Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Melakukan apa saja


__ADS_3

...💖💖💖...


"Apa setelah siuman, posisi istri saya akan terus tengkurap, dokter?" tanya Pram dengan penasaran.


"Untuk sementara ini, iya. Tapi setelah efek obat biusnya sudah menghilang, luka jahitan dari operasi sudah mengering, istri anda sudah dapat di pastikan bisa beraktivitas seperti sedia kala." terang dokter Akira.


"Kalo untuk itu, kami bisa melakukan nya kan dok?" pertanyaan konyol meluncur begitu saja dari bibir Pram, yang gak jauh dari mesummm. Dengan saling menauttt kan ke dua jari telunjuk kanan dan kirinya.


Takeshi yang sudah pasti mengerti dengan maksud Pram, geleng geleng kepala mendapati tidak tahu malunya pertanyaan yang di ajukan Pram pada dokter.


Takeshi membatin, astaga ka Pramana ini, yang benar saja! Tidak tahu malu, pria mesummm!


"Apa tidak ada pertanyaan lain yang bisa kau tanyakan pada dokter, ka?" tanya Takeshi dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, antara malu mengahadapi dokter, dan kesal dengan Pram.


"Itu pertanyaan yang sangat penting untuk ku dan istri ku!" sungut Pram dengan menatap jengkel Takeshi.


"Penting untuk mu ka, bukan kaka ipar!" sungut Takeshi.


Dokter menggelengkan kepalanya, menatap Pram dengan senyum, astaga Tuan ini, tidak mengerti bagai mana rasa sakitnya sang istri, sudah bertanya soal itu, pengantin baru sepertinya mah, kalo di lihat dari usia sang istri.


Pram mengerutkan keningnya, "Bisa tidak, dok?" tanya Pram dengan tidak sabaran.


Dokter Akira berdehem, sebelum ia memberikan alasan untuk Pram, "Ehem ehem, kalo untuk itu, lebih baik Tuan berpuasa dulu. Demi ke sehatan dan ke nyamanan istri Tuan." jawab dokter.


Pram dan Takeshi ke luar dari ruangan dokter Akira, dengan wajah Pram yang di tekuk.


"Sudah lah ka! Dari pada wajah mu terus di tekuk, memikirkan ke hangatannn ranjang, lebih baik ikut aku ke markas, kita buat pelajaran pada Nona Harumi! Dalang dari orang yang sudah membuat kaka ipar jadi seperti ini!" ucap Takeshi dengan tangan yang mengepalll di depan wajah Pram.


Sorot mata Pram yang datar, langsung berubah menjadi tajam, seolah sedang memburu mangsa nya, yang tidak tahu sedang berada di mana. Ke dua tangan Pram menepalll dengan buku buku jari yang menonjol. Rahang pada pipinya pun mengeras, dengan gigi yang menggeretuk. Menunjukkan betapa marahnya Pram.


"Kau benar! Selagi Naira masih dalam pengaruh obat bius, lebih baik aku beri pelajaran pada Harumi. Enak saja wanita sialannn itu sudah membuat perjalanan bulan madu ku dan Nai beranta kan!" sungut Pram.


"Itu baru ka Pramana Sudiro! Biar aku bantu kau memberi pelajaran pada wanita sialannn itu ka!" timpal Takeshi, dengan tangan menepuk bahu Pram.


Dengan mengayunkan ke dua kaki nya dengan pasti, Pram dan Takeshi langsung memasuki lift. Takeshi langsung menekan tombol 1, yang akan membawa ke duanya ke luar dari rumah sakit.


"Aku akan hubungi Zang, meminta nya untuk tetap berada di ruang perawatan kaka ipar, sementara kita ke markas." Takeshi merogoh saku celananya, mengeluakan hapenya.


Pram hanya mengangguk kecil, tunggu aku sayang. Aku hanya akan meninggalkan mu sebentar, karena Nona Harumi, aku hampir ke hilangan mu! Maka aku harus menyingkirkan wanita sialannn itu dari dunia ini!"

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju markas Takeshi.


"Apa ka Pram tidak merasa penasaran, dengan wanita yang aku lihat di bar itu? Wanita yang sangat mirip dengan kaka ipar!" tanya Takeshi.


"Tidak! Wanita itu tidak penting bagi ku!" ucap Pram dengan acuh.


"Apa mungkin kaka ipar punya kembaran ka?" tebak Takeshi.


Pram mengerutkan keningnya, menatap datar Takeshi yang sedang fokus mengemudi, "Aku tidak perduli itu, mau dia kembar atau tidak! Yang aku tahu, istri ku hanya memiliki satu adik laki laki. Dan aku sangat mengenal keluarga istri ku! Jadi aku pasti kan... wanita yang kau pikir mirip dengan istri ku itu! Tidak ada hubungan apa pun dengan istri ku!" ucap Pram dengan yakin dan tegas.


"Cih segitunya kau ka! Ngomong ngomong, bagai mana dengan bisnis mu ka? Ku dengar kaka membuka hotel baru lagi? Apa kaka tidak ingin bekerja sama dengan ku, membangun hotel di kota ini?" ujar Takeshi.


