Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tidak ada pilihan


__ADS_3

...🍂🍂🍂...


"Apa apaan ini, kenapa isi Surat Pernyataan nya seperti ini, heh?" ucap Naira dengan kesel.


Jelas Naira kesel, isi pernyataan nya gak adil buat Naira dan menguntungkan bagi Pram.


"Aku tidak perlu bertanya, kau suka atau tidak dengan isi surat itu kan! sekarang kau hanya punya 2 pilihan, tandatangani atau nyawa orang tua mu yang menjadi ganti nya?" Pram menjeda kata katanya dan menyodorkan pulpen ke Naira.


"Bukan hanya nyawa papa mu yang menjadi taruhan nya, tapi juga ada ibu, adik, nenek dan semua karyawan papa mu mau pun karyawan yang ada di kedei mu.. semua keputusan ada di tangan mu!" Pram menarik sudut bibirnya dengan sorot mata tajam dengan kedua tangan yang saling bertautan di atas meja, menanti kan Naira untuk menandatangani surat pernyataan yang ia buat.


Kali ini ku pasti kan kau tidak akan berkutik Naira, mau tidak mau, suka tidak suka, kau pasti akan menandatangani nya! batin Pram.


Naira membaca lagi isi pernyataan yang sudah di buat Pram oleh nya.


...Surat Pernyataan...


Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan sadar sesadar sadarnya, menyetujui apa yang sudah di sepakati dengan pihak 1 yaitu Pramana Sudiro.


Pihak 1


Nama : Pramana Sudiro


Usia : 25 tahun


Status : Pengusaha


Pihak 2


Nama : Naira Putri Wiguna


Usia : 17 tahun


Status. : Pelajar


Untuk pihak 1


1. Menikahi pihak 2.


2. Wajib memberikan nafkah 200 juta per bulan.


3. Tidak ada aturan.


Untuk pihak 2


1. Menikah dengan pihak 1 tanpa paksaan.


2. Harus tinggal di rumah pihak 1.


3. Pihak ke 2 sudah harus berada di rumah saat pihak 1 pulang.


4.Tidak boleh mencampuri urusan pribadi pihak 1.


5. Dilarang bertanya pada pihak 1.


6. Menuruti saat pihak 1 meminta hak nya.


7. Tidak boleh menjalin hubungan dengan pria lain.

__ADS_1


8. Tidak ada pihak lain yang boleh tahu mengenai perjanjian yang sudah di sepakati bersama.


9. Pihak 2 akan mendapat kan uang nafkah 200 juta per bulan.


10. Tidak ada kontak fisik dengan pria lain.


11. Pihak ke 2 tidak berhak meminta pisah.


12. Peraturan yang lainnya menyusul.


Bila pihak 2 melanggar perjanjian, maka saya Naira Putri Wiguna siap menerima resiko yang di berikan Pramana Sudiro.


^^^1 September 2022^^^


Pihak 1


^^^Pihak ke 2^^^


Pramana Sudiro


^^^Naira Putri Wiguna^^^


Naira meremas kertas perjanjian yang sudah ia baca, lalu di lemparkan nya ke depan wajah Pram.


"Dasarrr kau gila." ketus Naira.


Pram menyeringai, lalu menyodorkan lagi kerts pernyataan dari dalam laci meja kerja nya.


"Aku sudah menduga hal ini akan terjadi, silah kan kalau kau mau, aku masih punya beberapa lagi untuk kau buang... ingat Naira banyak nyawa yang bergantung pada mu." Pram menyandarkan tubuhnya di sandaran bangku, menatap lekat wajah Naira yang pucat.


"Kenapa kau melibatkan mereka, pak Pram?"


Kau akan mendapat kan hukuman, karena telah menbuat Naira sampai seperti ini! ancam Pram meski dalam hati pada orang yang ia suruh untuk mengawasi Naira.


Pram memang menyuruh anak buah nya untuk melakukan apa saja untuk menghalangi Naira untuk sampai ke Hotel Pelangi yang ada di daerah xx, menyuruhnya untuk menabrak namun tidak menyangka akan membuat Naira hingga terluka dan kakinya sampai di gips.


Rasa nya ada rasa tidak suka saat Naira celaka dan terluka karena orang lain, tapi ia akan senang bila Naira celaka dan menderita karena nya.


"Kau iblis berbentuk manusia, pak Pramana!" Naira menggenggam pulpen dengan kenceng saking kesel nya melihat wajah Pram yang menyebal kan bagi nya.


"Terserah apa kata mu." Pram acuh.


"Boleh aku bertanya?" Pram mengangguk.


"Ada dendam apa kau dengan ku? hingga membuat pernyataan seperti ini, heh?"


"Pertama, karena papah kesayangan mu telah dengan berani bermain main dengan ku." ujar Pram, tapi dalam hatinya, aku tahu bukan papa mu pelaku nya, tapi kau tenang saja Naira, karena pelaku yang sesungguh nya sudah menjadi daging bakar.


