Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Membayar mahal


__ADS_3

"Kira kira kapan ya ka, pak Pram akan kembali?" tanya Naira dengan sesekali matanya menatap ke sekitar mencari sosok yang ia cari.


"Aduuuh, kami juga belum bisa memastikan, tapi kalo ade sudah __"


Tatapan mata Naira terkunci dengan apa yang ia lihat, sesosok pria yang sedang ia cari tengah berjalan menuju pintu keluar.


"Pak Pramana Sudiro." Naira langsung berlari menghampiri Pram.


Angga juga ikut berlari menyusul Naira.


Dev yang ingin maju untuk menghalangi Naira pun di cegah dengan tangan kanan Pram yang mengudara.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan anda, pak." ucap Naira saat sudah berdiri di hadapan Pram, sambil sesekali mengatur nafasnya.


Pram menatap Naira tanpa ekspresi, Gadis ini lagi, apa yang sebenarnya ingin ia bicarakan dengan ku? batin Pram.


"Maaf, saya tidak ada waktu untuk meladeni anda." Pram tetap berjalan melewati Naira di ikuti Dev.


Grep.


Langkah kaki Pram terhenti saat tangannya di tahan oleh Angga.


"Maaf, pak... tolong beri Naira kesempatan untuk bicara dengan anda, ini sangat penting baginya." pinta Angga yang langsung melepaskan tangannya dari Pram.


"Kau?"


"Iya, pak... saya yang bekerja di kedei start dan bapak pernah memberikan saya penawaran yang luar biasa hanya untuk membuatkan bapak hot red velvet latte.


Pram nampak berfikir.


"Tolong, pak.. ini menyangkut papa saya." ujar Naira.


"Saya kasih kamu waktu 5 menit untuk bicara." ucap Pram tegas yang langsung berjalan ke arah sofa yang ada di lobby hotel start.


Pram duduk di sofa dengan menyandarkan punggungnya, sedangakn Dev tetap berdiri di samping Pram. Naira dan Angga duduk di sofa.


"Tadi anda bilang, anda ingin bicara dengan saya? cepat kata kan apa yang ingin anda bicara kan!" tanya Pram.


"Sebenarnya apa alasan pak Pram membawa papa saya secara paksa? papa saya salah apa pada anda?" tanya Naira yang sudah tidak bisa lagi membendung hati nya untuk bertanya alasan papa nya di bawa oleh orang suruhan nya Pramana.


"Siapa yang anda maksud, nona?" tanya Pram.


"Atmaja, itu papa saya... kenapa anda sampai menyuruh orang anda untuk menjemput papa saya?" Naira berusaha tenang menghadapi Pram.


Pram berdecih, "Kau tau, papa mu sudah nembuat aku rugi miliyaran rupiah, apa yang sudah papa mu lakukan tidak bisa di maaf kan!" ucap Pram dingin.

__ADS_1


"Bagaimana bisa papa saya membuat anda rugi? jika papa saya sendiri tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia perbuat pada anda!" Naira mengepalkan tangannya, marah yang ia rasa kan, papa nya tidak akan mungkin membuat orang rugi, apa lagi ini seorang Pramana Sudiro yang di kenal kejam dalam berbisnis.


Pram melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.


"Kau tau! ayah mu sudah melanggar perjanjian kontrak kerja dengan saya! maka ia harus tau konsekuensi nya!" Pram bangkit dari duduknya, "5 menit anda sudah habis." Pram berjalan meninggalkan Naira.


Bagaimana mungkin papa melanggar kontrak kerja dengan manusia kejem itu? ini pasti ada yang salah. batin Naira.


"Tunggu, ini pasti ada yang salah." Naira mengejar Pram namun di halangi Dev.


"Maaf nona, jaga sikap anda!"


Porter yang bertugas langsung membukakan pintu mobil untuk Pram.


"Pramana Sudiro, lepasin papa saya, papa saya gak salah apa apa... hei." teriak Naira.


"Perlu saya urus, pak?" tanya Dev yang sudah duduk di samping kemudi dan Pram duduk di kursi belakang.


