
...💖💖💖...
Bugh.
"Maaf Tuan, saya tidak sengaja." ucap seorang pelayan toko yang tidak sengaja menyenggol lengan Naira. Saat ia akan ke luar dari toko, sedangkan Naira dan Pram akan memasuki toko perhiasan tersebut.
Pram tampak menatap tajam pria yang ada di depannya, sedangkan pria itu tidak berani menatap Pram, ia berkali kali membungkuk, sambil berucap, "Maaf Tuan, saya benar benar tidak sengaja menyenggol Nona... maaf Nona, saya salah!" ucapnya dengan bulir sebesar biji jagung menghiasi keningnya.
Naira memperhatikan wajah Pram, tangannya terulur mengelusss lengan dan dada Pram, "Ingat gak boleh marah, tarik nafas, buang perlahan, kontrol emosi! Oke!" Cicit Naira dengan tatapan penuh harap pada Pram.
Pram melakukan apa yang Naira perintahkan, Naira memanfaatkan nya dengan mengibaskan tangan nya, menyuruh pria yang masih tampak tegang itu untuk segera beranjak dari tempatnya berpijak.
"Terima kasih Nona, semoga apa yang kalian rencana kan berjalan dengan lancar." cicit karyawan pria yang langsung beranjak dari tempatnya berpijak.
"Selamat datang Tuan Pram, Nona Naira!" ucap salah seorang pria, bersetelan rapi menghampiri ke duanya, yang masih berdiri di pintu masuk toko berlian yang ada di salah satu mall ternama.
"Bisa kita langsung saja, melihat apa yang bisa kalian perlihatkan pada kami!" ucap Pram dengan datar.
"Bisa Tuan... ke betukan karyawan saya, sudah menyiapkan beberapa set berlian dengan kwalitas terbaik untuk di perlihatkan pada Tuan dan Nona."
"Jangan banyak bicara, cepat jalan... tunjukkan di mana barang nya! Jika barang yang kau perlihat kan tidak membuat ku puas!" Pram menggantung perkataannya.
Membuat pria yang tidak lain adalah manager sekaligus pemilik toko, dengan sulit menelan saliva nya.
__ADS_1
"A- apa yang a- kan Tuan lakukan pada toko saya ini?" cicitnya dengan tergagap.
"Ka Pram! Udah deh gak usah mulai!" cicit Naira dengan mencubit kecil pinggang Pram.
"Aku hanya sedang bernego dengannya, sayang!" seru Pram, "Kau jalan lah duluan, lihat lihat... kali aja ada yang kau suka!" ujar Pram lagi.
"Jangan aneh aneh ya, ka!" ucap Naira, dengan kaki yang mulai melangkah, melihat lihat beberapa perhiasan yang ada di dalam etalase pajangan.
Pram berkata dengan penuh penekanan, "Ku pastikan toko ini akan tutup dalam waktu dekat!" cicit Pram, setelah memastikan Naira tidak akan lagi mendengar ucapannya, yang terkesan mengancammm pemilik toko.
"Ti- tidak a- akan mengecewakan, Tuan Pram. Saya pasti kan itu!" cicit pemilik toko, mesti ada ke raguan di hatinya yang paling terdalam.
"Udah kan ngobrolnya, ayo kita lihat perhiasannya!" cicit Naira yang kini menghampiri Pram, dengan tangan kanannya yang melingkar di pinggang Pram.
Pram mengecup sekilas bibir Naira, membuat Naira merona malu, di cium Pram di depan umum, ada beberapa pasang mata yang menatapnya iri.
"Kalian patut di nobatkan pasangan yang paling romantis... dengan Tuan Pram yang menjadi Tuan bucin hehehe, maaf Tuan saya hanya bergurau saja, jangan di ambil hati perkataan saya ini!" cicit pemilik toko dengan jemarinya yang membentuk huruf v, saat Pram melototkan matanya pada pemilik toko itu.
"Ucapan mu ada benarnya juga!" ucap Pram dengan datar.
Pemilik toko berjalan lebih dulu, ke sebuah ruang yang merupakan ruang kerjanya, dengan di ikuti Pram dan Naira di belakangnya.
Di atas mejanya sudah terpajang beberapa set perhiasan bertahta kan berlian dan permata, yang sangat menyilaukan mata, siapa saja yang melihatnya akan membuatnya terpana dengan kilau nya dan ukirannya, bentuknya yang sangat cantik di pandang mata.
__ADS_1
Pemilik toko mempersilahkan ke duanya untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya, mereka berjarak dengan meja yang di atasnya sudah tersusun beberapa set perhiasan, dengan berbagai warna permata, ada yang merah, putih, hijau, biru, dan hitam, dengan emas putih, emas kuning dan ada juga yang perpaduan.
"Apa ada yang kau suka, sayang?" tanya Pram dengan mengelusss punggung Naira.
Naira menatap perhiasan yang ia lihat dengan mata yang berbinar, Astaga ka, ini cantik cantik bangat, indah lagi, ya ampun maha besar kuasa mu ya Allah, ini kilaunya benar benar indah." ucap Naira dengan takjub.
"Lalu bagai mana dengan ukiran nya? Bentuknya? Apa ada yang membuat hati mu tertarik?" tanya Pram lagi.
Pemilik toko menarik nafas panjang, dengan wajah tegang. Takut jika Naira akan menjawab tidak suka, yang akan membuat tokonya terancam tutup.
"Kalo ka Pram, apa ada yang ka Pram suka dari ini semua? Ayo pilih salah satu untuk ku!" ucap Naira yang menyerahkan Pram, untuk memilih kan sendiri perhiasan yang akan ia pakai untuk acara resepsi pernikahannya kelak.
Pram mengerutkan keningnya, "Kau meminta ku untuk memilihnya? Kenapa tidak kau saja sayang, kau yang akan mengenakannya!" ucap Pram.
"Aku akan mengenakan perhiasan mana pun yang kaka pilih untuk ku, jika kaka suka, aku akan menyukai nya." tutur Naira.
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤
Makasih yang sudah dengan setia 😉
__ADS_1