
...💖💖💖...
"Tapi aku masih tidak mengerti apa maksud perkataan mu ka!" Seru ku dengan tangan usil menowel pipi Pram yang halus dan mulus.
"Apa yang akan kau lakukan jika aku menghadiri acara penting bersama dengan wanita cantik?" Tanya Pram dengan mata menatap tajam dan sudut bibir di tarik ke atas.
Aku memutar bola mata malas, giman ya, ka Pram kan orang penting di hotel, apa lagi emang udah terkenal di dunia bisnis, apa aku kuat ya kalo liet ka Pram bersama dengan wanita lain? Emmm tapi kan emang ka Pram ini di kelilingin sama cewek cantik.
Pram membaringkan tubuh Naira di atas kasur dengan hati hati.
Pram menatap kaki kiri Naira yang masih di gips, lama sekali kaki mu ini sembuh, Nai!
Kini Pram ikut merebahkan tubuhnya di samping Naira, "Apa kau tidak bisa menjawabnya? Tanya Pram.
"Itu hak mu ka, mau kaka dekat dengan siapa pun, itu urisan mu, bukan urusan ku!" Ku palingkan wajah enggan menatapnya.
Pram memiringkan tubuhnya menatap Naira yang membuang wajahnya ke arah lain.
"Kau marah pada ku, Nai?" Tanya Pram.
Ku hembuskan nafas dengan kasar mendengar pertanyaan yang ke luar dari bibir Pram, pertanyaan bodohhh macam apa itu? Dia sendiri yang bilang di atas surat perjanjian, aku tidak berhak ikut campur dengan urusan pribadinya, sekarang malah bertanya pada ku dan apa dia sedang meminta pendapat ku? Apa itu masih penting baginya?
Pram menatap Naira yang masih diam dan enggan menjawab, apa mungkin Naira marah pada ku ya?
Dengan tangannya Pram mengelus lembut pipi Naira yang mengembung, "Nai! Ini aku lakukan hanya untuk mu, dulu aku melakukannya bukan untuk siapa siapa, tapi kali ini aku melakukannya hanya untuk mu!" Seru Pram yang mencoba menjelaskan apa yang akan terjadi esok hari.
Aku semakin di buat tidak mengerti dengan perkataan pria dewasa ini, ku tatap wajahnya, lalu ku genggam tangannya yang sedari tadi membelai pipi ku.
"Emang ka Pram melakukan apa untuk ku? Kan kaka sendiri yang bilang di surat perjanjian, aku tidak berhak mencampuri urusan pribadi mu, ka!"
Kenapa bocah ini jadi mengungkit soal surat perjanjian sih! "Aku sedang tidak membahas surat perjanjian, Nai!" Seru Pram dingin.
Aku harus melindungi mu dari orang orang yang bisa saja mengancam nyawa mu. Tidak akan ku biarkan mereka tau status kita ini sampai aku yakin kau benar benar aman, Nai. Setidaknya aku harus mengabulkan keinginan mu untuk mengikuti ujian sekolah.
Ku hempaskan tangan Pram yang sempat ku genggam, "Makin gak jelas deh." Gerutu ku kesal yang merasa di abaikan Pram.
Kini Pram melingkarkan tangannya di atas perut ku, "Sudah malam, cepat lah tidur!" Serunya yang lalu mengecup kening ku.
Ku buang nafas dengan kasar, "Nyeselin banget sih!" Sungut ku, "Tau gitu tadi mending gak usah ngomong ka Pram!" Dumel ku dengan bibir mengerucut dan ke dua mata yang ku paksakan terpejam.
__ADS_1
Dalam mata yang terpejam, dalam diam ku, ku hirup aroma tubuhnya yang tampak menyejukkan, rasanya begitu tenang dan nyaman saat berada dekat dengannya, berbeda dengan dulu yang rasanya begitu esmosi jiwa padanya apa lagi tahu papa ku di bawa oleh orangnya, pikiran jelek saat itu terus menghantui ku.
Siapa sangka orang kejam itu memberi ku pilihan untuk menjadi istrinya atau nyawa papa ku sebagai gantinya.
