
...💖💖💖...
Cowok misterius itu menatap punggung Naira yang berjalan menjauh dari pandangannya.
Menarik juga, kalo cewek laen pasti akan tersipu malu di saat gw gombalin, tapi dia malah jutek... Cewek langka. Menarik sudut bibirnya ke atas.
Ku taruh lagi buku komik yang tadi ku baca di rak buku bercampur dengan beberapa buku buku komik lainnya yang tertata rapih.
Ku tatap buku buku yang tertata rapi di rak buku, jari telunjuk kanan ku tanpa di intruksi nangkring di depan bibirku, muncul ide di kepala ku, kayanya seru juga buka cafe yang menyediakan berbagai macam buku yang bisa di baca di tempat.
"Ahah, gw tau nih dapat duit dari mana!" Seru ku dengan menjentikkan tangan kanan.
Aku pun berlalu ke luar dari perpustakaan menuju kelas.
Gak sia sia gw ke perpus, dapat aja lagi ilham, fiks nih tar pulang dari sekolah gw kudu ke kedei, gw omongin rencana gw sama bang Angga dan ka Ayu, mereka itu paling bisa buat di ajak kompromi masalah beginian. Aku berjalan dengan riang menuju kelas, langkah kaki ku seolah ringan tanpa beben.
Ku lihat ke dua sahabat ku tengah berdiri di depan dinding balkon depan kelas, entah apa yang mereka perhatikan.
Serli yang melihat Naira langsung menyerukan nama sahabatnya itu.
"Naira!" Serunya yang langsung menghampiri ku.
Novi pun langsung ikut menghampiri ku dengan wajah sesalnya.
"Maafin gw ya, Nai!" Seru Serli dengan menggelayut di lengan kanan ku.
"Iya, gw maafin." Seru ku.
"Gw juga ya, Nai! Gw udah salah besar sama lu, gak seharusnya gw ngomong gitu ke lu." Ujar Novi dengan mengatupkan ke dua tangannya di depan wajah.
"Udah deh jangan lebay! Masuk yuk!" Seru ku yang bejalan lebih dulu di ikuti dengan Serli yang memang tangannya masih nyantel di lengan ku.
"Apaan sih nih, ganggu aja!" Seru Novi yang menyingkirkan tangan Serli dari lengan ku.
"Aiiihs, jalan yang bener napa!" Seru ku yang menghempaskan tangan Serli.
"Lu sih!" Seru Serli.
"Lu tuh!" Seru Novi.
Pak Asep masuk ke dalam kelas bersama dengan seorang laki laki berseragam putih abu yang mengekorinya.
Sedangkan mata ku hanya tertuju pada buku tulis yang ada di atas meja, dengan tangan kanan memegang pulpen, pak Asep pasti akan memberikan materi, telinga ku harus terpasang dengan tajam biar bisa mencatat hal yang penting, menjadikannya suatu rangkuman.
"Ssst ssst! Siapa itu cowok?" Bisik Serli.
__ADS_1
"Mana gw tau, murid baru kali." Ujar Novi.
"Nai! Lu liet dong ke depan, buku mulu temen lu... noh lu liet ada yang bening di depan!" Seru Serli.
"Bening? Kalah air! Beningan juga air!" Seru ku yang lantas melihat ke depan.
Ku tajamkan mata, seperti mengenali sosok itu dan benar saja, kaya pernah liet muka itu orang... nah iya inget... itu cowok yang tadi ketemu di perpustakaan? Ngapain di sini?
Kelas sudah mulai bising dengan suara ribut ribut cewe, itu murid cowok di mata yang lain paling keren, udah tinggi, putih, mukanya ke bule bulean, bodynya juga wiiih keker gitu, gak pantes lah jadi murid, panternya jadi bodyguard.
"Siapa itu, pak?" Tanya Juni.
"Hai calon pacar!" Seru Ratna.
"Uuuwek, dia ogah ama lu!" Sentak Serli dengan tatapan mengejek.
Ratna menatap Serli jengah, "Ngapa lu? Ngiri ama gw? Lu mah lewat kalo di bandingin sama gw!" Ketus Ratna mengibaskan rambutnya.