"Baru kali ini ada yang berani meneriaki saya! saya akan buat dia menyesal." Pram tersenyum penuh arti.


Apa maksud pak Pram ya? batin Dev.


Mobil sedan mewah hitam Pram melesat menuju markas, tempat di mana orang nya membawa Atmaja.


"Angga, kita ikuti dia! dia pasti mau ke tempat papa... ayo Angga!"


Angga langsung mengambil motor metik hijau kesayangan Naira dan mengikuti mobil yang membawa Pram meski tertinggal jauh, untung nya penglihatan Angga sangat lah jeli, hingga ia tetap bisa mengikuti nya.


Mobil memasuki perumahan dengan gerbang hitam setinggi 2 meter, tampak beberapa orang berbadan kekar berjaga jaga di luar rumah.


Haikal membuka kan pintu mobil untuk Pram lalu membungkuk kan badanya saat Pram ke luar dari mobil, "Selamat datang, bos."


"Bagaimana orang itu? apa sudah mengaku?" tanya Pram dengan terus berjalan di ikut Dev dan Haikal yang berjalan di belakang nya.


"Dia selalu mengatakan hal yang sama, bos... sudah sesuai dengan surat jalan, dia sendiri yang memastikan jumlah nya sama dengan perjanjian yang sudah di sepakati." ujar Haikal.


"Dev!"


"Ia, pak?"


"Buat perjanjian dengan nya, dia harus mau merelakan anak gadis nya atau dia harus memberikan ku uang 5 milyar sebagai ganti rugi.


Aku pasti kan, kau akan jadi milik ku... hidup mu akan seperti di neraka tunggu sampai saat itu tiba. batin Pram.


"Siap, pak." jawab Dev.

__ADS_1


"Cari tahu semua yang berhubungan dengan keluarga Atmaja." perintah Pram.


Haikal langsung mengangguk dan berbalik arah untuk mulai melaksanakan apa yang di perintahkan Pram.


Pram berhenti di satu ruangan yang di depan nya terdapat penjaga.


"Selamat datang, bos." ucap seseorang yang berjaga di pintu.


"Buka pintu nya!" pintu pun langsung di buka.


Nampak Atmaja yang duduk di kursi dengan tangan dan kaki yang terikat, mulut di lakban, dan mata yang di tutup dengan kain penutup.


Meski mulutnya saat ini tidak bisa bicara, tapi Atmaja masih bisa mendengar saat pintu di buka, bertanya meski tanpa suara, "Siapa itu?"


Sret.


Pram membuka lakban yang sedari tadi menutup mulut Atmaja, lalu membuka ikatan yang ada di matanya.


"Pramana, apa yang kamu lakukan? lepaskan saya!" oceh Atmaja.


"Wah wah wah, anda masih bisa bertanya rupanya! setelah apa yang sudah anda lakukan terhadap usaha saya!" ucap Pram sinis.


"Saya bersumpah, saya sudah melakukan semuanya sesuai dengan perjanjian kita, Pram... saya tidak pernah melanggar apa yang sudah di sepakati bersama."


"Tapi sayangnya kau tidak menepati apa yang sudah ada dalam perjanjian dan kau harus membayar mahal untuk itu!" tegas Pram.


Pram dan Dev mendengar keributan di luar.


Pram merogoh ponselnya yang berada di saku jas nya, melihat apa yang terjadi di luar hanya dengan melalui ponselnya, karena ponsel Pram sudah terhubung langsung dengan cctv rumah tersebut.


Pram menarik sudut bibirnya, "Rupanya pandai juga, Naira ini!" gumam Pram.


"Naira di luar? dia putri ku! tolong pak, jangan kau sakiti putri ku! dia tidak tahu apa apa." ucap Atmaja.


"Bawa dia ke sini, bilang... ada yang ingin bertemu dengan nya!" perintah Pram yang langsung di iya kan oleh Dev.


"Kita akan lihat, apa yang bisa putri mu lakukan untuk ayah tercinta nya!"


Pram menyeringai.


...💖💖💖💖...


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit 😊

__ADS_1


__ADS_2