Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Dani


__ADS_3

...💖💖💖...


"Halo Nona cantik, sendirian aja nih. Perlu saya temani gak?" Tanya seorang pria berkemeja putih, dengan tatapan matanya yang mesummm melihat Naira.


"Maaf ya om, saya ga butuh temen. Meja lain kan banyak yang kosong, om bisa kan duduk di sana aja! Saya lagi pengen sendiri!" Ujar Naira dengan tegas, tanpa menatap pria yang sedang mengajaknya bicara.


"Aiihhh jangan di panggil om, saya masih muda ko. Nona kan sendiri aja, jadi pasti dong butuh di temani." Pria itu malah langsung mendudukan dirinya di kursi yang ada di depan Naira.


Naira menatap jengah, pria yang ada di hadapannya kini.


"Jangan bilang kalo saya gak peringatin, om! Untuk tidak duduk di sini, jadi tanggung sendiri akibat nya nanti!" Ujar Naira yang sudah melihat Haikal yang berdiri di ujung anak tangga.


Haikal menajamkan matanya pada pria yang duduk di meja Nona Muda-nya, sialannn, bangunin singa tidur itu cowok! Cari mati lo, kalo sampe bos Pram tau!


Haikal mengepalkan tangannya, mempercepat langkah kakinya menaiki anak tangga.


Naira tampak menikmati disert yang ada di hadapannya, sedang kan pria yang kini duduk di depan Naira menatap Naira dengan nakal.


"Panggil saya mas Dani aja, Nona! Di sini kan Nona sendirian, jadi wajar lah kalo saya temani! Bagai mana kalo setelah ini, saya antar Nona untuk mengelilingi gedung ini! Hotel ini sangat lengkap fasilitasnya. Nona bisa menikmati setiap fasilitas yang ada di hotel ini, secara gratis, asal dengan saya!" Dani mengerlingkan mata nya pada Naira.


Haikal berdiri di depan pria yang mengaku Dani, tangan kanan Haikal hendak menarik kerah kemeja Dani, namun Naira yang melihatnya menggelengkan kepalanya. Seolah meminta Haikal untuk menahannn, apa yang akan ia lakukan pada pria yang ada di hadapannya kini.


Pria itu mencondongkan tubuhnya ke depan Naira, dengan ke dua sikut yang menopang tubuhnya di atas meja.


Naira menggelengkan kepalanya, dengan tatapannya pada Haikal. Justru Dani mengira, jika wanita yang ada di hadapannya kini, tidak bisa berkata kata, ingin segera menikmati fasilitas hotel.


"Baik lah... gelengan kepala mu ini aku artikan jika Nona tidak akan menolak penawaran ku! Jadi, cepat habiskan makan mu itu Nona!" Dani menarik dirinya kembali dengan menyeringi.


Dani memperhatikan wajah serta tubuh Naira, asiiiik gw bener bener beruntung kali ini, body ini cewe mayan juga... padat berisi, kulit mulus, putih aji gile, bening pisan eeeey hahahhaha.


Naira menatap sepintas pria yang ada di hadapannya kini, pasti ini cowok lagi mikir mesummm, coba aja ada ka Pram di sini, bisa tau kan gw. Ini cowok lagi mikir apa. Tapi kalo ada ka Pram, udah pasti langsung bonyok ini cowok di hajar sama ka Pram.


Haikal menyandarkan dirinya di dinding dekat ujung atas tangga, dengan ke dua tangannya yang sudah mengepal keras..


Nona Muda sedang menunggu apa lagi sih! Gak tau apa, tangan gw udah gatel pengen kasih pelajar ke ini cowok! Beraninya itu orang natap Nona Muda! Siap siap lo, setelah ini... bakal ke hilangan nyawa, paling ringan yaaaah ke dua mata lo, bakal gw kasih buat makan dogi.

__ADS_1


"Ngomong ngomong, Nona cantik namanya siapa nih? Masa dari tadi mas temenin, tapi mas sendiri gak tau nama Nona cantik!" Tanya Dani dengan tatapan matanya dan senyum yang nakal.


"Kunti." Jawab Naira asal.


