
...💖💖💖...
"Apa yang sudah kau lakukan padanya heh!" bentak Pram.
"Apa maksud mu, Tuan Pram yang terhormat? Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan!" Jasen bangkit dari posisinya, ia menghapus darah segar yang ke luar dari sudut bibirnya.
Bugh bugh bugh bugh.
Pram melayangkan kembali kepalan tangannya di perut Jasen, dan membuat Jasen kembali terjatuh dengan lutut yang menopang tubuhnya.
Jasen menyeringai, menatap sinis Pram, kamu tidak akan pernah bisa menemukan nya Pramana, sekali pun jasadnya! Ku pasti kan istri kecil mu akan lenyap, nyawa di balas dengan nyawa Pramana Sudiro!
Beberapa orang bodyguard, datang menghampiri Pram dengan wajah yang pias.
"Maaf Tuan, kami tidak menemukan Nona."
"Berdasarkan informasi dari yang berjaga di luar pintu ke luar, Nona belum meninggalkan tempat ini, Tuan."
"Dari pantauan CCTV, Nona menghilang dari pandangan saat terjadi penembakan Tuan, keadaan semakin ricuh hingga Nona sulit untuk di deteksi ke beradaan nya."
Laporan dari para bodyguard membuat Pram geram, ia mengepalkan tangannya dengan keras hingga urat urat nampak tercetak nyata dari punggung tangannya, giginya pun ikut menggeretuk, matanya menatap tajam, hendak memburu siapa saja yang di anggap nya musuh.
Pram menarik taplak meja yang ada di dekatnya dengan kasar, hingga membuat benda yang ada di atas meja itu ikut berjatuhan menyentuh lantai.
Sreek.
Prang prang trang.
"Cari Naira sampai ketemu! Jika kalian tidak bisa menemukan nya, kalian semua harus membayarnya dengan nyawa kalian!" ucap Pram dengan dada yang naik turun, nafasnya memburu.
"Baik Tuan, kami akan berusaha menemukan, Nona." ucap Dega yang langsung mengarahkan pada yang lain untuk kembali mencari Naira.
Plak.
Atmaja menampar keras pipi Pram, "Ini semua pasti karena mu! Jika kau tidak membuat masalah pada ku, aku yakin putri ku tidak akan mengalami hal buruk seperti ini dalam hidupnya!" cicit Atmaja dengan menunjuk jari telunjuk tangan kanannya ke wajah Pram.
Pram tidak lagi merasakan sakitnya tamparan yang di layangkan Atmaja di pipinya, ia menatap tajam dan marah pada Atmaja.
"Haikal!" seru Pram dengan suaranya yang naik 3 oktaf.
Pram memberikan kode gerakan kepala dan mata ke arah Atmaja, membuat Haikal mengangguk patuh, ia juga berseru memanggil Dev sebelum melakukan apa yang Pram perintahkan.
Mata Pram menyapu isi ruang ballroom, aku yakin... aku bisa menemukan mu sayang! Panggil nama ku jika kamu sadar! Panggil aku, Nai! Langgil aku, bawa aku mendekat pada mu! Aku tidak bisa hidup tanpa mu, Nai!
__ADS_1
Grap.
Pram menahan lengan Atmaja, yang ingin melayangkan tamparan lagi di pipi Pram yang lain.
"Aku tidak melawan anda, bukan berarti aku takut pada anda... meski pun anda adalah orang tua istri ku sekali pun... aku tidak akan segan untuk menghabisi anda saat ini juga!" ucap Pram dengan penuh penekanan.
Pram menghempaskan tangan Atmaja dengan kasar. Atmaja yang mendengarkan ancaman Pram langsung diam tidak berkutik.
Atmaja mengedarkan pandangan nya... di mana kamu, nak! Papa harap, kamu baik baik saja. Papa sangat menyayangi mu!
Jasen di awasi terus oleh 2 orang bodyguard yang menjaganya.
Heni menghampiri Pram bersama dengan Dito, Heni memohon dan menagih janji Pram padanya, meminta Pram untuk menemukan Naira dengan terisak, dengan tangan yang memohon di depan Pram.
"Tolong temukan putri ku, nak! Tolong tepati perkataan mu, kamu bilang ingin melindungi Naira, putri ku! Buktikan perkataan mu, nak!"
Pram menepuk nepuk bahu Heni, "Aku sedang berusaha untuk menemukan nya! Aku yakin, Naira ku... pasti dalam ke adaan baik baik saja."
