Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Neselin bin nyebelin


__ADS_3

...💖💖💖...


Naira menggelengkan kepalanya, ke dua matanya mengembun dengan menatap Pram, wajah yang aku ridukan, si rubahhh mesummm yang nyeselin, si mata elang yang suka seenaknya!


Grap.


Naira langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Pram, "Aku kangen, sangat sangat kangen... rasanya seperti mimpi, bisa melihat ka Pram lagi saat bangun tidur!"


Naira menyembunyi kan wajahnya di dada Pram yang bidang, bulir bening menganak sungai dari pelupuk matanya, ada rasa bahagia di tangisnya. Sedang kan pipinya begitu merona, sangat teramat malu karena sudah mengatakan yang sebenarnya.


Pram mengelusss punggung Naira, merasakan tubuh Naira bergetar, sedangkan bibirnya mulai terisak. apa cara ku berhasil? Membuatnya merindukan ku? Membuatnya sulit untuk jauh dari ku? Eh apa Naira ku sedang nenangis? Tadi ia baik baik saja.


Pram menangkup wajah Naira, "Apa yang kau tangisi, sayang?" Pram menyapu air mata Naira dengan jempolnya.


"Pokonya, aku kangen berat sama ka Pram. Gak ada kata yang bisa aku ucapin, selain kata kangen. ka!" Naira berkata dengan terisak.


"Eleh eleh, sayang ku. Sudah jangan menangis, kan sekarang sudah ada aku di sisi mu! Kita tidak akan terpisahkan. Akan selalu bersama!" ujar Pram.


"Paling pengertian!" Naira memeluk erat tubuh Pram.


"Sebenarnya apa yang kau rasakan saat tidak bersama dengan ku, hem, selain kangen?" tanya Pram dengan datar.


Naira mengangkat wajahnya, menatap Pram dengan dagunya yang bertumpu pada dada Pram.


"Apa harus aku katakan pada mu, ka? Ka Pram sendiri seperti apa rasanya saat jauh dari ku?" bukan nya menjawab pertanyaan Pram, Naira justru memberikan bertanya pada Pram.


Pram mengerutkan keningnya, dengan bibir yang menyeringai, dasarrr bocah, mau berkilah dari ku ya?


Pram mengeratkan ke dua tangannya di pinggang Naira, mendorong tubuh Naira ke depan. Hingga wajah Naira hanya berjarak beberapa centimeter dari pandangan nya, begitu dekat hingga nafas ke duanya begitu terasa.


Naira menyanggah ke dua telapak tangannya pada bahu Pram, dengan menatap sepasang mata elang Pram, dengan tatapan penuh kerinduan.


"Ayo, jawab dulu pertanyaan ku itu. Apa yang hati mu rasa saat jauh dari ku, hem!" Pram memainkan alisnya naik turun, "Aku menunggu jawaban dari mu, sayang!" seru Pram lagi.


Naira berusaha beranjak dari posisinya, namun tangan Pram menahannya. Membuat Naira tidak bisa berkutik dari tubuh Pram.


Bugh.


Naira memukulll dada Pram dengan tangannya.

__ADS_1


"Ihs tadi kan sudah aku katakan, rasanya seperti apa! Ayo bangun ka!" Naira mencoba lagi untuk beranjak dari tubuh Pram.


Bugh.


"Akkkhh."


Dengan gerakan yang cepat, Pram menjatuhkan dan mengunci tubuh Naira, yang kini berada di bawah kungkungan nya.


Dada Naira naik turun, "Ka, jangan mesummm! Ini udah pagi lo! Mending kita jalan ke luar yuk, cari angin, udaranya sejuk lo kalo pagi tuh!" ke dua tangan Naira melingkar di leher Pram, ke dua matanya menatap wajah Pram tanpa berkedip, kalo kaya gini, kenapa ka Pram terlihat keren ya? Pada hal baru bangun tidur.


Pram menautkan keningnya pada kening Naira, "Astaga sayang... jadi selama ini kau kemana saja hem? Baru menyadari jika suami mu ini pria yang keren? Sudah keren, kaya, tampan, berkarisma, sempurna, iya kan?" Pram menyombongkan dirinya, berkata setinggi langit.


Naira membola, "Ka Pram ge'er banget, percaya diri mu tingkat dewa ya ka?" ledek Naira dengan menjulurkan lidahnya sedikit ke luar.


"Lidah mu itu sangat menggoda ku sayang! Rasanya sayang jika aku tidak memilinnn nya!"


"Ka emmmm..."


