
...💖💖💖...
"Apa sekarang ka Pram merasa partner bisnis kaka itu semuanya saat ini baik? Tulus? Tidak ada rencana jahat dari mereka?" Tanya Naira dengan rasa ke ingin tahuannya yang tinggi.
"Untuk saat ini, tidak ada." Aku sendiri tidak tahu, tapi yang harus aku waspadai saat ini selain tua bangka itu, pasti ada orang lain lagi yang akan menyerang ku, membalas dendam pada ku lewat diri mu, Nai.
Naira membuang nafasnya dalam dalam, dengan rasa percaya dirinya yang tinggi, Naira pun berujar.
"Kaka tenang saja, aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti mu, jangan kan menyakiti mu, wanita gatel menyentuhhh mu pun tidak akan aku biarkan!" Celoteh Naira dengan mengepalkan tangan nya di depan dadanya.
Pram mengacak acak rambut Naira, "Apa kau yakin dengan perkataan mu itu?" Pram meragu kan Naira apa lagi melihat mood Naira dan usianya yang masih labil. Tadi saja aku, kau diamkan. Sekarang kau berkata lain, Naira Naira.
Bugh.
Naira meninjuuu lengan Pram, "Jangan meremehkan ku ka!" Ketus Naira.
Pak Dedi dan anak buah Pram yang lainnya menyambut ke datangan Tuan dan Nona Muda-nya.
"Selamat datang kembali, Tuan!" Pak Dedi dengan membungkuk hormat saat Pram ke luar dari dalam mobil.
Pram hanya mengangguk kecil tanpa menjawab sambutan Dedi.
Anak buah Pram yang lain membuka kan pintu mobil untuk Naira, "Selamat datang kembali, Nona." Ucapnya mengikuti apa yang di ucapkan pak Dedi.
"Iya, terima kasih bang!" Ucap Naira dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Pram menatap tajam pada Naira, "Jaga senyum mu itu, Nai!" Ujar Pram dengan tanganya yang terulur untuk menggenggammm jemari Naira.
"Ihs gitu banget!"
Pram menatap pria yang tadi membukakan pintu mobil untuk Naira, "Hei, kau! Jaga mata mu itu, awas berani kau menatap istri ku lebih dari satu menit! Jangan tersenyum pada istri ku!" Titah Pram dengan tatapan matanya yang memburu.
"Maaf, bos!" Jawabnya dengan menunduk patuh pada perkataan Pram.
Naira menempelkan tubuhnya pada Pram, melingkarkan satu tangan nya pada pinggang Pram, "Gitu amat aturannya ka!" Celetuk Naira, sedangkan satu tangannya yang lain bergerak menyusuri dada Pram yang bidang.
"Biar saja, aku tidak suka senyum mu di nikmatiii pria lain!" Pram membawa Naira masuk ke dalam rumah dengan Dedi yang mengikuti ke duanya.
Pak Dedi menggelengkan kepalanya, astaga Tuan, anda itu cemburu atau posesif akut pada Nona Muda?
Pram yang mendengar nya pun mengomel dengan suaranya yang dingin tanpa menatap Dedi, dengan fokus melangkah menuju lift.
__ADS_1
"Kau tidak usah ikut ikutan memburui ku, Dedi!"
"Iya Tuan, maaf. Apa makan malam ingin di siapkan saat ini juga Tuan?" Tanya Dedi.
Pram mengecup jemari Naira yang sejak tadi bermain di dadanya yang bidang.
"Kau atur saja!"
Naira langsung merebahkan tubuh nya pada kasur dengan sepatu yang masih menempel di kakinya.
Pram yang melihat Naira pun menghampiri nya dan membuka kan sepatu serta kaos kaki yang merekat pada kaki Naira.
"Apa kau tidak ingin menepati perkataan mu hem?" Pram mengingatkan Naira.
Naira langsung bangkit dari duduknya, sedangkan Pram ikut mendudukan dirinya di samping Naira.
Naira mengerut kan keningnya, "Perkataan ku yang mana, yang harus aku tepati ka?" Tanya Naira dengan polosnya.
Naira berjongkok dan melepaskan sepatu serta kaos kaki yang terpasang pada kaki Pram, ia melakukan hal yang Pram lakukan padanya.
