
...💖💖💖...
"Tua bangka itu tidak memberi mu makan?" Tanya Pram saat mendapati orang lain yang juga ada di ruang makan.
"Ka! jangan gitu napa! Bantah Naira.
"Aku pergi dari rumah." Ujar Daren yang membuat Naira dan Pram menatap ke arahnya dengan tanda tanya besar di kepalanya masing masing.
"Pergi atau kau di usir?" Tebak Pram.
"Pergi lah! Aku menghubungi kalian berdua dari semalam, tapi tidak di jawab sama sekali." Oceh Daren.
Mereka mulai menyantap makanan mereka, dengan sesekali Naira bertanya pada Daren.
"Kau menelpon? Kapan? Aku tidak tahu." Cicit Naira.
"Ya semalam aku menghubungi kalian, tadi pagi juga. Tapi kalian ternyata sibuk sekali ya! Telpon ku saja sampai di abaikan." Ujar Daren dengan wajah yang sendu.
"Ya maaf, aku kan lelah, mana tahu jika ada yang menelpon ku!" Ujar Naira.
Naira menatap Pram yang tengah dengan santainya menikmati sarapannya.
Dengan memasang wajah jelek pada Pram seoleh mengejek Pram dengan berkata, 'Kaka sih!'
Dengan usilnya, Naira menyenggol kaki Pram yang ada di bawah meja.
Bugh
Pram mengerut kan keningnya, menatap heran pada Naira.
"Apa lagi, sayang?" Tanya Pram dengan lembut.
"Ihhhsss kaka, dari tadi Daren lagi ngomong, gak di dengerin?" Tanya Naira dengan geram.
"Untuk apa? Anak itu sudah besar, dia punya pilihan sendiri!" Seru Pram, "Benar kan Daren?"
"Iya." Daren hanya berkata iya.
Bugh.
Naira menendang kaki Pram yang ada di bawah meja, pandangan yang tidak luput dari pak Dedi.
Pak Dedi geleng geleng kepala di buatnya, astaga Nona, tidak takut apa ya kalo tingkah mu ini bisa memancing ke marahan Tuan Muda.
__ADS_1
Pram menatap Naira, tangannya terulur menggenggammm jemari Naira, "Apa ada yang ingin kau katakan, sayang?" Tanya Pram dengan lembut.
"Ihssss bukan aku, tapi Daren. Ka Pram ini kan kakanya, tanya dong sebagai seorang kaka. Masa acuh banget sama adeknya! Aku aja perhatian ko sama Dito!" Celetuk Naira panjang lebar.
"Aku melakukan nya hanya untuk mu! Ingat itu!" Pram mengecup jemari Naira yang ia genggammm.
"Ehem ehem ehem. Jadi setelah ini. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Pram.
"Aku akan mencari pekerjaan." Ucap Daren.
"Kau bisa bekerja di kedei ku, jika kau mau itu juga!" Seru Naira.
"Tidak perlu Nai! Gaji di kedei mu mana cukup untuk biaya hidupnya." Ujar Pram yang menolak keras jika Daren bekerja di kedei Naira.
"Aku tidak masalah ka, jika gajinya kecil. Asal ada tempat tinggal, aku tidak ke beratan jika harus bekerja tanpa di bayar sekali pun." Daren menatap Pram dengan ke sungguhan.
"Lah ya gak bisa gitu dong Daren, namanya orang kerja ya pasti harus di bayar, nerima gaji gitu!" Sanggah Naira.
"Sudah jangan banyak bicara! Aku bisa terlambat ke kantor!" Oceh Pram dengan tegas.
Pram menatap tajam Daren, enak saja. Kau pikir aku akan membiar kan mu untuk terus dekat dengan Naira ku? Dengan membiarkan mu bekerja di kedei? Jangan harap bocah tengikkk, sekali bocah tengikkk... tetap lah bocah tengikkk. Tidak jauh beda kau dengan pria tua itu.
