
...💖💖💖...
Pram melirikkan ujung matanya saat melewati Naira, kenapa Nai tidak mengatakan apa apa pada ku? Harusnya ia akan bilang merindukan ku kan?
Pram menghilang di balik pintu kamar mandi, mengguyur tubuhnya di bawah air shower, mendinginkan kepalanya dengan air dingin.
"Apa seperti ini rasanya di abaikan? Apa Naira juga merasa kesal saat aku tidak menjawab pertanyaan yang ia ajukan? Kenapa hati ku rasanya gondok sekali!" Pram memukul pelan dadanya dengan tangannya.
Pram ke luar dengan handuk yang melilit tubuh bawahnya, nampak menonjol bagian senjanya, saat melihat kaki jenjang Naira yang tampak menggoda, memperlihat kan bentuk betis dan pahanya yang mulus. Membuat Pram menelan salivanya dengan sulit.
Pram mengenakan kaos dan celana pendek selutut. Mendudukan dirinya di tepian kasur dekat Naira.
Pram membuang nafasnya dengan perlahan, saat Naira yang ada di dekatnya tengah asik bermain hape, mengangap seolah tidak ada ke hadiran Pram.
"Ehem ehem, apa di risort ini hanya ada aku seorang? Kenapa rasanya tampak hening? Apa aku kembali saja ke Indonesia secepatnya? Seorang diri?" gumam Pram berbicara sendiri.
Dalam hati Pram, sambil sesekali melirikkan matanya pada Naira, ayo jawab sayang... aku sangat berharap kau merajuk dan membujuk ku, untuk tetap tinggal beberapa hari lagi di jepang.
"Kembali saja sana ke Indonesia sendiri! Kaka pikir aku tidak berani tinggal di Jepang seorang diri?" sungut Naira dengan meletakkan hapenya di atas nakas, lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan memunggungi Pram.
"Dasar laki laki egois, minta maaf orang mah udah tau buat salah! Malah bikin bini tambah kesel! Laki apaan itu, yang gak bisa bujuk bininya biar gak marah!" gerutu Naira.
Pram mengecup kening Naira, "Aku kan sudah minta maaf, apa maaf ku ini masih kurang cukup?" ucap Pram dengan tangan yang mencengkrammm lengan Naira, menahannya untuk tetap menatap mata elang Pram dengan sorot tajam.
"Hem! Apa alasan mu mengurung ku, ka? Susu apa yang kau berikan pada ku, hingga membuat ku tertidur sampai lama?" cecar Naira pada Pram dan tatapan yang menuntut.
"Aku hanya ingin... selama aku tidak bersama mu, kau tetap aman di dalam rumah! Itu hanya susu biasa, kau tertidur lama itu bukan karena susu, tapi karena kau mengantuk saja." ucap Pram sekenanya.
Naira berdecih, "Iiihhsss enak banget itu bibir kalo ngo----"
"Hmmmmph."
Pram membungkam bibir Naira, dengan melahap bibir yang ramun itu dengan rakusnya, memperdalam esapannn dan menerobos lidahnya hingga bibir Naira terbuka. Tangan besar Pram membuka kancing baju yang Naira kenakan.
Pram membatin, aku merindukan mu, sayang!
"Emmmmhhh aaahhh kaaa!" Naira membusungkan dadanya, saat Pram menyesap si kembar dan meremasss yang lainnya.
"Kau mau kan memaafkan ku hem?" tanya Pram dengan menyusuri leher jenjang Naira.
"Gimana mau maafin, kaka seperti ini!" gerutu Naira saat Pram melepas apa yang ia kenakan, menanggalkan helai demi helai, pakaian yang menutupi tubuh ke duanya, hingga menjadi oplas.
__ADS_1
"Kau lihat kan! Junior ku sudah sangat menginginkanya! Merindukan goa sempit miliknya!" Pram mengarahkan pandangan nya pada senjataaa nya yang sudah menegang, memperlihat kan urat uratnya.
"Ihsss itu mah emang selalu menegang, karena ka Pram yang mesummm." gerutu Naira yang mengarahkan tangannya pada punggung Pram.
"Aku mesummm juga hanya dengan mu, memang aku di perbolehkan untuk mesum dengan wanita lain? Apa kau tidak akan menyesal, jika sampai aku melakukan ini dengan wanita lain? Kau tahu sayang, banyak wanita di luaran sana yang mengantri untuk aku jamah, hanya menjadi pemuas ku!" ucap Pram dengan bangganya.
Sreet.
Naira mengukir kukunya yang panjang, pada punggung Pram, "Ayo ngomong gitu lagi kalo berani! Jangan harap ada jatah, karena aku tidak akan memberi kan jatah pada ka Pram, untuk bercocok tanam! Yang ada, ka Pram aku kunciin di luar kamar! No satu ranjang! No satu kamar!" ancam Naira dengan suaranya yang di buat manja.
Pram merasakan perih pada punggungnya, "Kau sudah berani mengancam ku hem? Siapa yang mengajari mu?" tanya Pram dengan lembut.
"Siapa lagi kalo bukan kaka!" sungut Naira.
Dengan mudahnya Pram menghunuskan juniornya ke milik Naira, dan melakukan nya dengan ritme cepat, membuat Naira kelipungan dan terus mendesahhh nikmat, perih menjadi satu dengan apa yang di lakukan Pram padanya.
"Aaaahhhhh uuuuhh eeeeehhh."