"Ayo lah, aku sudah tidak melakukan selama seminggu. Jangn uji ke sabaran ku lagi, sayang!" Pram melingkarkan tangannya pada pinggang Naira, dengan membenamkan wajahnya pada perut Naira yang rata yang kini berdiri di hadapan Pram.
Greet.
Pram menggigit kecil perut Naira.
"Awwwhhh, sakit!"
Rengekan Naira yang terdengar menggoda di telinga Pram, membuatnya tidak bisa lagi menahannn hasrattt di hatinya yang kian membuncah.
Pram beranjak dari duduknya, ke dua tangannya menangkup wajah Naira, menatap Naira dengan dalam.
"Kau tahu, apa artinya diri mu untuk ku?" Tanya Pram.
"Apa?" Cicit Naira.
Pram mendekatkan wajahnya pada wajah Naira, menautkan keningnya pada kening Naira. Membuat degup jantung Naira berdetak lebih cepat dari biasanya.
Pram melumattt bibir Naira, menerobos mulut Naira hingga terbuka, menyesappp lidah Naira dengan lembut. Ke dua tangannya bergerak menelusuriii tubuh Naira.
Ke dua tangan Naira mengalung pada leher Pram, mengikuti permainannn yang Pram lakukan.
__ADS_1
Naira membuka ke dua matanya, menatap wajah tampan Pram yang kini memejamkan ke dua matanya.
Naira membatin, astaga apa ini pria yang dulu gw benci ampe ke ubun ubun. Berjanji buat bikin ini cowo bertekuk lutut sama gw, tapi kenapa malah sekarang terkesan gw yang bertekuk lutut sama ini orang? Gw yang bodoh... apa ka Pram yang bodoh. Apa ka Pram yang matanya ngerem, pake milih gw buat jadi bininya? Apa artinya diri gw dalam hidup ka Pram? Apa gw bearti? Apa gw cuma jadi salah satu pemuasss ranjangnya doang?
Pram melepaskan tautan bibirnya dari bibir Naira, ia menyeringai dan berbisik di telinga Naira.
Pram berkata dengan lembut, "Arti diri mu untuk ku, kau hidup ku, kau jantung ku!" Ucapnya yang membuat bulu bulu halus Naira meremang terkena hembusan nafas Pram yang hangat.
Ke dua tangan Pram melucutiii apa yang melekat paa tubuh Naira, hingga wanita itu kini polos tanpa sehelai benang pun.
Pram menggendong Naira, menidurkan nya di atas ranjang yang berukuran besar. Dinginnya pendingin ruang, tidak mampu mendinginkan hati dan otaknya yang panas ingin bermain dengan Naira.
Pram menatap daging kembar yang kian padat membusung dengan pandangan yang kian memburu. Pram melepasss apa yang ia kenakan, mengukung tubuh Naira dengan tubuhnya yang atletis.
Melumattt si kembar dengan bergantian yang membuat Naira mendesahhh dengan tangannya yang meremasss dan menjambak rambut Pram.
Jemari Pram bermain main dengan intinya Naira yang kian menghangat dan basahhh. Pram pun tanpa ragu, melakukan penyatuannn yang sudah ia tahannn selama seminggu. Selama Naira kedatangan tamu bulanan nya.
Suaranya erangannn dan desahannn dari bibir Naira, membuat Pram terpacuuu lebih dalam untuk menikmatiii tubuh sang istri.
"Eeeemmmhh uuuhhh aaahh."
Pram tersenyum puasss melihat wajah Naira yang tampak kelimpungannn dengan permainan nya.
Bukan hanya sekali Pram melakukan pelepasannn pada tubuh Nair. Beberapa kali Pram memuntahkan cairan larva hangatnya pada tubuh Naira.
Peluh pada tubuh ke duanya menjadi saksi, seberapa panasnya permainan ke duanya. Tanda tanda ke unginan nampak pada tubuh Naira karena gigitannn kecil di sertai esapannn dari bibir Pram.
Sedangkan tubuh Pram, kini tampak bekasss kuku dan cakarannn yang di tinggalkan dari kuku lengtik Naira.
Tok tok tok.
...💮💮💮💮💮...
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊
__ADS_1