
...💖💖💖...
Aku tidak percaya jika pria itu adalah kekasih Naira, setahu ku kekasih Pramana Sudiro itu ya Karin, model ternama di tanah air ini.
Di saat tengah memantau, ada panggilan dering telepon masuk di hapenya yang ada di saku celananya.
"Ada apa?" Tanya Daren pada seseorang yang sedang menelponnya.
"Apa kau sudah tahu siapa bocah itu?"
"Yang aku tahu hubungan mereka saat ini adalah kekasih, tapi entah lah... ayah tau sendiri Pram itu dekat dengan beberapa model dan artis kan! Jadi ya aku tidak tahu pasti apa anak SMA yang ayah lihat itu kekasihnya atau hanya wanitanya saja."
"Jangan lupa untuk memberitahu ku hal sekecil apa pun itu."
"Iya, baik lah."
Daren menatap layar hapenya, jika benar Naira itu adalah kekasih Pram, bagaimana ya? Apa yang akan di lakukan ayah pada wanita itu?
Rupanya yang menelpon Daren barusan adalah Aji, ayah angkatnya. Orang yang sudah memungutnya dari jalanan dan menjadikannya anak angkat.
Baru mau memasukkan kembali hapenya ke dalam saku celananya, ada panggilan masuk di hapenya lagi.
...Calling...
...Ratna...
Bukannya di angkat, Daren malah merijek panggilan teleponnya lalu mematikan hapenya.
Biar saja lah, sekalian tidak akan ada yang mengganggu ku.
Daren menatap kembali gerbang yang menjulang tinggi dengan penjagaan yang ketat dari scurity yang berjaga di pos rumah itu.
Berharap Naira entah Pram yang akan ke luar dari rumah itu.
🍂 Balik lagi ke Naira 🍂
Tanpa sadar Pram ikut tertidur pulas di kamar yang di peruntukan untuk ruang rawat Naira. Hanya bedanya Pram tertidur di sofa, Naira tidur pulas di ranjang rawat.
Saat ku buka mata, ku dapati wajah Pram yang tengah pulas tertidur di atas sofa.
"Dasarrr rubah mesummm." Ku sentuh bibir ku, "Perasaan tadi Pram tengah menciumiii ku, kenapa aku jadi tertidur di sini ya? Sejak kapan aku tertidur?"
Ku pandangi wajah Pram yang terlihat damai, tapi tidak berlangsung lama, karena setelah itu ku lihat kening Pram yang mengkerut, entah apa yang sedang ia rasakan.
__ADS_1
"Tidak, kau tidak perlu kembali... pergi kau... pergi.. aku tidak butuh diri mu! Enyah kau!" Ujar Pram meski dengan mata terpejam dan tangan yang terulur ke depan seolah mengusir seseorang yang ada di hadapannya.
Dengan perlahan aku turun dari ranjang rawat, Pak Pram mengigau?
Ku dudukkan diri ku di sofa yang sama dengan Pram, ku sapu peluh yang ke luar dari kening dan wajahnya dengan tangan ku, "Apa dia sedang bermimpi buruk ya? Siapa yang dia mimpikan ya? Bikin penasaran aja sih."
Tanpa ada rasa takut Pram akan mengigau dengan tangan yang bergerak gerak, aku duduk dengan santai sambil sesekali memperhatikan wajahnya.
Sebenarnya ada hubungan apa antara pak Pram dan dokter Embun ya? Pandangan mereka menyiratkan 2 hal yang berbeda, yang satu mendamba dan yang satunya membenci.
Aku di kejutkan kembali dengan suara bentakan dari Pram yang masih tertidur.
"Pergi kau! Aku tidak butuh diri mu!"
Kening ku mengkerut, aku mencondongkan tubuh ku untuk lebih mendekat padanya dengan menepuk nepuk pipinya Pram dengan tangan ku, "Pak, bangun pak! Pak!"
Tanpa sadar, dalam keadaan mengigau Pram semakin meradang dan mendorong ku hingga terjatuh.