"Jangan gitu, Ratna.... malu!" Seru Sopur.
"Apa sih lu!" Ketus Ratna dengan menatap jengkel Sopur.
"Anak baru, pak?" Tanya Elsa.
Buk buk buk.
"Stop stop, jangan pada berisik! Kalian ini anak SMA kelakuan kaya anak SD! Malu sama umur!" Seru pak Asep.
"Wuuuuu bapak nih, kan gini gini juga murid bapak." Ujar Juni.
Pak Asep menatap muridnya yang susah di atur dengan geleng geleng kepala, "Hus! Kalian diam! Biar nak Daren bisa memperkenalkan dirinya pada kalian semua... mengerti kan!" Seru pak Asep.
"Mengerti pakkkkk!" Seruan kompak dari semua murid.
"Hayo Deren, kenalkan diri kamu!" Seru pak Asep.
"Waaah namanya Deren, hay Deren!" Seru Ratna.
"Biasa aja keles!" Seru ku.
Seper sekian detik mata ku dan matanya bertemu, lalu ku palingkan wajah melihat buku ku kembali.
Mampussss pake dia ngeliet gw lagi! Mudah mudahan itu cowok gak ngenalin gw.
Daren menatap Naira dengan menarik sudut bibirnya ke atas, itu dia yang gw cari.
__ADS_1
"Nama saya Deren Sudiro Ajidana, saya pindahan dari LA, senang bertemu dengan kalian." Ujar Deren dengan ramah.
Gila ini sekolah, beberapa bulan lagi kan ada ujian akhir sekolah, kok bisa ya masih nerima murid baru? Jeritan batin ku. Mungkin gak sih ini orang berpengaruh. Ah tapi bukan urusan gw juga.
"Wiiiiih keren gays, LA." Celetuk Elsa.
"Ooooh namanya Daren Sudiro Ajidana, panjang amat itu nama!" Seru Novi mengulang nama lengkap murid baru.
"Yeeee, lu Nov. Nama Naira juga sama panjangnya, Naira Putri Wiguna, iya kan?" Jelas Serli yang mengingat nama lengkap Naira.
"Iya juga ya!" Seru Novi.
Apa? Sudiro? Itu kan nama rubah tua, Pramana Sudiro, tapi dia pake Ajidana, mungkin orang laen kali ya, gak mungkin lah mereka saling kenal apa lagi saling berhubungan.
"Untuk kenalannya bisa di lanjutkan nanti ya! Sekarang kamu duduk!" Seru pak Asep.
"Yaaaah, gak seru nih pak! Kenalan dulu dong, belajarnya nanti pk!" Seru Ratna.
"Wuuuuuuu!" Yang lain menyoraki Ratna.
Daren duduk di kursi paling belakang dan satu meja dengan Juni.
Ratna terus menatap Daren tanpa berkedip sampai cowok itu duduk, idaman gw banget ini cowok, udah bule, tinggi, kayanya anak orang kaya nih! Bisa lah gw manfaatin.
Juni mengulurkan tangan kanannya, "Juni."
"Daren." Daren dan Juni saling berjabat tangan.
"Semoga kita bisa jadi temen ya!" Seru Juni.
"Boleh, kalo lu bisa kasih info gw mengenai anak itu!" Seru Daren dengan mata tertuju pada Naira.
"Oooh, lu Naksir sama Naira?" Tanya Juni.
"Jadi namanya Naira! Cantik, sama kaya parasnya yang cantik." Ujar Daren. Daren menyeringai dengan mata memicing, gak akan lama lagi, gw tau siapa lu! Apa pentingnya lu buat dia.
Sayangnya Juni tidak dapat melihat tatapan yang di berikan Daren untuk Naira.
Pelajaran pak Asep pun di mulai, ada yang fokus dengan materi yang di berikan pak Asep ada juga yang matanya terus fokus pada siswa baru dalam kelas itu siapa lagi kalo bukan Daren.
Bersambung....
...💖💖💖💖...
Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊
__ADS_1
No komen julid nyelekit