Pram membungkam mulut Naira dengan bibirnya, memilinnn lidah Naira dengan perlahan, tangan Pram bergerak liar di balik baju Naira. Dalam sekejap Pram menanggalkan pakaiannya dan Naira, mengarahkan dan menusukk kan otongnya pada milik Naira.


"Ini yang aku rindukan, sayang! Jangan salahkan aku, jika kau harus menemani ku bermain!" seru Pram dengan menelusuri leher jenjang Naira, dengan sesekali meninggalkan tanda ke pemilikan nya.


"Aku tidak perduli itu sayang! Saat ini juga, aku hanya ingin meluapkan hasrattt ku pada mu! Istri kecil ku." Pram mengayunkan pinggulnya naik turun.


Pram memulai paginya dengan penyatuannn dirinya dengan Naira, membuat Naira terkulai lemas setelah permainan yang di lakukan Pram hingga beberapa ronde.


Pram mengecup kening Naira, menyelimuti tubuh Naira yang polos, lalu kakinya ia ayunkan ke arah kamar mandi. Membersihkan dirinya dari peluh sisa olahraga paginya.


Di dalam kamar mandi, Pram bersenandung, rasa bahagia kini terpancar di wajahnya. Setelah berhasil mencurahkan hasratttnya yang terpendam pada Naira, hasratttnya yang sudah 3 hari ini ia tahan.


Setengah jam berlalu, Pram ke luar dari kamar mandi, dengan handuk yang melilittt tubuhnya, menutupi area terlarangnya. Satu tangannya mengeringkan rambutnya yang basahhh dengan handuk.


Pram membuka gorden yang ada di kamarnya, membiarkan cahaya matahari memasuki kamarnya. Membuat Naira dengan enggan mengerjapkan ke dua matanya.


"Ayo sayang, bangun! Kata mu, kita harus ke luar, mencari angin. Kenapa sekarang jadi kau yang tidur kembali?" ledek Pram kakinya melangkah, dan mendarat kan bobot tubuhnya di tepian kasur sisi Naira, Pram menyingkirkan helaian rambut, yang menghalangi wajah Naira.


"Ini semua juga kan karena ka Pram!" gerutu Naira, dengan matanya yang menatap sebal Pram.


"Itu semua karena tubuh mu sangat legit sayang, sayang sekali jika aku harus mengabaikannya kan! Hehehe, lebih baik aku gempurrr, siapa tau dengan begitu kau akan cepat mengandung!" Pram mengelusss perut Naira yang masih rata di balik selimut.

__ADS_1


"Ihs ka Pram, di kata aku ini lapis legit?" Naira mengulurkan ke dua tangannya ke hadapan Pram.


Pram mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud Naira.


"Gendong aku kaka! Aku ingin bersih bersih ihs!" sungut Naira.


"Bilang dong dari tadi, sayang!" Pram menggendong tubuh Naira memasuki kamar mandi.


"Apa itu ka! Besar sekali!" jemari Naira menunjuk pada bak besar yang ada di kamar mandi.


"Itu bathtub. Sepesial aku datang kan dari luar negri." Pram menurun kan tubuh Naira.


"Kaka mau apa lagi? Udah sana ke luar, aku ingin buang air kecil nih!" Naira mengusir Pram dari kamar mandi.


Pram malah mendekati bathtub, lalu mengisinya dengan air hangat dan menuang kan cairan aroma terapi ke dalam bathtub. Bathtub mulai terisi dengan busa sabun.


"Jika kau ingin buang air kecil, laku kan saja sayang! Toh aku juga sudah melihat apa yang kau miliki. Bentuk tubuh mu, sudah di luar kepala ku, sayang!" Pram menyungging kan senyumnya pada Naira.


"Ihs ka Pram, nyeselin bin nyebelin banget sih?" Naira yang sudah kebelet pun, akhirnya mendudukan dirinya di wece.


"Nyeselin bin nyebelin, tapi aku ngangenin kan?" Pram memainkan alisnya naik turun, menatap wajah Naira yang kian merona.


"Ka Pram ihs, di bilang jangan ngintip, tapi malah dia nengok ke sini!" Naira di buat geram dengan tingkah Pram, Naira mengepalkan ke dua tangannya dengan gemes, uuuhhhh pengen banget, gw cangkrammm ini muka ka Pram yang nyeselinnya ampe ke ubun ubun!


"Balik badan kaka!" sungut Naira saat melihat Pram malah kini berjalan ke arahnya.


Naira mulai waspada pada Pram, "Kaka, aku mau mandi ihs!" gerutu Naira.


Hap.


...💮💮💮💮💮...


......................


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊

__ADS_1


__ADS_2