Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Mengancam nyawa


__ADS_3

...💖💖💖...


Kening Pram mengerut, ada yang ingin bermain main dengan ku rupanya.


Bugh.


Jlep.


Pram mendorong tubuh Naira masuk ke dalam mobil hingga tubuhnya terjerembah di kursi mobil.


Dengan gerakan tangan Pram yang cepat pula belatiii yang di arahkan pada Pram berbalik arah dan tangan Pram memintir pergelangan tangan lawannya dan belatiii yang di pegangnya pun jatuh ke lantai.


Haikal yang melihatnya langsung menutup pintu mobil, mengaman kan Nona Muda-nya agar terhindar dari bahaya yang mungkin saja akan mengancam nyawa Naira.


Pria yang menyerang Pram merintih dan berseru dengan suaranya yang naik satu oktaf,


"Aaakkkkh, tangan ku! Kurang ajarrr kau Pram! Harusnya kau mati di tangan ku!" Serunya dengan sorot mata yang memicing tajam.


Pengawal bayangan ke luar dari tempatnya dan langsung menghampiri Tuannya.


Pram menatap anak buahnya dengan perasaan jengkel, "Bodoh kalian! Tikus sekecil ini saja bisa lolos dari ke pengawasan kalian!" Geram Pram dengan terus menekan lengan si pelaku penyerangan hingga menempel pada punggungnya sendiri.


"Maaf Tuan, kami lalai!" Seru salah satu pengawal bayangan.


Pram menyerahkan pelaku penyerangnya pada pengawal bayangannya.

__ADS_1


Kini ke dua lengan pelaku penyerangan Pram di pegangai dengan erat, ia terus meronta dan mencaci maki Pram.


"Lepasss kan aku, bajingannn kau. Kau harus mati di tangan ku! Dasar kau iblis berkedok manusia! Biar ku hancurkan kau!"


Sedangkan orang orang yang melihatnya di buat bingung dan merinding atas apa yang baru saja ia lihat.


Salah seorang pengawal bayangan menyerukan pada yang lainnya untuk melanjutkan aktivitas mereka.


Sementara Naira di buat bingung dengan dirinya yang kini di kurunggg di dalam mobil seorang diri, tangannya berkali kali membuka pintu mobil namun tidak ada yang bisa ia buka.


Dari dalam mobil Naira hanya bisa melihat Pram yang tengah memegangi pria berpostur kurus tinggi tanpa bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Ada apa sih mereka, apa yang mereka bicarakan? Kenapa pria itu tampak marah sekali pada ka Pram." Gerutu Naira dengan kening yang mengkerut.


Naira tidak ke habisan akal, dengan tangannya yang mengetuk ngetuk kaca mobil, berharap Pram dan Haikal atau yang lainnya bisa menyadari dirinya yang berada di dalam mobil.


Sreek.


Pram mengerutkan keningnya saat melihat wajah pria yang hampir saja menikamnya dengan belatiii, "Kau?"


Pria yang ke dua lengannya di pegangi oleh pengawal bayangan pun berdecih.


Nusi berkata dengan berapi api, "Cih, harusnya kau mati di tangan ku Pram!" Seru Nusi dengan tatapan tajam pada Pram.


"Sudah bosan hidup rupanya kau ya!" Tangan Pram mengepal ingin segera menghabisi pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Pram melirik ke arah kaca mobil, menahan dirinya yang sangat ingin menghabisiii Nusi, sabar Pram, jika sampai Naira melihat mu menghabisiii nya, tamat lah riwayat mu Pram.


"Bawa pria ini ke markas!" Seru Pram dengan tatapan tajam siap menghabisi nyawa pria yang ada si hadapannya.


Sebuah mobil berhenti di belakang mobil yang akan di tumpangi Pram.


Pengawal bayangan menyeret Nusi dan mendorongnya masuk ke dalam mobil. Mobil berlalu meninggalkan hotel pusat dengan membawa serta Nusi.


"Maaf bos jika saya lancang." Haikal menjeda perkataannya, "Apa bos mengenali pria tadi?" Tanya Haikal dengan tangannya yang kini membukakan pintu mobil untuk bosnya Pram.


Naira langsung memeluk lengan kekar Pram, "Kaka dari mana aja?" Tanya Naira dengan mengadahkan wajahnya menatap Pram.


"Kau melihatnya aku dari mana?" Tanya Pram dengan manatap lekat wajah Naira.


Haikal mulai melajukan mobilnya, menuju tempat yang akan mereka datangi selanjutnya.


Pandangan Pram lurus ke depan, "Dia itu Nusi, salah satu kepala devisi yang sempattt aku pecat dan aku miskin kan!"


Kening Naira mengkerut, "Apa sih yang sedang kalian bicarakan?"


......................


...💖 Bersambung 💖...


...💖💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉😉


__ADS_2