"Bagai mana? Enak kan? Apa kau merasa kan terbang? Terbang dengan permainan ku ini hem?" ledek Pram dengan tatapan mata nya yang mesummm.
Pipi Naira bersemu, merona dengan pertanyaan yang terlontar dari bibir Pram.
"Aaaah bodoh, pertanyaan bodoh macam apa itu! Udah jelas enak, kalo gak enak mana mungkin aku seperti ini!"
Hingga beberapa jam kemudian, setelah berganti ganti gaya dalam permainan, Pram menjatuhkan tubuhnya di samping Naira, membuang nafas nya dengan perasaan yang lega. Setelah berhasil menanam bibit unggulnya di dalam milik Naira.
"Apa belum ada tanda tanda dari nya hem? Aku sudah tidak sabar, menanti ke hadirannya di tengah tengah kita ini!" Pram memandang wajah lelah Naira, dengan tangan nya yang mengelusss perut Naira yang rata.
"Aku rasa belum. Kapan kita kembali ke Indonesia ka?" tanya Naira yang ingin beranjak duduk.
Namun Pram menahan tubuh Naira, "Tetap lah seperti ini!"
Naira mengerutkan keningnya, menatap Pram dengan heran, "Kenapa? Tubuh ku lengkettt ka!"
"Tunggu beberapa saat lagi!"
Pram menduselkan kepalanya pada dada Naira, menyesappp si kembar dengan tangannya yang meremasss.
Pram membatin, menurut yang aku baca dari mbah gugel, harunya gaya permainan yang aku lakukan bisa membuat Naira cepat hamil kan? Tapi kenapa belum juga ada tanda tandanya ya? Aku perlu bertanya pada Samuel, apa jangan jangan artikel yang ku baca ternyata salah.
Beberapa saat kemudian baru lah Pram menggendong Naira dan membawanya untuk bersih bersih. Di saat Naira tengah tertidur pulas, Pram langsung menelpon Samuel.
__ADS_1
[ "Ada apa menelpon ku malam malam begini?" ] suara Samuel nampak kesal dari sambungan telponnya.
"Jangan marah marah pada ku! Harusnya aku yang marah pada mu! Ada yang ingin aku tanyakan pada mu!"
[ "Apa! Katakan saja, jangan membuang waktu ku!" ]
"Cihhh kau ini, pertanyaan ku pasti nya akan sangat bermutu!" ucap Pram dengan bangga.
[ "Ya sudah, cepat katakan... apa yang ingin kau tanyakan pada ku? Ini tidak ada hubungannya dengan kaka ipar kan? Atau jangan jangan kau berulah lagi pada kaka ipar? Membuatnya terluka kembali?" ] tuduh Samuel.
"Dasar pria bodohhh! Mana mungkin aku menyakiti istri ku! Katakan pada ku, gaya apa yang harus aku lakukan untuk membuat Naira cepat hamil!" Pram menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa canggung sendiri, dengan pertanyaan yang ia lontar kan.
Samuel balas mengatai Pram dengan tergelak, setelah mendengar pertanyaan Pram.
[ "Ahahaha dadar pria bodoh, kata itu lebih cocok untuk mu Pramana Sudiro!" ]
"Tidak perlu mengumpat ku! Cepat katakan, atau aku akan melempar mu ke kandang buaya! Biar daging mu yang pahit itu menjadi santapan mereka yang sedang ke laparan." dengus Pram.
[ "Ahahaha, makin bodoh saja kau... kau pikir aku tidak tahu, kau masih di Jepang kan? Ahahaha Pramana gila, jangan sampai kau terobsesi untuk menginginkan seorang anak. Itu bisa merusak mu kawan!" ]
"Cepat katakan, apa yang bisa aku lakukan untuk membuatnya cepat hamil."
[ "Yang pasti kalian harus menjaga pola makan, makan yang bergizi dan sehat, jaga ke bersihan kalian juga, hindari stress, berolah raga lah. Untuk gaya dalam bermain, lakukan gaya misionaris, ***** *****, posisi kaki di bahu, cowgirl terbalik, membelakangi pasangan dan terakhir posisi wheelbarraw." ]
Pram menguap, menahan rasa kantuknya. Sebelum ia mengajukan pertanyaan kembali pada Samuel, "Hoooaamm."
"Apa kau bisa jelaskan pada ku, kenapa aku harus melakukan gaya itu?" tanya Pram, dengan menahan rasa kantuk yang mulai menyerang matanya.
[ "Dasar Pram bodoh, kau sendiri yang bertanya pada ku... iya itu lah jawaban ku! Secara logika, itu sangat mudah untuk di pahami Pram! Ujung junior mu, dapat mencapai atau lebih dekat dengan leher rahim, peluang ke berhasilan dan terjadinya proses pembuahan pun akan semakin meningkat. Apa kau sudah mengerti dengan apa yang aku katakan!" ]
Bukannya suara jawaban Pram yang terdengar, melainkan suara dengkuran halus, yang terdengar di indra pendengaran Samuel.
[ "Dasar Pramana Sudiro bodoh! Aku menjelaskan pada mu panjang kali lebar, kau malah enak enakan tidur? Yang benar saja kau ini!" ] sungut Samuel dengan kesal.
Sementara Pram kini terbuai dengan tidur nyenyaknya. Menyelami alam mimpi yang indah, membuatnya tampak tersenyum. Entah apa yang sedang ia mimpikan.
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Makasih yang sudah dengan setia membaca sampe sekarang 😊😊