Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Meringkusss pelaku


__ADS_3

...πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


"Iya, kami tadi lagi tidak ada di kedei waktu terjadi ke bakaran." Ucap Juni.


"Kalian kemana?" Tanya Naira.


"Gw nganter Elsa beli obat di apotek, Nai." Ujar Juni.


Naira mengerutkan keningnya, "Obat? Lo sakit, Sa?"


"Iya badan gw ga enak, badan gw rasanya lemes, gw juga ngerasa mual." Terang Elsa.


Yang mendengar penuturan Elsa menatap curiga pada Juni.


Mega menatap curiga Juni, apa jangan jangan Elsa hamil anak Juni ya? Selama beberapa hari ini kan mereka deket banget.


Rion membatin, apa ke bakaran kedei ada hubungannya sama ini bocah? Tapi apa alasan Juni ngelakuin ini semua? Mereka berdua kan teman satu sekolah dengan Naira, masa iya mereka tega ngelakuin ini semua sama Naira!


Juni menatap bingung Naira dan yang lainnya, kenapa sama yang lain ya? Ko matanya gitu banget ya ngelietin gw?


"Mending lo sekalian periksa aja, Sa!" Seru Naira dan menatap Pram, "Iya kan ka? Bisa Elsa di periksa sekalian?" Tanya Naira dengan tatapan memohon pada Pram.


Pram merangkul bahu Naira, "Tentu saja bisa!" Ujar Pram dengan tegas.


"Gak usah Nai, minum obat sama istirahat sebentar juga nanti baikan kok." Elsa menolak tawaran Naira untuk di periksakan sekalian oleh dokter, Naira udah peduli banget sama gw, gw gak mungkin tega bersenang senang di atas ke susahan Naira.


"Jun, mending lo antar Elsa pulang aja biar Elsa bisa istirahat di rumah, biar di sini ada gw sama yang lain." Usul Naira.


"Biar gw di sini sebentar lagi Nai, gw mau tau keadaan Novi sama ka Ayu!" Seru Elsa yang menolak untuk di antar pulang oleh juni.


Dalam diam Pram menatap tajam pada ke dua karyawan Naira sekaligus teman sekolah Naira, apa maksud anak ini? Apa ke bakaran yang menimpa kedei start ada hubungannya dengan ke dua orang ini? Atau ini hanya lah kecelakaan biasa? Aku harus meminta Haikal dan Dega untuk benar benar menyelidiki kasus ini!


Dalam diam Angga memperhatian pandangan Pram yang menatap tajam pada Juni dan Elsa, kenapa pak Pram ngelietin Juni sama Elsa tajam banget ya? Apa mungkin pak Pram menaruh curiga sama juni dan Elsa?


Pram menoleh ke arah Angga, anak anak ini rupanya mengerti tatapan mata ku yang curiga pada ke duanya!


Ceklek.


Dokter ke luar dari ruang tindakan.


Naira melangkah maju mendekati dokter pria yang berwajah tampan itu di ikuti Pram.


"Bagai mana keadaan teman saya, dokter?" Tanya Naira dengan cemas.


"Siapa di antara kalian yang akan bertanggung jawab pada korban?" Tanya dokter.


"Saya dok, saya pemilik kedei tempat mereka bekerja." Ucap Naira.


Dokter memperhatikan Naira dari ujung rambut sampai ujung kaki, anak ini? masih semuda ini sudah menjadi bos? Waw hebat sekali ya!


Pram menatap sebal dokter muda yang menatap takjub pada Naira, sial kenapa harus dokter ini? Kenapa bukan dokter Samuel yang menangani ke duanya!

__ADS_1


Pram merangkul tangannya pada bahu Naira dan berkata dengan raut wajahnya yang datar, "Lakukan apa pun yang terbaik untuk ke duanya, dokter! Saya yang akan bertanggung jawab pada ke duanya! Berikan penanganan yang terbaik untuk ke duanya!"


Dokter menatap tajam Pram, siapa pria ini? apa mungkin kaka dari wanita ini ya? "Baik lah kalo begitu."


Seorang perawat ke luar dari ruangan dengan membawa berkas.


"Tuan bisa ikut dengan suster ini untuk mengurusi segala sesuatu nya, kami perlu melakukan tindakan operasi pada salah satu korban yang mengalami luka bakar 80% pada tubuhnya." Ujar dokter dengan serius.


Naira menutup mulutnya dengan tangannya, "A- apa? 80 persen?"


Dokter melirik pada berkas yang di pegang oleh suster, "Korban atas nama Ayu, ia mengalami luka bakar 80 persen sedangkan temannya bernama Novi akan segera kami pindahkan ke ruang perawatan." Ujar dokter dengan senyumnya yang menggoda pada Naira.


Pram berdecih melihat kelakuan dokter satu ini, sedangakan tangannya menggemas lengan Naira erat yang berada dalam rangkulannya.


"Ihsss." Siapa sih ini dokter, ingin ku beri pelajaran rupanya dia yah! Berani menggoda istri kecil ku di depan mata ku pula!


