
...💖💖💖...
"Aku hanya bergurau! Tapi jika kau ingin, aku tidak akan menolaknya! Menikmati tubuh mu setiap saat. Atau kau ingin aku menjamahhh mu setiap saat?" Ledek Pram dengan memainkan alisnya naik turun dengan menyeringai.
Naira berteriak, "Ka Pram!"
Pram membungkam Naira dengan ******* bibir Naira dan menyesappp nya.
Bugh bugh bugh bugh.
Naira memukulll mukulll dada bidang Pram.
Grap.
Pram menahan ke dua tangan Naira dengan tangannya.
"Tidak usah melawan ku, jika kau sendiri menginginkan ku, sayang!" Ucap Pram yang menyapu bibir Naira yang basahhh karena kelakuan nya sendiri.
Haikal melirikkan matanya lewat kaca spion mobil, adem banget liet bos sama Nona kaya gitu, yaaah biar kata Nona itu sedikit bar bar. Kalo di ingat ingat, tingkah Nona mirip juga dengan bocah plangton. Mereka satu frekuensi.
"Ihs, sebel aku sama ka Pram." Naira menyilangkan ke dua tangannya di depan dadanya lalu memalingkan wajahnya dari Pram.
Pram melirik sekilas Haikal, enak saja, Naira ku ini tidak ada yang menandinginya, dia jauh lebih tangguh dari plangton mu itu, dasarrr Haikal ini!
Pram mengalihkan perhatiannya kembali pada istri kecilnya yang tengah merajuk. Dia akan meladeni Haikal nanti, setelah mengantar Naira ke sekolah.
Pram mengangkat dagu Naira hingga menatapnya, "Sebel tapi aku tampan kan? Keren kan? Dompet ku, tebel lo sayang! Tidak ada wanita mana pun yang akan sanggup menolak pesona ku!" Ujar Pram dengan alisnya yang naik turun.
Krek.
Naira mencubit gemas perut Pram, hingga membuat Pram meringis, "Lagi dah! Ngomong lagi ka!" Ujar Naira.
"Awwwwh sakit sayang! Jangan begini! Kau bisa melukai kuku macan mu!" Seru Pram yang sukses membuat Naira menjauh kan tangannya.
"Iiihhhhh awas aja ya ka!" Naira menatap sinis Pram.
Pram mencubit pipi Naira.
"Awwhh sakit ka!" Naira mengelusss pipinya yang di cubit Pram.
Hap.
Pram kembali memangku Naira dengan kepala Pram yang bersandar pada bahu Naira, ke dua tangan Pram melingkar erat di pinggang Naira.
"Apa yang kau inginkan sayang, untuk hadiah kelulusan mu kelak?" Tanya Pram.
"Aku hanya ingin kaka jadi orang yang lebih baik lagi, orang yang bisa berguna untuk orang banyak, kaka bisa menjadi imam ku yang bisa membawa ku ke surga." Ujar Naira menjabar kan apa yang di ucapkan nya dalam setiap doa'a nya.
"Itu ke inginan mu atau doa'a di kala kau sholat, sayang?" Tanya Pram.
__ADS_1
"Emm bisa di bilang doa dan keinginan ku." Naira memiringkan wajahnya, hingga ke duanya saling tatap.
"Kalo Daren gak kerja di tempat aku, dia kerja di mana ka?" tanya Naira.
Pram mendengus kesal, tatapan matanya yang dalam berubah menjadi kesal.
"Jangan membahas bocah tengikkk itu bisa tidak sih, di saat kita ini sedang bicara? Merusak suasana saja!"
Grek.
Pram menggigit leher Naira, meluapkan perasaan kesalnya.
"Auuhhh... gak usah gigit gitu kali ka! Di kata aku ini daging apa!" Dengus Naira dengan menatap jengkel Pram.
"Biar saja, siapa suruh membahas bocah tengikkk itu!" Pram menatap Naira dengan malas.
"Ya udah kalo males, aku juga males ama ka Pram, gak dewasa! Week!"
