
...💖💖💖...
"Wah bakal seru nih! Boleh kan aku mengambil videonya selama kalian bermain, ka?" tanya Takeshi dengan pikiran mesummm nya.
Pram mengerutkan keningnya mendengar ucapan Takeshi, "Apa maksud mu, Takeshi? Apa kau pikir aku akan menyentuhnya? Menjajahi tubuh wanita yang sudah membuat istri ku masuk rumah sakit? Merasakan sakitnya masuk ruang operasi? Jangan mimpi!"
Harumi berkata dengan terbata bata, "A- apa? Jadi wanita yang bersama mu adalah istri mu? Tuan Pram, kau pasti salah bicara kan? Mana mungkin wanita muda itu adalah istri mu, kau pasti hanya bergurau!" Harumi menyangkal ucapan Pram.
Pram menatap Harumi dengan sinis, "Bahkan detik ini... aku bisa saja menghabisiii mu!"
"Kau tidak akan sekejammm itu pada ku kan Tuan Pram?" tanya Harumi.
Pram semakin kencang mencekik leher Harumi.
Harumi ke sulitan bernafas, berkata dengan terputus putus, "Ugghhhh, Tu- an P- ram a- pa yang se- dang kau la- ku- kan? Kau bi- sa mem- bu- nuh ku!" ke dua mata Harumi membola, dengan sudut mata yang mengeluarkan bulir bening.
"Ka! Lebih baik kau serahkan dia pada ku! Aku jamin, dia tidak akan berani menyuruh orang untuk menyentuh kaka ipar lagi! Ayo lah ka! Sangat di sayangkan jika tubuh indahnya, tidak bisa di nikmatiii! Apa lagi wanita ini pasti memiliki nilai jual yang tinggi sekali pakai!" tatapan licik nampak di ke dua mata Takeshi saat melihat wajah ke takutan Harumi.
Tangan Harumi menggenggammm pergelangan tangan Pram yang mencekik lehernya, kepalanya terus menggeleng, "Ja- ngan la- ku- kan i- ni pa- da ku, Tu- an P- ram! A- ku a- kan me- la- ku- kan a- pa pun yang kau mau, a- sal kau mau mem- be- bas- kan ku! Bi- ar- kan a- ku per- gi da- ri si- ni!" dengan lidahnya, Harumi memohon pada Pram untuk di bebaskan, dengan air mata palsunya pula ia mengiringi sandiwaranya di depan Pram.
Harumi membatin, sialannn kau Pramana Sudiro, setelah aku bebas, akan aku habisiii wanita mu dengan tangan ku ini. Ku pasti kan... kau akan menyesali segala perbuatan yang sudah kau lakukan pada ku saat ini!
Pram menyeringi, semakin kencang mencekik leher Harumi, "Kau pikir aku tidak tahu, apa yang ada dalam pikiran mu heh! Wanita ular!" bentak Pram.
"Ka! Ular harus di balas dengan ular, biarkan senjata ku yang memberikannya pelajaran ka! Setelah itu, terserah ka Pram... mau menghabisi nyawanya dengan cara apa pun! Kita harus menyiksanya bukan ka? Kaka ipar pasti sangat tersiksaaa saat belatiii itu menghujam punggungnya!" Takeshi mengompori Pram dengan tangannya yang menepuk bahu Pram.
Harumi membatin, tidak... apa yang akan pria bodoh itu lakukan pada ku? Aku tidak sudi di sentuh olehnya, target ku hanya lah Pramana!
Pram menyeringi, menyetujui apa yang Takeshi ucapkan padanya, Pram melepaskannn tangannya dari leher Harumi. Pram beranjak dari atas kasur.
Harumi langsung buru buru beranjak dari posisinya, beringsut ke tepian tempat tidur. Menginjak kan kakinya di lantai dan berlari ke arah pintu. Tangan Harumi menggenggammm hendle pintu, namun sayangnya pintu dalam ke adaan terkunci.
Cetek cetek.
Harumi mengendor gedor pintu.
Bugh bugh.
"Buka pintunya! Siapa pun di luar! Cepat buka pintunya!" teriak Harumi.
Pram dan Takeshi menatap puas wajah ke takutan Harumi.
"Untuk urusan menyiksanya, ku serahkan dia pada mu!" Pram menatap Takeshi, lalu melirikkan matanya pada Harumi.
"Tapi setelah itu, ku pastikan ini adalah hari terakhir mu melihat dunia!" ucap Pram dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Ahahahhah itu baru kaka ku, ka Pramana Sudiro! Untuk mu, pasti akan aku buat wanita ini berteriak ke sakitan ka!" Takeshi tergelak, merasa puas dengan ke putusan Pram.
Takeshi menarik tangan Harumi dengan kasar dan menghempas kan tubuh Harumi ke atas kasur. Pram langsung ke luar dari kamar itu.
"Kau tidak akan bisa lari lagi, wanita ular!" seru Takeshi dengan melepasss baju yang ia kenakan.
Takeshi menyalakkan hapenya dengan mode video. Ia langsung menaruh benda pipih itu di dekat nakas, mengarahkan nya ke arah tempat tidur.
"Dengan cara ini, kau bisa menghasilkan banyak uang untuk ku hahaha!" ucap Takeshi yang kini menatap Harumi dengan seringai liciknya.
Membuat video layar mesumm, adalah salah satu bisnis Takeshi di dunia hitam. Belum lagi dengan hasil pemasukannya membuka bar dan wanita pemuas di dalamnya. Membuat nama Takeshi di perhitungkan dalam bisnis dunia malam.