Mungkin dia pikir, dengan menjadikan aku istrinya, Pram akan dengan mudah menindas ku dan saat itu pula aku bertekad jangan harap kau bisa menindas ku lebih lama lagi Pramana Sudiro.
...🍂 Keesokan paginya 🍂...
Kali ini Pram yang mengantarkan Naira ke sekolah dengan honda jazz berwarna hitam, Pram mengenakan kaos putih lengan panjang yang membentuk tubuh atletisnya dengan bawahan celana jins, kaca mata hitam menutupi matanya yang tajam.
Di balik kemudi, sesekali pandangan Pram teralihkan oleh wajah Naira yang kali ini berbeda di matanya.
"Nai!"
"Apa?" Jawab ku singkat.
"Tujuan mu ke sekolah untuk belajar kan? Bukan untuk menggoda teman laki laki mu!"
Aku langsung menatapnya tajam, "Menggoda? Bukannya kaka yang berniat menggoda teman perempuan ku di sekolah!" Tanya ku dengan ketus dan ke dua tangan melipat di dada.
"Aku hanya memgantar mu ke sekolah, Nai!"
"Ada yang salah dengan penampilan ku?" Tanya Pram.
"Kaka jadi gak sih menghadiri acara penting kaka itu!" Tanya ku dengan mata menatap ke depan jalan.
"Iya, jadi... kenapa? Kau mau menemani ku?"
"Engga, yang ada aku di bully sama fans kaka itu."
Memang aku tidak berniat untuk mengajak mu, Nai. Itu akan sangat berbahaya untuk mu.
Dengan satu tangan pram membelai rambut Naira, "Bersabar ya, jika sudah saatnya... kita akan publikasikan hubungan kita ini." Ujar Pram.
"Siapa juga yang ngarep hubungan kita ini di publikasikan ka? Aku gak pernah minta loh ya hubungan kita ini di publikasikan, toh aku belum melewati ujian sekolah... aku juga gak mau ya sampe ketawan pihak sekolah kalo aku ini udah nikah." Ujar ku.
"Biar pun pihak sekolah tahu, kau tetap bisa mengikuti ujian... itu pun jika kau mau!" Pram menarik sudut bibirnya ke atas.
"Tidak perlu, biar begini aja... aku lebih nyaman begini."
__ADS_1
Mobil Pram berhenti tidak jauh dari gerbang sekolah.
Naira meraih tangan kanan Pram dan mencium punggung tangan suaminya, Pram pun mengecup kening Naira.
Saat tangan ku hendak membuka pintu mobil.
"Belajar yang baik, jaga mata mu dari bocah tengik dan teman laki laki mu." Pinta Pram.
Wajah ku menoleh ke arah Pram, "Lalu bagai mana dengan mu ka Pram? Apa kau sudah menjaga mata mu dari wanita wanita cantik yang ada di sekitar mu?" Ledek ku dengan nada mengejek.
Pram meraih pundak Naira dan mencengkramnya, "Setidaknya hati ini hanya milik mu, sayang!"
Pram mengecup lembut bibir ranum Naira.
Tangan ku menyingkirkan tangan Pram dari bahu ku, "Sebodo lah, ka."
Aku pun ke luar dari dalam mobil dengan tongkat penyanggah, harus bersabar lagi jika ingin kembali pulih kaki ku ini.
Pram menatap punggung Naira yang berjalan semakin menjauh dari pandangannya.
Lewat benda pipih yang ada di tangannya ia berkata, "Awasi terus, jangan sampai pandangan mu lepas darinya!" Seru Pram.
"Baik, bos."
"Ingat, jika sampai terjadi sesuatu padanya.. nyawa mu yang akan menjadi teuhannya!"
"Saya mengerti, bos."
Pram pun menyimpan kembali benda pipih itu ke dalam saku celananya.
Hari ini waktu Pram akan di sibukkan dengan acara opening Hotel Pelangi yang ada di kawasan Jakarta dan untuk itu ia membutuhkan Haikal dan orang orangnya untuk tetap berada dekat dari Naira.
Bersambung....
...💖💖💖💖💖...
Salam manis author gabut.
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁
__ADS_1