Naira beringsut dari pangkuan Pram, dan menjulurkan lidahnya. Saat dirinya sudah duduk di bangku yang berada di sisi Pram.
Bugh.
Pram mendorong tubuh Naira dengan lengannya, hingga tubuh Naira jatuh di atas ke dua pahanya Pram.
Satu lengan Pram menahan kepala Naira, dengan tatapan matanya yang tajam. Pram mendekatkan wajahnya pada wajah Naira.
Naira mengerjap ngerjapkan ke dua matanya. Gila aja kalo ka Pram beneran matahin kaki gw, amsyong yang ada, liburan ke Bandung alamat gagal total dong, waaah bisa langsung melendung gw selama di kurung di kamar, aji gile. Ka Pram mah gitu! Angot kejemmm nya ini laki gw!
Naira menelan salivanya dengan susah payah, ayo mikir biar ka Pram kaga angot kejemmm nya.
Pram menyeringai, setelah di ancam, baru berfikir. Dasarrr istri nakalll.
Naira menyeringai, mengalungkan ke dua tangannya pada leher Pram. Dengan wajah Pram yang masih berada dekat di wajahnya, memudah kan Naira untuk menggapai bibir Pram.
Jleb.
Naira menyambar bibir Pram dan menyesappp nya, meneroboskan lidahnya ke dalam mulut Pram. Lidahnya membelit lidah Pram, ia mempraktekan apa yang selama ini Pram lakukan padanya.
Naira menatap mata Pram yang melihatnya dengan tatapan teduh, tatapan kesal Pram menghilang sejetika, dengan usaha yang di tunjukkan Naira.
Mobil yang di kemudian Haikal berhenti. Tanda mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah Naira.
Naira melepaskan pagutannnnya, hendak bangkit dari posisinya, namun tangan Pram yang membentang di dadanya, menahan tubuh Naira.
Kini Pram yang mengambil alih permainan, dengan rakusnya menyesappp bibir Naira, membelittt lidah Naira, lidahnya menari nari dan menyapu setiap sudut mulut Naira.
Naira menarik rambut Pram agar Pram melepaskannn pagutannn nya.
Pram melepaskannn pagutannn nya, menyapu bibir Naira dengan tangannya. Membantu Naira untuk beranjak dari posisinya.
__ADS_1
Ke dua tangan Pram menangkup wajah Naira, "Permainan mu oke juga, ku tunggu permain mu untuk dia yah!" Pram melirikkan matanya pada bagian bawah tubuhnya.
"Iihhhhhhsss mao nya ka Pram itu mah!" Ejek Naira.
"Sering sering ya buat aku marah!" Goda Pram, dengan tangannya yang merapihkan rambut Naira.
Prak.
Naira menggeprak lengan Pram dengan kesal.
"Iiiihhhh sebel aku tuh jadinya!"
"Sudah sana, nanti telat!" Pram mengulurkan tangannya di depan Naira.
Pram menggapainya dan mencium punggung tangan kanan Pram, ia juga mengucup pipi Pram tanpa di minta.
"Aku sekolah dulu, ka!" Pamit Naira.
"Iya."
Haikal membuka kan pintu mobil untuk Naira.
"Makasih bang!" Ucap Naira dengan senyum mengembang, saat dirinya sudah ke luar dari dalam mobil.
"Sudah menjadi kewajiban saya, Nona!" Ujar Haikal.
Dari arah lain, suara teriakan Novi terdengar.
"Paman Haikaaaaal!" Teriak Novi dengan berlari setelah turun dari bis.
Naira mendengus, "Dasarrr temen gak sohib, dulu aja nama gw yang di teriakin, sekarang ayang embeb nya yang di panggil."
"Maaf Nona, posisi Nona harus tergeser, karena hadirnya saya di hati bocah plangton.
"Tau deh, kapan nih peje nya bang?" Ledek Naira dengan menaik turun kan alisnya.
"Peje itu apa Nona?" Tanya Haikal dengan polosnya.
Bugh.
...💮💮💮💮💮...
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊
__ADS_1