
...💖💖💖...
"Memang siapa tadi yang menyiapkan baju kerja ku dan menaruhnya di atas kasur?" Tanya pak Pram santai sambil mengenakan pakaiannya.
Ah kenapa aku jadi bodohhh gini ya! Itu kan aku sendiri yang menaruhnya di sini.
Pak Pram berbisik di telinga ku, "Sepertinya kau harus terbiasa dengan bibir ku ini!"
"Apa?"
Pak Pram menggendong ku membawa ku ke luar dari kamar dan menaiki lift lalu membawa ku ke meja makan.
"Pak! Tas ku!" Seru ku saat melihat ransel sekolah ku masih ada di atas sofa.
"Nanti ku suruh orang untuk mengambilnya!" Seru pak Pram dengan entengnya.
"Pak, aku ke sekolah bawa tongkat penyanggah ya! Itu akan memudahkan ku untuk beraktivitas di kelas, aku janji tidak akan banyk gerak kok!" Rajuk ku dengan semanja mungkin dengan tangan ku meraba dada bidangnya yang tertutupi dengan kemeja dan jas yang ia kenakan, pilihan ku.
Menurut mbah gugel yang aku baca, ya gitu cewe harus bersikap manja hahaha dan ada kalanya cewe itu harus buat cowo di butuhin banget sama kaum cewe.
"Mau menggoda ku? Hem!" Seru pak Pram.
"Kan biar aku di bolehin bawa tongkat penyanggah, pak! Masa bapak mau ikut aku ke sekolah, yang bener aja!" Ketus ku dengan memukul dadanya yang bidang.
"Baik lah, selama kau tidak berbuat onar."
Aku membola, tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan, tadi dia bilang apa? Aku berbuat onar? "Apa? Berbuat onar?"
"Jangan menghilang."
__ADS_1
Sampai di meja makan, dengan beberapa maid perempuan yang berdiri di sisi kanan.
Pak Dedi menarik kursi dan pak Pram mendudukan ku di sana.
"Terima kasih pak Dedi!" Seru ku.
"Sudah kewajiban saya, Nona." Ujar pak Dedi.
Pak Dedi juga menarik satu kursi untuk pak Pram, lalu pak Pram duduk di sana.
Ku lirik kanan ku, aiiih ada acara apa ini para maid perempuan berdiri dengan berjejer gitu udah kaya lagi baris.
Pak Dedi mundur dan berdiri tidak jauh dari kursi pak Pram, kini seorang maid perempuan muda berdiri di antara aku dan pak Pram, ia hendak menyendokkan nasi putih ke piring pak Pram.
"Biar aku saja!" Seru ku menghentikan tangan maid yang hendak menaruh nasi di piring yang ada di hadapan pak Pram.
"Iya, itu kan dulu, sekarang kan aku istrinya pak Pram... biarkan aku menjalankan tugas ku yang kecil ini!" Pinta ku dengan sesopan mungkin.
"Apa yang di katakan Naira, sama dengan perintah ku!" Seru pak Pram.
Maid itu mundur setelah melihat ke arah pak Dedi.
"Ada lagi, Nona?" Tanya pak Dedi.
"Bisa tidak, tinggalkan aku berdua, aku risih saat sedang makan di tatap sama kalian." Ujar ku.
"Baik lah, selamat menikmati sarapannya Nona, Tuan." Pak Dedi dan maid yang lain meninggalkan meja makan, hingga tersisa aku dan pak Pram.
"Rupanya istri ku ini banyak ngatur dan banyak maunya ya!" Seru pak Pram.
__ADS_1
"Setidaknya aku tidak kejam seperti, bapak." Ketis ku sambil menyendokkan nasi dan lauknya ke atas piring pak Pram.
"Bapak tidak akan mengantar ku ke sekolah kan?" Tanya ku.
Kening pak Pram mengkerut dan balik bertanya, "Apa kau ingin aku mengantarkan mu?"
"Bisa tidak sih, langsung di jawab?" Ketus ku.
"Nanti kau di antar, pak supir dan di jemput kembali saat jam pulang sekolah." Ujar pak Pram.
"Baik lah." Setidaknya bukan pak Pram dan pak Dev yang mengantar ku.
"Satu lagi, pak!" Seru ku.
"Apa lagi?" Tanya pak Pram ketus, bocah ini bawe juga ya bibirnya...minta di bungkam dengan bibir ku sepertinya!
"Pakai mobil yang biasa aja, janagn lupa tongkat penyanggah untuk ku!" Seru ku.
Pak Pram menghela nafas kasar dan bangkit dari duduknya berjalan menghampiri ku.
Mati dah lu, pak Pram mau ngapain nih.
Bersambung....
...💖💖💖💖...
Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊
No komen julid nyelekit
__ADS_1