"Pergi kau!" Bentaknya dengan suara tinggi.
Bugh.
"Auuuh!" Aku merintih kesakitan dengan tangan memegangi bokonggg ku yang mencium lantai, apes banget sih gw!
Pram membuka ke dua matanya dan mendapati diri ku yang terjerembab di lantai, hingga tidak sadar dengan apa yang sudah ia lakukan pada ku barusan di saat ia tertidur tadi.
Belum aku menjawab, kini aku sudah di kagetkan dengan pintu yang di buka dengan kasar.
Brak.
Dari depan pintu tampak pak Dedi dan seorang maid yang terpaku di buatnya.
Pak Dedi membola, "Ada apa Nona?" Tanya pak Dedi dengan tangan yang masih memegang hendle pintu.
Pram menoleh ke arah pintu yang di buka.
"Tidak ada! Tutup lagi pintunya!" Perintah Pram.
Maid dan pak Dedi tersenyum simpul ke arah ku saat melihat pak Pram tengah membungkuk membantu ku berdiri, dan aku memegangi bokongggg ku.
Mata ku melirik pak Dedi dan maid, aiiiiih, mereka pasti salah paham, ini semua karena rubah mesum ini! Ku tatap tajam Pram dengan bibir mengerucut.
Pak Dedi membatin, aku tidak menyangka... Tuan Pram bisa sekasar itu melakukannya pada Nona Naira.
__ADS_1
Maid membatin, astaga Tuan Pram dan Nona Muda melakukannya di sore hari? Memang ya kalo lagi kasmaran di tambah penganten baru, orang itu tidak akan mengenal waktu... mau itu pagi, siang atau sore pun jadi saja. Toh mau kapan pun di lakukan tetap saja judunya sama, proses buat anak.
Maid dan pak Dedi pun akhirnya ke luar dan menutup kembali pintu ruang rawat.
Pram mendudukkan ku di sofa dengan mengangkat ke dua kaki ku di atas sofa.
Pram memperhatikan setiap tubuh ku, "Apa ada yang sakit?" Tanya Pram dengan cemas dengan memeriksa setiap inci tubuh ku.
Ku usap bokonggg ku yang terasa panas dengan tangan ku.
Pram pun kini ikut mengusapkan tangannya pada bokongggg ku, "Apa ini sakit?" Tanyanya menatap mata ku.
"Huh, mau apa gitu... pake tanya tanya? Mau nambahin lagi?" Cerocos ku kesal, dasarrr rubah tua, kau itu bener bener membuat ku kesal.
Pram mengerutkan keningnya, "Apanya yang di tambah?" Pram mencuil hidung ku, "Tahu tidak, kau itu kurang kerjaan!" Seru Pram.
Mata ku membola, "Kurang kerjaan bagai mana?"
Tok tok tok.
"Maaf Tuan, di luar ada 2 orang wanita yang mengaku teman Nona Muda!" Seru pak Dedi di balik pintu.
"Siapa ya? 2 wanita?" Aku bertanya pada Pram.
Pak Pram yang menjawab, "Biarkan mereka menunggu di ruang tamu!"
"Baik, Tuan."
Terdengar suara langkah kaki yang menjauh dari depan pintu.
"Apa kau ingin menemuinya?" Tanya Pram dengan mengangkat dagu ku ke atas.
"Tentu saja, mungkin memang itu teman ku!" Aku mengulurkan tangan dan membiarkan Pram menggendong ku, tangan ku melingkar di lehernya.
Pak Pram membawa ku ke luar dari ruang rawat.
Ku tatap wajah ka Pram dengan bibir mengerucut, sebenarnya aku masih penasaran dengan mimpi ka Pram tadi, apa jika aku bertanya, ka Pram tidak akan keberatan untuk menjawabnya ya?
"Apa ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya Pram yang sudah hafal dengan sikap ku jika di gendong diam dengan bibir mengerucut.
Bersambung....
...💖💖💖💖💖...
__ADS_1
Salam manis author gabut.
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