"Ke betulan ada dana untuk membangun sebuah hotel, jadi ya aku buat. Mungkin jika kau ingin membangun sebuah hunian, semacan real estate... aku tidak akan ke beratan untuk menjalin kerja sama dengan mu!" seru Pram.


"Oke kalo begitu! Kalo begitu aku akan mencari lahan dulu, baru setelah aku mendapatkannya. Kaka yakin kan akan menjalin kerja sama dengan ku?" tanya Takeshi dengan penuh selidik.


"Kita lihat saja nanti!" Pram menjawabnya dengan mengambang, tidak memberikan jawaban yang pasti.


Membuat Takeshi berdecih, "Cih, apa apaan itu! Bukan jawaban yang memuskan!" sungut Takeshi, menatap malas Pram.


"Sudah cepat kemudikan mobilnya! Kau lelet sekali!" Pram menautkann jemarinya, dan membunyikan jemarinya hingga berbunyi.


Kreeeeek kreek kreek.


Hingga mobil memasuki sebuah gerbang bercat hitam menjulang tinggi. Mobil berhenti tepat di sebuah bangunan berlantai 2 yang cukup besar.


Ke duanya langsung turun dari mobil, saat dua orang berbadan besar, membukakan pintu mobil untuk ke duanya.


"Apa Nona Harumi membuat ulah?" tanya Takeshi pada anak buahnya yang mengikuti langkah kakinya di belakang.


Pram dan Takashi berjalan beriringan, dengan di ikuti dua orang berbadan besar yang tadi membukakan pintu mobil.


"Tidak Tuan, saat Nona itu sadar dan berteriak. Kami langsung memberikannya suntikannn yang membuatnya tetap tenang." terang anak buah Takeshi.


Pram mengerutkan keningnya, bertanya pada Takeshi, "Apa kau juga masih menggunakan obat itu, hem?"


"Tidak ka, hanya saja kami menggunakan nya untuk para tawanan." jawab Takeshi.


"Nona Harumi bukan tawanan mu, Takeshi! Buat apa kau memberikan nya obat itu?"

__ADS_1


"Sudah lah ka! Yang penting sekarang wanita itu ada di hadapan mu kan!" kilah Takeshi yang tidak ingin di salahkan Pram.


"Buka pintunya!" titah Takeshi pada anak buahnya yang berjaga di depan pintu.


Ceklek.


Pintu di buka, nampak Harumi yang ada di atas tempat tidur, masih lengkap dengan pakaian yang ia kenakan. Dengan tidak sadarkan diri.


Pram berdiri di sisi ranjang, tangan nya terulur mencengkrammm pipi Harumi. Seringai jahat dan tatapan sinis Pram, tertuju pada wanita yang kini nampak ke dua kelopak matanya bergerak gerak.


Pram mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada Harumi, "Buka mata mu wanita sialannn! Kau pikir aku bodoh, bisa kau tipu?" ucap Pram dengan penuh penekanan.


Takeshi berjalan mendekati Pram, melihat Harumi yang masih memejamkan ke dua matanya.


"Kaka yakin, akan memberikannya pelajaran seorang diri? Lebih baik kaka serahkan saja wanita ini pada ku?" tawar Takeshi dengan menatap Harumi penuh nafsuuu.


"Jelas aku akan menghabisiii nya dengan tangan ku! Bukan dengan tangan mu!" celetuk Pram.


Takeshi membola, menyayangkan sikap Pram, "Apa... di habisiii? Jadi kaka akan melewatkan tubuhnya dengan begitu saja?"


Pram mengerutkan keningnya, menatap sekilas Takeshi yang berada di sebelahnya, "Lalu kau pikir aku akan melakukan apa dengan wanita ini? Tentu saja aku akan menghabisinya! Akan ku buat ia merasakan apa yang di rasakan istri ku!" ucap Pram dengan tatapan tajam.


Bugh.


Pram melepaskannn cengkramannn tangannya dari wajah Harumi dengan kasar. Membuat wanita itu terhempas jatuh di atas tempat tidur.


Harumi langsung membuka ke dua matanya, ia meraih tangan Pram, "Tolong jangan sakiti aku! Jangan habisiii nyawa ku! Apa pun akan aku lakukan, asal aku bisa bersama dengan mu, tolong Tuan Pram! Aku sangat mencintai mu! Tidak bisa kah kau melihat aku sejenak? Besar cinta ku pada mu, aku bisa melakukan apa saja untuk mu!" ucap Harumi dengan terisak, bertumpu pada ke dua lututnya di atas tempat tidur, menatap Pram dengan penuh harapan.


Sreek.


Bugh.


Pram menepis tangan Harumi, tangannya langsung mendorong tubuh Harumi hingga ia jatuh di atas tempat tidur, tangan Pram berada di leher Harumi, mencekik wanita itu dengan tatapan yang menyeringai.


"Apa aku tidak salah mendengar apa yang kau ucapkan, Nona Harumi!" seru Pram.


"Wah bakal seru nih! Boleh kan aku mengambil videonya selama kalian bermain, ka?" tanya Takeshi dengan pikiran mesummm nya.


......................

__ADS_1


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭


__ADS_2