila bener, bisa mati muda gw kalo kaya gini, gimana nasib anak gw kalo gw mati.


Novi berbisik pada Elsa yang memilih berdiri di samping jendela tempat bartender dan koki menaruh makanan atau minuman yang sudah tersaji di piring.


"Gw masih gak abis fikir deh, yang sama Naira itu siapa ya?" Tanya Novi pada Elsa.


"Iya, gw juga gak tau." Jawab Elsa.


Elsa menatap Angga dan Pram secara bergantain, "Tapi kayanya gak juga deh, buktinya bang Angga biasa aja itu pas liet muka itu cowo yang lagi sama Naira."


Novi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Iya juga sih, tadi juga si Juni biasa aja waktu ke luar bawa menu yang di sajiin ke meja Nai." Novi tampak berfikir, "Apa mungkin Juni sama bang Angga udah kenal ama itu cowok ya?"


Elsa mengerdikkan bahunya, "Gak tau gw, cuma mereka yang tau jawabannya." Terang Elsa.


Di saat yang lain sudah bubar dari meja ku. Kini tinggal lah aku dan pak Pram.


Tangan ku terulur meraih ice cappucino minuman favorit ku.


"Mending pak Pram cobain deh kwetiaw gorengnya, enak loh, pasti nanti nagih!" Seru ku sambil menyeruput ice cappucino yang ada dalam genggaman tangan kanan ku.


Berani anak ini masih memanggil ku pak!


"Kau, suapi aku!" Seru pak Pram yang hampir membuat ku tersendak.

__ADS_1


"Uhuk uhuk." Ku tatap wajah pak Pram yang tanpa dosa itu, "Emang gak bisa makan sendiri apa, pak?" Ketus ku dengan menaruh kembali gelas ice cappucino di atas meja.


Bukannya menjawab pertanyaan ku, pak Pram malah balik memberikan pertanyaan lain pada ku.


"Ehem, tadi kau panggila aku apa, Naira putri wiguna!" Seru pak Pram dengan nada datar menyebut nama lengkap ku.


"Bujuk dah pak, ups" Ku tutup mulut ku dengan jemari tangan kanan ku, "Eh salah dah tuh, maksudnya itu Kaka Pram." Aiiih geli bener aku manggil rubah tua ini Kaka Pram.


"Cepat suapai aku, aku ingin coba seenak apa rasa kwetiaw goreng yang kau bilang enak itu!" Seru pak Pram yang sudah di ambang batas kesabaran ingin mencicipi kwetiaw goreng khas kedei start.


"Kalo rasanya enak, ka Pram harus kasih aku hadih ya!" Seru ku.


Kini pak Pram balik menantang ku, "Tapi jika rasanya jauh dari standar lidah ku, kau harus ganti rugi pada ku, diel!"


"Oke, aku setuju ... tapi hadiah untuk ku apa kalo aku menang ka?" Tanya ku.


"Terserah apa mau mu! Tapi jika aku menang, kau harus memberikan apa yang aku mau." Pak Pram menarik sudut bibirnya ke atas.


Aku diam dan berfikir, cukup menggiurkan sih jika aku menang dan rasa kwetiaw goreng ini standar di lidah pak Pram, tapi kalo aku kalah dan pak Pram bilang rasanya tidak enak, gaswat ini, nanti pak Pram minta apa dari ku ya?


Pak Pram menjentikkan jarinya di hadapan ku, "Tidak perlu berfikir lama, cepat suapi aku!" Seru pak Pram.


Ku tarik nafas ku dan ku buang kasar, "Huuuh."


Oke ... maju lah Naira, rasa kwetiaw goreng ini gak akan mengecewakam mu! Semangat!


Ku suapkan kwetiaw goreng ke dalam mulut pak Pram, pak Pram tampak mengunyah kwetiau goreng itu dalam mulutnya.


Ku tatap wajah pak Pram dengan serius, "Bagaimana rasanya, ka? Enak kan? Gak ada yang kurangkan? Rasanya pas di lidah anda kan ka?" Pertanyaan demi pertanyaan ke luar dari bibir ku yang imut.


"Emmmm."


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊

__ADS_1


No komen julid nyelekit


__ADS_2