Haikal dan Dev menghampiri Atmaja, mereka berdua menyeret Atmaja dengan memegangi lengan Atmaja, meninggalkan ballroom hotel dengan terus meronta minta di lepaskan.
"Lepaskan aku! Hei kalian, dasar pria bodohhh! Lepas kan aku! Kalian mau bawa aku ke mana!" teriak Atmaja.
Pram mencari Naira kembali, aku yakin Jasen sudah melakukan sesuatu pada Naira... tapi apa? Apa yang sudah Jasen lakukan pada Naira! Apa yang sebenarnya terjadi pada Jessica... hingga membuat Jasen tega melakukan hal sekeji ini pada Naira!
Heni yang melihat Atmaja, langsung menghampirinya dengan memohon pada Dev dan Haikal.
"Maaf Nyonya, tolong kerja sama nya! Anggota kami yang lain juga masih mencari ke beradaan, Nona." terang Haikal dengan dingin.
Krek.
Pram menghentikan langkahnya, saat merasakan ada yang aneh di bawah sepatunya.
Jasen menatap Pram dengan wajah cemas, sialannn... bisa kacau rencana ku untuk menghancurkan Pramana, jika ia sampai berhasil menemukan istri nya!
Pram semakin yakin jika Naira kini semakin dekat dengannya, apa lagi setelah mendengar batin Jasen.
Pram menyingkirkan kakinya dari benda asing yang ada di bawah kakinya.
Pram mentapa tajam benda itu, benda yang sangat ia kenali, karena benda itu lah Naira dan Pram saling berdebat, membuat toko perhiasan seseorang hampir tutup karenanya.
Pram berlutut di depan benda itu dengan satu kakinya sebagai tumpuan, ia meraihnya dengan tangan kanannya, "Di mana kamu sayang! Ini pasti salah satu cara mu untuk aku bisa menemukan mu kan!" gumam Pram, menatap cincin Naira dengan mata berbinar.
Pram menolehkan wajahnya ke segala penjuru dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Tatapan mata Pram tertuju pada salah satu kolong meja yang tidak jauh darinya, benda yang di pakai Naira nampak terlihat sedikit dari kolong meja itu.
Dari tempatnya berpijak, Jasen dapat melihat kepala Pram yang menatap pada satu arah. Yang membuatnya di landa rasa gusar.
Jasen berusaha menepis pemikiran nya sendiri, akan pintarnya Pram yang bisa menemukan Naira yang ia sembunyikan.
Pram tidak mungkin dengan mudah menemukan wanita itu kan! Wanita itu pasti masih tidak sadar saat ini, aku harus buat Pramana menjauh dari tempat itu. Jika tidak, rencana yang sudah aku buat akan menjadi sia sia.
Dengan senyum yang tersungging di bibirnya, Pram beranjak dari posisinya. Ia melangkah dengan pasti mendekat pada satu meja.
"Samuel!" seru Pram dengan suara yang menggelegar.
Jasen yang melihat langkah Pram semakin mendekat ke meja yang di bawah kolongnya terdapat Naira, langsung bertambah gusar. Jasen melirikkan ujung matanya ke arah samping, dengan pikiran liciknya.
Jasen membatin, aku tidak akan membiarkan mu hidup bahagia, dengan wanita mana pun Pramana! Kamu harus merasakan hancur seperti apa yang kau perbuat pada Jessica!
Dengan gerakan yang tidak di duga oleh 2 bodyguard yang berjaga di belakang Jasen, Jasen mengambil senjata api yang di pegang salah satu bodyguard, dan mengarahkan nya ke arah Pram dengan berseru.
"Pramana! Enyah kau!" seru Jasen.
Dor.
"Booos!" teriak bodyguard dengan kencang ke arah Pram.
Bertepatan dengan Pram yang kini berada di depan meja yang ingin ia capai.
Bughhh.
...................
...💖 Tamat 💖...
Terima kasih buat kalian yang sudah baca sampe bab terakhir.
Gantung ya ceritanya 😅😅😅
Mau pada tau gak nih kelanjutan nya 😁
Pram kena ke tembak apa kaga 🤔
Naira masih hidup apa udah mati 🤔
Tunggu sesan 2 nya ya 😁😁
__ADS_1
Makasih semuanya 😘😘
Salam sayang penuh halu 💃💃