"Tolong di kabari keluarga korban! Kami harus meminta persetujuan untuk melakukan tindakan lebih lanjut." Ujar dokter yang kembali masuk ke dalam ruang tindakan.


Pram menoleh pada Mega, "Mega!"


"Iya pak." Jawab Mega.


"Kau temani Naira, biar aku urus masalah yang lainnya." Ujar Pram melangkah menyusul suster.


"Biar saya yang kabari keluarganya, pak!" Seru Angga.


"Tidak perlu, biar aku suruh supir untuk menjemput orang tua ke duanya. Kau kirimkan saja alamat ke duanya ke nomor ku!" Seru Pram yang tidak ingin perkataannya di bantah.


πŸ‚ Lokasi kejadianπŸ‚


Ada yang bertugas untuk mengembalikan situasi kedei seperti sedia kala dan Pram benar benar mengerahkan anak buahnya yang bertenaga profesional dalam menangani kasus kedei Naira.


Dalam waktu 1 kali 24 jam Haikal dan Dega berhasil membekuk pelaku pembakaran berdasarkan rekaman cctv yang berada tidak jauh dari kedei semakin mempermudah gerak Haikal dan Dega dalam meringkus pelaku pembakaran.


Dor dor.


Haikal mengarahkan pelatuk senjata apinya pada ke dua kaki pelaku yang hendak melarikan diri.


Meski sudah terkena tembakan, dengan kakinya yang pincang, pelakunya masih berusaha untuk melarikan diri dari kejaran hingga langkahnya harus terhenti saat Dega yang berlari dari arah belakang mengerahkan pukulan kaki kanannya pada punggung si pelaku dengan kencang hingga ia ambruk ke aspal.


Tap tap tap.


Bugh.


"Aawwwhhh."


Dega meringkus pelakunya dengan memegangi ke dua tangan pelaku dengan kencang ke arah belakang tubuh pelaku itu sendiri.


"Lepas! Aku tidak bersalah!" Seru pelaku pembakaran kedei dengan meronta berusaha melarikan diri.


Haikal yang sudah geram langsung melayangkan kepalan tangannya ke wajah pelaku dengan kerasss hingga pelaku oleng meski sudah di pegangi tangannya oleh Dega.

__ADS_1


Bugh bugh bugh.


"Kurang ajarrrr lo!" Seru Haikal.


"Udah Haikal, dia bisa mati!" Dega menghentikan pukulan yang di layangkan Haikal pada wajah pelaku yang kini tampak lebam di wajahnya.


"Sialannn kalian berdua, beraninya keroyokan! Hadapin gw pake tangan kosong kalo kalian berani!" Seru pelaku menatap tajam pada Haikal.


Bugh.


Haikal melayangkan kepalan tangan kanannya pada pipi pelaku dengan keras hingga gigi sampingnya tampak bergoyang otek.


"Cihsss, segini ke mampuan lo!" Sungut pelaku, sialannnn bisa mati gw di tangan mereka berdua kalo kaya gini caranya.


Haikal membuang nafasnya dengan kasar.


"Kita bawa dia ke markas!" Seru Dega.


"Lo kabarin, bos Pram!" Seru Haikal yang masih menatap tajam pada si pelaku yang kini di serettt Dega untuk menuju mobil.


"Begooo lo, lo ngak liet gw lagi nyeret ini kutu kupret!" Dengus Dega.


Haikal membukakan bagasi mobil dan Dega langsung mendorong tubuh pelaku pembakaran ke dalamnya.


"Woy, gila kalian masukin gw ke bagasi, ke luarin gw dari sini!" Teriak pelaku pembakaran.


"Jangan mimpi!" Sungut Dega, gara gara lo, kita semua terancam dapat hukuman dari bos Pram.


Bugh.


Haikal memutup bagasi dengan kerasss saat pelaku sudah meringkuk di dalamnya.


Haikal dan Dega memasuki mobil dan melesat meninggalakan lokasi yang tidak jauh dari kedei start yang terbakar.


Lokasi kedei langsung di amankan oleh orang orang yang berbadan tegap dan kekar dengan pakaian yang serba hitam.


Mereka semua mengurus keadaan kedei menjadikannya seperti sedia kala saat sebelum terjadi kebakaran.


"Beruntung banget ini Nona Muda bisa dapetin, bos." Ujar salah satu pengawal yang sedang memberes kan puing puing kebakaran.


"Beruntung pala lo, nyawa Nona jadi ancamannya, lo tau sendiri bos musuhnya banyak." Ujar salah seorang yang tengah membawa cat untuk mengecat dinding yang hitam pekat karena asep.


"Gw rasa ini salah satu musuh bos yang ngelakuin ini semua!" Seru pengawal lainnya.


"Sok tau lo, Nona Muda kita ini orang baik, di mana mana orang baik pasti juga ada musuhnya!" Sengut pengawal lainnya.


......................


...πŸ’– Bersambung πŸ’–...


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...

__ADS_1


Salam manis author gabut 😊


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2