Daren menatap Pram, kenapa sepertinya ka Pram tidak suka aku bekerja di kedei Naira? Apa ka Pram masih berfikir, jika aku ingin mengejar Naira? Aku memang akan mengejarnya, jika rasa hormat, malu, belas kasihan ku hilang padanya. Tapi sayangnya aku masih warasss, aku tidak mungkin menyakiti ka Pram. Aku tidak ingin bersikap seperti papa Aji, bukannya memberikan kasih sayang... tapi malah menabur ke bencian.
Pak Dedi membatin, aku yakin jika Nona sudah ikut campur dalam hubungan tuan Pram dengan tuan muda Daren, pasti hubungan ke duanya akan membaik. Hanya Nona saja yang dapat menakluk kan singa buas macam Tuan Pram.
Pram menatap tajam Dedi, "Kau pikir aku ini hewan, Dedi? Menyamakan aku dengan hewan buas?"
"Saya tidak berani, Tuan!" Pak Dedi menundukkan kepalanya, hanya dalam hati saya berani membantah Tuan, itu karena saya masih sayang nyawa Tuan.
Pram beranjak di ikuti Naira dan Daren.
Pram menggenggammm jemari Naira membawanya meninggalkan meja makan.
Naira menyantel tas di bahunya.
"Lo kan gak pake seragam sekolah, terus gimana dengan sekolah lo, Daren?" Tanya Naira dengan Daren dan pak Dedi yang berjalan di belakang.
Pram dan Naira berjalan di depan nya dengan tangan yang saling bertautannn.
"Sekolah kan hanya tinggal menunggu hasil ujian. Jadi tidak apa lah jika aku bolos dulu." Ujar Daren.
"Mana bisa gitu." Bantah Naira menyayangkan perkataan Daren.
__ADS_1
Haikal membuka kan pintu mobil untuk Tuannya.
"Kau pergi lah dengan Dega, beli semua ke butuhan mu untuk sekolah." Pram menyerahkan kartu hitam pada Daren.
Daren ingin menolak pemberian Pram, "Tapi ka ---"
"Udah ambil aja, mumpung ka Pram lagi baik! Beli semua ke butuhan lo." Ujar Naira yang lantas masuk ke dalam mobil bagian belakang.
"Sudah dengar kan apa yang di katakan kaka ipar mu itu? Turuti perkataan nya! Itu sama saja perintah untuk mu!" Ucap Pram yang ikut masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobil.
Dega yang berdiri tidak jauh dari mereka pun, langsung bergegas masuk ke dalam mobil lain dengan berseru pada Daren.
"Ayo Tuan Muda Daren! Kita belanja, setelah itu langsung ke sekolah kan!" Ucap Dega dengan bersemangat.
"Terima kasih ka, nanti jika aku sudah punya uang, akan aku kembalikan apa yang sudah kaka berikan pada ku!" Ujar Daren.
"Tenang saja, aku akan menghitung nya sebagai pinjaman." Celetuk Pram yang langsung di hadiahi pukulan dari Naira di lengannya yang kekar.
Bugh.
"Perhitungan banget sih ka Pram tuh jadi orang!" Sungut Naira dengan tatapan matanya yang tajam.
"Kau tunggu apa lagi Haikal! Sudah jalankan mobilnya!" Sungut Pram pada Haikal.
Daren langsung masuk ke mobil lain, mobil yang ada di belakang mobil yang di tumpangi Naira dan Pram.
Pram memeluk Naira, lalu berbisik di telinganya, "Aku bebaskan bocah tengikkk itu dari pinjaman... asal tiap aku ingin, kau tidak menolak ku! Kau bayar dengan tubuh mu! Bagai mana?"
"Apa?"
Naira menoleh Pram dengan matanya yang membelalak, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari bibir Pram.
"Aku hanya bergurau! Tapi jika kau ingin, aku tidak akan menolaknya! Menikmati tubuh mu setiap saat. Atau kau ingin aku menjamahhh mu setiap saat?" Ledek Pram dengan memainkan alisnya naik turun dengan menyeringai.
Naira berteriak, "Ka Pram!"
...💮💮💮💮💮...
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