Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Menahan dendam


__ADS_3

"Orang yang kita letak kan di kantor pak Aji, sudah bergerak pak... hanya tinggal menunggu perintah bapak untuk mengakuisisi nya." Ujar Dev.


"Bagus, kita tahan dulu, biar kan tua bangka itu menikmati hidup nya dengan tenang tapi setalah ini hanya akan ada air mata di hadapan nya... Bagaimana dengan siluman itu?"


"Untuk nyonya Widia, obat yang kita beri kan pada nya sudah mulai bereaksi pak."


Pram menaruh satu orang nya di rumah Aji menyamar sebagai asisten rumah tangga, seolah mengabdi untuk Aji dan Widia. Tapi setiap pagi orang nya Pram akan memberi kan obat psikedelik ke dalam minuman yang selalu di beri kan pada Widia.


Cara yang sama seperti Aji laku kan dulu pada mendiang ibu nya Pram.


Pram berseringai, "Kita lihat, bagaimana pria tua itu bisa tahan dengan wanita siluman itu, bagaimana dulu dia begitu tega pada mendiang ibu ku, akan ku balas setiap tetes air mata yang ke luar dari mata ibu ku! Hanya untuk sesaat aku harus bisa menahan dendam yang ada di hati ku ini Dev!" Pram mengepal kan kedua tangannya.


"Anda benar, pak... harus bersabar untuk sesaat saja... tapi jika anda ingin melupa kan kejadian pahit itu, aku rasa anda bisa berdamai dengan keadaan pak." Ujar Dev.


Bugh.


Pram melayang kan pukulan di pipi Dev dengan keras, hingga satu sudut bibir Dev mengeluar kan darah.


Pram membentak Dev, "Berani kau mengucap kan nya lagi, mati kau Dev!!"


"Maaf, pak." Dev membungkuk patuh pada Pram, kapan anda bisa terbebas dari dendam pak? Hidup anda pasti akan jauh lebih damai dan tenang.


"Pergi kau, Dev!" Pram mengusir Dev.


"Saya permisi, pak." Dev pergi meninggalkan Pram di ruang kerja nya seorang diri.


Sreek.


Prang.


Bugh.


Pram menyapu semua benda yang ada di atas meja kerja nya, hingga semua bersera kan di atas lantai, meja juga ia tendang hingga terbalik.


"Jika kau tidak sekejam itu pada ibu ku, sampai saat ini aku tidak akan kehilangan ibu ku, aku pasti masih bisa bersama dengan ibu ku... aaaakkh." Pram berteriak dengan mengepal kan kedua tangan nya.


Bugh bugh bugh.


Pram memukul dinding yang tidak bersalah sebagai pelampiasan kemarahan nya. Sorot mata nya hanya ada dendam.


"Aku pasti akan menghancur kan mu Aji!!"

__ADS_1


Jika saja tidak ada alunan musik, mungkin teria kan Pram dan kegaduhan yang Pram sebab kan akan terdengar di telinga Naira dan yang lain nya, tapi seakan mereka semua di buat tuli dengan musik irama yang sengaja di lantun kan hingga mampu siapa saja yang mendengar nya akan larut dalam alunan musik.


Dev kembali ke tempat di mana ada Naira.


Naira melihat ke arah Dev, tapi tidak mendapati Pram. Biasa nya di mana ada Pram pasti ada Dev, tapi tidak saat ini, sampai acara selesai dengan di bubar kan oleh orang nya Pram, Pram tidak memuncul kan patang hidung nya.


🍀🍀🍀


Naira berganti baju dengan susah payah, ia berjingkat untuk berjalan karena tongkat penyanggah nya sampai saat ini belum juga di kembali kan oleh Pram.


"Aaaah segar juga." Naira duduk di atas kasur dengan ke dua tangan di angkat ke atas, meregang kan otot otot tangan nya yang pegal apa lagi ia juga habis mandi, aroma tubuh nya begitu harum.


Coba saja papa, mama dan Dito bisa menginap di sini... pasti akan sangat menyenang kan.


Bisa menghabis kan malam dengan mengobrol, apa saja yang bisa di jadi kan bahan omongan, ngalor ngidul melepas rindu saat bertemu.


Tapi rasa nya sulit untuk ku bisa melakukan hal itu lagi, apa lagi dengan membaca surat itu, mana bisa aku... mau melaku kan apa pun harus izin dari dia dulu, rubah tua.


"Kemana rubah tua itu ya? Kalo aku tidur sekarang di sini, lalu dia tidur dimana? Aku tidak mau jika harus berbagi tempat tidur." gumam ku yang memilih merebah kan badan, rasa nya hari ini penuh dengan kejutan, tiba tiba saja status ku sekarang berubah menjadi istri.


Pram kembali ke kamar di saat Naira sudah terlelap dalam tidur nya.


Suara gemericik air membuat ku tersadar dari tidur, aku mengucek ke dua mata ku, meraih hape yang tergeletak di dekat bantal, "Jam dua malam? Yang benar saja, rubah tua itu mandi di jam seperti ini? Apa dia habis menghabis kan malam nya dengan wanita lain? Dengan salah satu model?" Aku menggekeng kan kepala ku, memikir kan apa kau ini Naira!


Ceklek.


Pram ke luar dari kamar mandi dengan jubah mandi nya, tangan kanan nya mengering kan rambut nya yang basah dengan handuk kecil.


"Kau sudah bangun?" Tanya Pram.


"Tidak, aku masih tidur... udah tau kedua mata ku melek, masih berani bertanya seperti itu pada ku? Dasarrr kau rubah tua!" Dumel ku.


Pram mendengus sambil menatap ku, Minta di beri hukuman anak ini! ia juga perlahan berjalan mendekat ke arah tempat tidur.


Pram melempar handuk yang ia kena kan ke sembarang arah.


Ia juga mulai melepas ikatan yang ada di jubah handuk nya.


Srek.


Pram melempar kan jubah handuk nya.

__ADS_1


"Aaaaaa." Aku berteriak dengan ke dua tangan menutup wajah ku.


Bugh.


Pram menjatuh kan dirinya di atas tubuh ku dengan bertumpu pada kedua tangan dan kaki nya.


Jantung ku terasa akan lompat, oh tidak aku belom mau mati! Batin Naira.


"Kenapa kau berteriak?" Tanya Pram dengan deru nafas hangat yang menyapu telapak tangan ku.


"Pak Pram gila, rubah tua, cepat menyingkir dari tubuh ku!" Ucap ku.


Pram menyeringai, "Singkir kan ke dua tangan mu! Tatap mata ku!" Seru Pram.


"Enak saja kalo memberi perintah, nanti mata suci ku ini tercemar!" Ujar ku.


"Tercemar? Yang benar saja kau ini Naira, cepat singkir kan tangan mu!"


"Aku tidak mau, cepat pak Pram mau menyingkir atau... aku buat telor pak Pram cedera lagi!" Ancam ku.


"Kau berani melaku kan nya? Hem? Tamat riwayat kedei start mu!" Ancam Pram.


Aku menyingkirkan kedua tangan ku dan menahan dada nya, aku menyentuh kulit nya yang halus, belum lagi roti sobek nya, tanpa sadar malah tangan ku meraba dada nya, turun ke perut kotak nya.


Pram menyeringai, mendapati sentuhan dari jari lentik Naira.


"Bilang saja jika kau mengingin kan nya!" Seru Pram dengan menggenggam pergelangan tangan kanan ku lalu mengecup nya.


"Maaf, pak Pram!" Seru ku.


"Maaf untuk apa?"


Bugh.


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit

__ADS_1


__ADS_2