Dengan wajah yang ke takutan, Harumi berkata, "Kau jangan macam macam dengan ku ya! Lepaskan aku dari sini! Atau kau akan masuk penjara!" ancam Harumi dengan terus beringsut, hingga tubuhnya mentok pada kepala ranjang.
Takeshi melorotkan celananya, menatap Harumi dengan penuh nafsuuu, lalu ia merayap bak cicak, untuk menggapai Harumi.
"Kau tidak akan bisa ke mana mana, Nona Harumi. Ayo temani aku bermain, kau tahu di setiap bar yang ada di sini, para wanita sangat mendambakan bisa tidur dengan ku! Apa kau tidak menginginkan ku? Hem!" ucap Takeshi dengan bangga.
Harumi mengayunkan kakinya ke arah Takeshi, namun dengan mudah di tepis Takeshi, dan menarikkk kaki Harumi, membuat tubuh Harumi kini berada dalam kungkungan Takeshi.
"Aku kan sudah bilang, temani aku bermain!" seru Takeshi dengan berbicara di depan wajah Harumi. Membuat Harumi menghirup aroma mint dari nafas Takeshi.
Harumi membatin saat tangan Takeshi mulai bergeriliaaa pada tubuhnya, aku tidak bisa seperti ini.
Harumi menyeringai dengan tangan yang terus mendorong dada bidang Takesh, "Aku bisa memberi kan apa pun yang kau mau, asal kau biarkan aku pergi dari tempat ini!" pria bodoh ini, pasti mau membebaskan ku dari tempat terkutuk ini!
Harumi melenguhhh, "Uuuhhh eeeehh aaahhh, apa pun yang kau inginkan! Cepat lepaskan aku, aku yakin kau tidak sejahat yang aku kira... tolong biarkan aku pergi dari tempat ini! A- aku akan berhutang budi pada mu!" sialannn, bajingannn jangan sampai aku terpengaruh dengan permainan gilanya, kau orang ke dua yang akan aku habisiii... setelah aku bebas dari tempat terkutuk ini!
Sreeek sreek.
"Aakkhh." pekik Harumi.
Takeshi menarik pakaian yang di kenakan Harumi, hingga memperlihatkan bentuk tubuh indahnya.
Harumi menyilangkan ke dua tangannya di depan dada, menutupi aset kembarnya.
"Apa yang kau lakukan? Dasar pria bodoh! Kau bajingannn!" teriak Harumi dengan histeris.
"Ahahahah, ayo teriak lah terus... jangan kau tahan, itu akan membuat ku semakin ingin menikmati permainan mu, beb!" Takeshi terkekeh melihat reaksi yang di tunjukkan Harumi.
Takeshi membatim, otaknya saja yang licik, di hadapkan dengan situasi seperti ini saja... nyali mu langsung ciut, hahaha dasar wanita bodoh! Berani mengusik ka Pram! Sama saja menggali kubur mu sendiri!
Sreek.
Dengan mudah Takeshi menarik segitiga penutup inti Harumi.
__ADS_1
"Jangan, kau tidak boleh melakukan ini pada ku! Kau akan menyesal!" teriak Harumi.
"Ahahahha aku akan menyesal jika mengabaikan inti mu! Kau akan merasakan kuatnya senjata ku, beb!" ucap Takeshi.
"Pergi kau!" tangan Harumi mendorong tubuh Takeshi.
Sreet.
Takeshi mengikat ke dua tangan Harumi dengan pakaiannya.
"Banyak bicara kau!" oceh Takeshi.
"Kau tidak bisa melakukan ini pada ku, Takeshi! Kau akan menyesal!" bentak Harumi dengan sesenggukan, sialannn jangan ia melakukan ini pada ku!
Bugh.
Takeshi mengarahkan senjatanya yang sudah meneganggg, ke arah inti Harumi. Menusukkan ke dalam dengan sekali dorongan.
"Akkkkkkk sialannnn, bajingannn kau Takeshi!" rintih Harumi dengan tangannya yang mengepal, saat bagian intinya di dorong paksaaa dengan senjata Takeshi.
Takeshi menyeringi, terus memacu pinggulnya dengan ritme cepat, membuat Harumi kelimpungan.
Silih berganti suara erangannn, desahannn, lenguhannn meluncur dari bibir Harumi. Namun batin Harumi tidak menerima, dengan apa yang di lakukan Takeshi pada nya, pria yang kini ada di atas tubuhnya. Pria yang kini mengendalikan tubuhnya. Harumi merutuki Takeshi.
Dasar pria biadabbb, aku tidak akan melepaskan mu, kau harus mati di tangan ku, Takeshi, Pramana dan wanita sialannn.
Bugh.
Takeshi membalikkan tubuh Harumi, ia menusukkan kembali senjataaa nya, dengan ke adaan Harumi yang tengkurap. Satu tangan Takeshi terulur menarik rambut panjang Harumi, membuat wanita yang ada di bawanya kini meringisss ke sakitan.
"Akkkkkhh." bajingannn kau Takeshi!
"Ayo katakan kau puas dengan permainan ku, wanita ular!" seru Takeshi dengan tangan lain yang mencengkrammm bokonggg Harumi, membuat kuku panjangnya meninggalkan jejak pada daging tak bertulang.
"Unghhhh sialannn kau Takeshi!" pekik Harumi.
Sementara di kamar lain, kamar yang bersebelahan dengan di mana Harumi dan Takeshi berada, Pram menyandarkan punggung dan kepalanya pada sofa empuk.
Telinganya dapat mendengar dengan jelas, jeritan Harumi dan rutukan yang terucap dalam batin Harumi.
"Setelah ini, tamat lah riwayat mu Nona Harumi!" ucap Pram dengan penuh penekanan.
......................
...💖 Bersambung 💖...
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