"Itu bukan salah papah ku!" Naira kekeh Atmaja tidak bersalah.


"Tapi kau tidak bisa membuktikan nya, iya kan? aku anggap papa mu pelaku nya." Pram menarik sudut bibirnya.


"Ke 2, kau sudah dengan berani mempermalukan ku!"


"Kapan aku mempermalukan mu?"


"Saat kau mencari ku di hotel, bukan kah sikap mu sudah membuat aku malu? kau berteriak pada ku!"

__ADS_1


"Cuma karena itu? kau jadi seperti ini pada ku? maaf pak Pramana Sudiro yang terhormat, saya rasa anda harus mencuci otak anda, saya tidak bermaksud mempermalukan bapak, saya hanya tidak suka anda membawa papa saya dengan paksa... apa itu salah?"


Anak ini, terlalu banyak membuang waktu ku. batin Pram.


Aku akan mengulur waktu hingga kau merasa jenuh dan membebaskan papa tanpa adanya pernyataan konyol ini. batin Naira.


"Dev." Pram berteriak memanggil nama Dev yang sedari tadi berdiri di balik pintu, hingga membuat Naira berjingkat kaget dengan suara menggekegar dari Param.


"Iya, pak?" Dev membungkuk hormat di depan Pram.


Untuk apa lagi si pram jahat ini memanggil pak Dev? batin Naira menatap ke dua mahkluk yang sudah menyusahkan nya dengan bergantian.


"Apa orang mu sudah berada di lokasi?" tanya Pram.


Apa maksud? berada di lokasi?" batin Naira lagi.


"Mereka sudah berada di lokasi dari tadi pak, hanya tinggal menunggu perintah dari bapak saja." ujar Dev datar.


Kenapa perasaan ku jadi tidak enak begini? ini tidak ada hubungan nya kan dengan kedei dan juga gudang furniture papa? batin Naira.


"Kau pasti bertanya tanya kan, Naira?" Pram menatap Naira lalu menyuruh Dev melakukan video call dengan orang suruhan nya.


Naira membola saat melihat video call tersambung, lalu Dev memutuskan sambungan nya dan melakukan video call dengan yang lain, lagi lagi Naira membola saking kaget nya dengan apa yang ia lihat.


Sudah ada beberapa alat besar dengan banyak nya orang orang Pram yang berdiri di depan gudang furniture dan di depan kedei start.


"Apa yang akan kau lakukan, pak Pram?" Naira berdiri dengan kedua tongkat penyanggah kaki nya.


"Aku sudah bilang kan, banyak nyawa yang bergantung pada mu... jika kau tidak mau menandatangani surat itu, aku akan memerintahkan Dev untuk meratakan gudang furniture dan juga kedei mu, Naira." Pram tersenyum puas saat melihat wajah Naira pias.


Pram yang melihat tingkah aneh Naira dengan maju beberapa langkah ke hadapan nya langsung berdiri dari duduknya.


"Kau keterlaluan, pak Pram!"


Naira melayangkan tongkat kayu penyanggah kaki kanan nya ke wajah Pram namun dengan sigap Pram menghempaskan tongkat kayu itu dengan tangan kanannya hingga jatuh ke lantai lalu menarik tangan kanan Naira dan memutar tubuh Naira hingga memunggunyinya dan punggung Naira menempel di tubuh depan Pram.


Tangan kanan Pram menahan tangan kanan Naira yang memberontak, sedangakan tangan kirinya memeluk tubuh Naira hingga melingkar di pinggang langsing nya.


Pram mendekatkan bibirnya ke telinga Naira, "Aku tidak pernah bermain main dengan ucapan ku, Naira.. tanda tangani surat itu sekarang atau kau mau menyaksikan sendiri bagaimana aku menghancurkan tempat usaha mu dan papa mu? dan apa yang akan terjadi pada semua karyawan kalian? ibu mu akan masuk rumah sakit karena syok, belum lagi di tambah dengan kabar kematian Atmaja, apa kau mau aku menunjuk kan nya pada mu sekarang?"


Pram mengarahkan tubuh Naira ke depan surat pernyataan dan melepaskannya, "Cepat lakukan!" bentak Pram.


"Siallll." gumam Naira, tidak ada pilihan lain bagi ku selain menandatangani nya.


Naira menandatangani surat pernyataan itu di depan Pram dan Dev.


"Gadis pintar." oceh Pram saat melihat kertas yang kini sudah di bubuhi tandatangan Naira.


"Atur semua nya, Dev." ucap Pram dengan menatap lekat wajah Naira dan dengan sekali tarikan tubuh Naira sudah berada dalam gendongan nya.


"Haiii, turunkan aku!" teriak Naira.


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Aih aih, mau apa lagi itu si Pram

__ADS_1


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit


__ADS_2