Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Perkara foto


__ADS_3

...💖💖💖...


Ku tatap wajah ka Pram dengan bibir mengerucut, sebenarnya aku masih penasaran dengan mimpi ka Pram tadi, apa jika aku bertanya, ka Pram tidak akan keberatan untuk menjawabnya ya?


"Apa ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya Pram dengan menatap dalam mata Naira. Pram yang sudah hafal betul dengan sikap ku jika di gendong diam dengan bibir mengerucut.


"Emmm, jika aku bertanya... tolong jawab jujur!" Pinta ku ragu.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Pram.


"Siapa wanita yang ada dalam mimpi kaka itu?" Tanya ku to the poin pada Pram.


Kening Pram mengkerut, seingat ku tadi aku memimpikan Embun tapi sepertinya dalam mimpi aku tidak menyebutkan nama... Itu lebih baik untuk Naira karena aku sendiri belum tau seperti apa responnya nanti. "Wanita?"


Ku urungkan niat untuk bertanya lebih lanjut, karena aku dapat melihat ke dua sahabat ku tengah berada di ruang tamu, menatap di dinding, tidak mereka sedang menatap bingkai foto yang berukuran besar yang terpajang di dinding.


Pram mengikuti arah tatapan Naira, syukur lah... aku tidak perlu repot repot mengalihkan perhatiannya, gadis menggemaskan.


"Ka?" Ku panggil Pram, "Kenapa kaka tidak memberi tahu ku? Bagai mana aku bisa menjelaskan pada mereka sekarang?"


"Nanti biar aku yang jelaskan pada mereka!" Pram membawa ku mendekat ke ruang tamu.


"Maaf ya kalian sudah menunggu lama!" Seru ku saat Pram sudah melangkah kan kakinya di ruang tamu.


Pram mendudukkan diri ku di sofa dengan menaikkan ke dua kaki di sofa dan meluruskannya.


Novi dan Serli menatap ke arah ku dengan tanda tanya besar di kepalanya.


Serli membatin, sejak kapan mereka menikah?


Novi membatin, apa jangan jangan anak kedei start udah pada tahu kalo Nai udah nikah sama ini cowo?


Pram mendudukkan dirinya di pegangan sofa yang sedang aku duduki.


"Tidak perlu di jelaskan, kalian pasti sudah mengertikan arti foto itu!" Seru Pram dengan dingin menatap bingkai foto dirinya dan Naira saat di hari pernikahan mereka.


"Kalian duduk lah dulu." Pinta ku.


Novi dan Serli pun akhirnya duduk dengan sorot mana yang sulit di artikan.

__ADS_1


"Maaf ya gays! Gw gak maksud buat sembunyiin ini semua dari kalian, gw cuma belum nemu waktu yang tepat buat jelasin ke kalian." Terang ku.


Novi dan Serli saling bertatapan lalu kembali melihat ke arah ku dan Pram secara bergantian.


"Itu hak lu ko Nai, mau terus terang atau gak sama kita... cuma gw kecewa aja samu lu... selama ini berarti lu gak percaya sama gw atau pun Serli?" Ujar Novi.


"Gw ngerti ko Nai, perasaan lu... kan lu pernah bilang habis lulus SMA mau lanjut kuliah di Bandung, tapi sekarang di saat lu masih berstatus pelajar aja lu udah nikah." Terang Serli.


"Tapi lu nikah bukan karena dung duluan kan Nai?" Tanya Novi dengan memegang perutnya dan menggambar kan perutnya yang mengembung.


"Ya gak lah... gila aja lu." Terang ku menyanggah pemikiran jelek Serli.


"Ya kali aja gitu, lu udah ngebet jadi dung duluan." Oceh Novi.


"Sialannn lu, bagen gini juga ka Pram bisa ko jagain gw, ya buktinya aja ampe sekarang ka Pram belum meminta haknya sama gw." Tanpa sadar bibir ku nyerocos dan mengatakan yang sebenarnya tentang aku yang masih suci.


Novi menatap tidak percaya pada Pram, "Aku tidak percaya pak Pram belum melakukannya pada mu, Nai."


"Itu terserah pada kalian berdua. Karena kalian sudah mengetahui nya, saya minta kalian untuk merahasiakan hubungan saya dan Naira dari halayak orang banyak.


"Apa alasannya, bapak meminta kami untuk merahasiakan pernikahan kalian berdua, pasti ada alasannya kan?" Tanya Novi.


"Batu kerikil?" Serli mengulang kata batu kerikil.


"Pada intinya Naira masih ingin mengikuti ujian tanpa adanya gangguan, jadi aku minta kalian untuk membatunya menyembunyikan status barunya kini." Pinta Pram.


"Baik lah." Ucap Serli.


Kini yang lain menatap ke arah Novi, menunggu jawaban apa yang akan di berikan Novi.


"Bapak ingin menyembunyikan status kalian yang baru ini bukan karena ada wanita lain kan di hati bapak?" Tanya Novi.


Ku tatap mata Pram, "Itu tidak benar kan ka?" Tangan ku melepuk paha Pram, memintanya untuk memberikan penjelasan. Harusnya aku sudah tau jawabannya kan, jika wanita lain itu memang ada.


"Bukannya bapak sangat dekat kan dengan beberapa artis dan beberapa model?" Tanya Novi


"Intinya kalian hanya perlu membantu saya untuk menutupi status kami saat ini!" Pram menggengam jemari Naira


"Asal bapak tidak menyakiti hati sahabat kami, rahasia bapak akan aman di tangan kami ini!" Seru Novi.

__ADS_1


"Jika sampai rahasia pernikahan ini tersebar pada halayak ramai, kau orang pertama yang aku cari dan ku mintai pertanggung jawabannya." Pram menatap tajam Novi dan Serli.


"Kaka ih, jangan seperti itu... mereka bisa di percaya." Ujar ku.


"Baik lah." Pram bangun dari duduknya, "Ku beri kalian waktu untuk membicarakan ini semua." Ujar Pram.


Cup.


Pram mengecup bibir ranum ku lalu pergi meninggalkan aku dan ke dua sahabat ku.


Serli dan Novi di buat melongo saat melihat kemesraan yang terjalin antara Pram dan sahabatnya Naira .


Novi bangun dari duduknya dan memilih untuk duduk di samping ku. Sedangakan Serli memilih berdiri dengan mata menjelajah memperhatikan setiap foto pernikahan Pram dan Naira yang di pajang di dinding dan ada beberapa bingkai foto yang berukuran kecil tersusun rapih di meja tivi.


"Apa pak Pram menyakiti mu, Nai?" Tanya Novi.


"Atau pak Pram sudah berbuat kasar pada mu?" Tanya Serli.


"Selama menikah dengannya, aku justru melihat sisi lain dari seorang Pram yang biasa di bicarakan orang banyak adalah lelaki kejam, bos yang kejam, pria dingin." Ujar ku.


"Jika bukan karena perkara foto, mungkin sampai detik ini aku belum tahu status baru mu, Nai!" Ujar Serli.


"Kau benar, Ser... tapi kalo bukan karena aku yang mendesak Serli untuk datang lagi ke sini, kita juga tidak akan mungkin tahu kalo di bumi ini masih ada alien." Seru Novi.


"Ko jadi alien sih?" Tanya ku, yang kini Novi bicara ngaur.


"Ah lu Nai, kaya ga tau Novi aja kalo lagi eror." Ujar Serli.


"Iya, meresahkan." Sahut ku yang lantas kami tertawa bersama.


Ku tatap Novi, "Oh iya Nov, ini ceritanya lu lagi bolos kerja?" Tanya ku.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut.


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


__ADS_2