Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Sah


__ADS_3

Pram membelai pipi Naira, "Patuh dan menurut lah demi keselamatan mu dan orang orang yang ada di sekitar mu!" Pram lalu pergi meninggalkan Naira untuk bersiap dengan di bantu 3 orang wanita yang di datangkan khusus untuk menangani Naira.


Tanpa sepengetahuan Naira, bukan hanya Heni dan Dito yang di datangkan langsung dari Bandung untuk menyaksikan pernikahan Naira dan Pram meski di lakukan secara tertutup dan tidak di hadiri orang luar, tapi ada 2 orang terdekat Naira yang di datang kan langsung dengan di jemput oleh orang nya Pram.


Satu jam berlalu begitu cepat bagi Naira, dengan balutan gaun pengantin yang cantik di tambah dengan polesan make up membuat aura kecantikan nya semakin terlihat di usia nya masih terbilang muda.


"Waah, anda cantik sekali nona." puji perias.


"Pasti pak Pram akan membayar kita mahal untuk ini, kebaya yang di kenakan nona sangat pas dengan bentuk tubuh nya." ujar yang lain nya.


"Terserah apa kata kalian!" Naira mendengus mendengar perkataan para wanita yang menandaini nya.


"Apa mungkin nona ini menikah karena di bawah tekanan pak Pram ya?" batin wanita lain.


Seandai nya saja aku menikah dengan pria yang aku cintai atas dasar cinta, mungkin aku sangat bahagia dan antusias menyambut hari bahagia ku, tapi menikah dengan cara seperti ini, hanya demi orang tua dan karyawan papa dan karyawan ku, aku harus tetap tegar di depan kalian. Jangan sampai pengorbanan ku sia sia. Naira membatin sambil melihat pantulan diri nya di depan cermin sambil duduk di bangku rias.


Tok tok.


"Apa saya sudah boleh masuk, nona?" tanya Dev di balik pintu.


"Masuk saja." ucap Naira ketus.


Dev membuka pintu.


"Tugas kalian sudah selesai... ingat jangan sampai apa yang kalian lihat dan kalian dengar sampai di ketahui orang lain, jika tidak nyawa kalian yang akan menjadi taruhan nya!" ancam Dev ke pada ke 3 nya.


Mereka hanya menunduk patuh lalu pergi.


"Ihs, kau itu sama saja dengan bos mu, suka mengancam!" gerutu Naira.


Dev mendorong kursi roda masuk ke dalam kamar, "Anda bisa duduk di sini, nona."


"Apa apaan ini, aku masih bisa berjalan, mana tongkat ku?"

__ADS_1


"Anda bisa meminta nya langsung pada pak Pram nanti, nona."


"Ah ya, baik lah... dasar kau sama dengan rubah tua itu!" Naira duduk di kursi roda dengan kebaya pengantin berwarna putih, dengan bahan rok batik agar memudah kan kaki Naira yang di gips.


Sebenar nya apa yang di lihat pak Pram dari diri nona Naira ini ya? umur nya masih terlalu muda, bahkan sekolah nya pun belum lulus, tapi pak Pram seakan buta akan hal itu, tapi selama aku mengenal nona Naira, ia terbilang wanita yang cukup tangguh di usia nya, calon pemimpin perusahaan besar ada pada diri nya, ia juga sangat baik pada teman nya. batin Dev dengan mendorong kursi roda ke luar kamar menuju tempat acara ijab kabul di laksana kan.


"Kau mau bawa aku kemana, pak Dev?" tanya Naira.


"Anda tidak perlu banyak bicara, nona... cukup diam saja dan nikmati apa yang ada di hadapan anda." ujar Dev kaku.


Saking saja saat ini aku sedang duduk di kursi roda, kalo tidak sudah ku pasti kan kau akan merasa kan sakit nya tendangan ku pak Dev, dasarrr kau! batin Naira.


Atmaja menghampiri Naira saat melihat Naira sudah berada di ambang pintu yang menembus taman yang ada di belakang rumah, tempat acara ijab kabul untuk Naira dan Pram.


"Naira, putri ku." ucap Atmaja saat sudah berdiri di hadapan putri nya yang duduk di kursi roda.


"Papa baik baik saja?" tanya Naira menatap Atmaja dari ujung rambut sampai kepala.


"Ehem ehem... maaf pak tapi pak Pram sudah menunggu." ucap Dev saat mendapati tatapan tajam dari Pram yang sudah duduk di kursi berhadapan dengan pak penghulu.


Pram melirik sekilas wajah ayu nan cantik Naira yang duduk di sebelah nya, kali ini kau tidak akan lepas dari genggaman ku, Naira. batin Pram.


Dengan sekali tarikan nafas, kata sah terucap dari para saksi yang di hadiri oleh keluarga inti dari Naira, anak buah Pram, Angga dan Juni.


"Aku sudah bilang kan, ada tamu spesial yang aku hadir kan untuk mu!" ucap Pram.


"Mereka itu hanya teman ku, rekan kerja ku." cicit Naira.


"Terserah apa kata mu, tapi mulai detik ini, apa yang kau laku kan di bawah pengawasan ku!" ucap Pram yang tidak ingin di bantah.


Naira memutar bola mata nya malas, "Terserah apa mau mu, pak Pramana Sudiro yang terhormat, rubah tua!" ucap Naira penuh penekanan dengan senyum yang ia paksa kan di bibir nya.


"Lihat nanti malam, ku pasti kan kau akan menyesali perkataan mu, Naira Putri Wiguna." balas Pram dengan menatap tajam mata Naira dengan seringai di bibir nya.

__ADS_1


"Aku tidak takut dengan ancaman mu, pak Pram... kau yang akan menyesali perkataan mu!" ucap Naira yang pergi meninggalkan Pram dengan kursi roda nya dan menghampiri ke dua teman nya Angga dan Juni.


Tetap saja di mata Pram ada rasa tidak suka saat mengetahui kedekatan yang terjalin antara Naira dengan Angga dan juga Juni di kedei.


Meski hanya keluarga inti dan orang terdekat, tetap saja acara yang di buat Pram untuk Naira terbilang mewah, dari segi dekorasi dan juga hidangan.


Coba saja ada Serli, Novi dan ka Ayu, pasti mereka semua tidak akan melewat kan hidangan yang tersaji, semua menggugah selera. batin Naira menatap hidangan yang tersaji di atas meja.


"Bagaimana bisa kau menikah dengan orang yang aku kira baik, Naira?" tanya Angga.


"Kenapa pernikahan ini terkesan terburu buru, Naira? kamu tidak sedang hamil kan?" pertanyaan konyol terlontar begitu saja dari mulut Juni.


Plak.


Tangan kanan Naira melayang di lengan Juni, "Dasarrr bodoh, kau pikir aku ini wanita macam apa?" Naira berkata dengan tertahan, apa lagi saat ini mata Pam tertuju pada nya.


"Iya, maaf bos... mulut ku ini memang suka lancang, udah kaya motor gak ada rem nya, asal nyeplos." ujar Juni dengan memukul bibir nya yang asal bicara.


"Bagaimana dengan kedei, bang?" tanya Naira.


"Kedei baik, yang lain juga menanya kan kabar lu." ujar Angga.


"Nai, kalo lu merid... sejolah lu gimana Nai?" tanya Juni.


"Emmmm.."


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit

__ADS_1


__ADS_2