"Widih, wajahnya aja yang cantik. Tapi kenapa namanya nyeremin ya? Kunti, kuntilanak? Tapi kalo kuntilanak nya secantik ini, mas rela ko... buat ngelakuin apa aja buat dapetin Nona kunti." Rayuan maut Dani, meluncur bebas dari bibirnya.


Naira menyeringai, sekarang aja lo bisa itu bibir manis, tar lo kalo nengok ke belakang, abis lo di beri bang Haikal!


Dreeet dreeet dreeet.


Naira meraih hapenya yang ada di atas meja dan menjawab panggilan teleponnya.


"Iya, ka!" Seru Naira setelah panggilan telepon ia jawab.


[ "Apa kau masih di restoran, sayang?" ]


"Iya masih di restoran, apa pekerjaan ka Pram masih banyak? Emang gak mau nyusul aku ke sini? Enak lo ini disert nya." Sesekali Naira menyuapkan disert ke dalam mulutnya, merasakan enaknya rasa yang melelehhh di dalam mulutnya.


[ "Ok, 3 menit lagi... aku akan ada di sana! Tunggu aku ya sayang!" ]


"Ok ka, aku tunggu ya!" Ujar Naira, lah kalo 3 menit lagi, bearti ka Pram ini udah deket sini. Tapi di mana ya!


"Makanan mu sudah habis, ayo ikut dengan ku! Biar ku tunjukkan, betapa megah dan mewahnya hotel ini! Kau pasti akan takjub, setelah melihat fasilitas yang ada di hotel ini!" Dani beranjak dari duduknya.


Tangan kanan Dani terulur di depan kunti, nama yang Naira gunakan untuk mengelabui pria yang ada di depan nya kini.


"Jangan terburu nafsuuu om, lebih baik om segera pergi dari sini sekarang, jika om ingin selamat." Ujar Naira dengan melipat ke dua tangannya di depan dadanya.


"Enak saja, aku dari tadi sudah menungggu mu, Nona! Ayo segera ikut dengan ku!" Dani menggenggammm pergelangan tangan kiri Naira.


Naira membola, kuranggg ajarrr ini cowok.


Naira beranjak dan melayangkan pukulan, dengan tangan kanannya pada lengan Dani. Lengan kanan yang Dani gunakan untuk menggenggammm pergelangan tangan kiri Naira.


Bugh.

__ADS_1


"Akkkkkkkhhh lengan ku! Sialannn kau, wanita licikkk!" Rintih Dani.


Kemudian Haikal bergerak dari tempatnya berpijak, Haikal menendang kaki kiri belakang Dani dan membuat Dani, terjatuh dengan ke dua lututnya yang menciummm lantai dengan keras.


Dada Dani mengguncang meja, dan membuat gelas yang ada di atas meja jatuh ke lantai.


Bugh.


Prang.


"Bangsattt! Siapa lo! Beraninya ikut campur urusan gw!" Sungut Dani dengan menoleh ke belakang, untuk mencari tahu siapa orang yang berani memukulnya.


Ke dua mata Dani membulat sempurna, "Ka- kau?" Dani terperengah, saat melihat Haikal yang tengah berdiri di belakang nya dengan senyum yang mematikan.


"Apa aku mengenal mu?" Tanya Haikal pada Dani.


"Ka- kau o- orang nya pak Pram kan? U- untuk apa... kau ikut campur dengan urusan ku!" Dani berusaha berdiri kembali.


Haikal mengerutkan keningnya, "Apa aku tidak salah dengar? Urusan mu? Kau yang mengganggu Nona Muda ku!" Haikal menyeringai.


Dani menatap Naira, wanita yang mengaku kunti padanya, dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


"Jadi kau?" Tanya Dani dengan ragu.


Naira melambaikan tangan nya pada Dani, "Aku kan sudah peringatkan pada mu! Pergi lebih awal. Itu jauh lebih baik, sebelum tunangan ku datang ke sini.


Dari ujung anak tangga, seseorang yang suaranya sangat di takuti Dani. Melayangkan pertanyaan, membuat Naira, Haikal dan Dani menoleh ke asal suara.


"Ada apa ini?" Tanyanya dengan dingin.


...💮💮💮💮💮...


......................


...💖 Bersambung 💖...

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊


__ADS_2