Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Berlalu begitu saja


__ADS_3

...💖💖💖...


"Ekhhh ko aku baru nyadar, bang Haikal ke mana ka?" tanya Naira dengan menatap kursi depan yang ada di samping kemudi, yang kini kosong tak berpenghuni.


"Mengurus sesuatu yang perlu di urus." ucap Pram dengan melepas jas hitam yang ia kenakan. Tangan nya menggulung lengan kemeja tangan kirinya hingga sebatas siku, menyamakan dengan lengan kemeja kanannya.


"Maaf bos, jadi tujuan kita sekarang ke mana?" tanya bodyguard wanita yang sejak tadi diam dengan fokus pada setir kemudi.


"Ke kantor." ucap Pram datar dengan menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi mobil.


"Enak aja, gak bisa! Kita ke rumah sakit aja, ka!" protes Naira dengan menepuk bahu bodyguard wanita itu.


Sreek.


Pram menarik pinggang Naira, membuatnya menempel pada dada bidang Pram, "Kita ke kantor saja ya!" cicit Pram dengan tatapan yang teduh, membujuk sang istri.


Naira melotot tajam, "Kalo aku bilang ke rumah sakit, ya ke rumah sakit! Gak bisa di tawar lagi! Sekalian liet kondisi pak Dev! Pak Dev juga di bawa ke rumah sakit kan!" cicit Naira dengan tegas, tidak ingin di bantah Pram.


Pram membuang nafasnya dengan kasar, "Ke rumah sakit!" Pram mengalah.


Naira mengelusss lembut lengan Pram yang lebam, "Ini beneran gak sakit ka? Emang apa yang terjadi sih dengan mobil ka Pram itu? Mobil tadi ringsek banget lo ka! Pak Dev ngebut? Atau kalian lagi menghindari kucing? Jadi ampe kejadian kaya gitu!" ucap Naira dengan segala kesimpulannya.


Pram mengerutkan keningnya, bingung dengan pola pikir Naira, "Mana ada kucing di jalan bebas hambatan!"


"Ya bisa aja kan, mobil lain bawa kucing terus kaca mobil ke buka, kucingnya loncat, pak Dev menghindar tapi malah nubruk kendaraan yang ada di depannya, terus terjadi lah kecelakaan beruntun!" ujar Naira menjelaskan panjang lebar.


Pram mengelusss kepala Naira dengan sayang, "Cukup masuk akal!"


"Ayo... ceritakan pada ku, apa yang terjadi ka?" cicit Naira.


"Saat itu, aku sedang menghubungi Dava setelah mengambil foto mobil yang mencurigakan, sebelumnya perjalanan kami baik baik saja, tidak ada yang mencurigakan, tiba tiba saja situasi jadi meneganggg saat ada sebuah mobil yang tepat di belakang mobil ku membunyikan klakson berkali kali, Dev berusaha menghindari mobil itu dengan melesat maju, menyalip beberapa mobil yang ada di depan kami..."


Flashback.


"Kerjakan saja apa yang aku perintahkan pada mu, Dava!"


["Baik lah bos, aku tunggu ---" ]


Bugh.


Brakkk.

__ADS_1


Belum selesai Dava berkata, hape Pram jatuh ke bawah, lepas dari genggaman tangannya.


Kening Pram membentur bagian sandaran kursi yang di duduki Dev, dan lengan Pram membentu sisi pintu bagian kanannya. Untungnya Pram selalu mengenakan sabuk pengaman, jika tidak sudah dapat di pastikan luka yang Pram peroleh akan jauh lebih parah dari itu.


Mobil yang sejak tadi membunyi kan klakson, dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke bagian belakang mobil yang di kemudian Dev, membuat mobil sedan mewah hitam itu menghantam bagian belakang mobil yang ada di depan nya.


Mobil yang ada di belakang Dev, menghantamkan kembali mobilnya, dan membuat mobil yang di kemudian Dev, semakin meringsek mobil lain yang ada di depannya.


Bugh.


"Arrggghh." Dev mengerang saat merasakan sakit pada bagian kaki kirinya yang terjepit bagian mobil.


"Apa kau baik baik saja Dev?" tanya Pram dengan cemas.


Tiiiiiin.


Dengan tidak merasa bersalah, mobil yang menabrak mobil Pram dari belakang, berlalu begitu saja tanpa berniat untuk membantu atau pun melihat si penumpang yang ia tabrak mobilnya.


Pram menatap tajam mobil yang melewati mobilnya, "Sialll... siapa mereka sebenarnya!" gerutu Pram saat tidak dapat melihat siapa orang yang ada di dalam mobil itu, karena mengguna kan kaca film pada mobilnya.


"Maaf Tuan, sepertinya Tuan harus ke tempat meeting tanpa saya, kaki saya tidak bisa di gerakkan Tuan!" ucap Dev dengan meringis memegang paha kirinya, berusaha mengangkat kaki kirinya namun tidak bisa.


"Agghhhhh!" Dev mengerang kembali saat kaki kirinya coba di gerakkan.


"Biar ku hubungi ambulans." ucap Pram yang mencari ke beradaan hapenya, ia meraba bagian saku celana, kemeja serta saku jas yang ia kenakan, sialll, di mana benda itu!


Wiw wiw wiw.


Pram menyipitkan matanya, ke asal suara yang tidak asing di telinganya, entah pertolongan siapa ini, ada yang menghubungi ambulans sebelum aku menghubungi mereka!


"Bos! Kau tidak apa apa?" tanya Dega yang kini berdiri di depan Pram.


"Aku tidak apa apa, Kau cepat tolong dan ke luarkan lah Dev!" ucap Pram menatap ke Dev yang masih berada di belakang kemudi.


"Tidak perlu Dega, kau antar kan saja Tuan ke restoran xxxx, tempat meeting akan berlangsung!" ucap Dev.


Dega menatap Pram dan Dev secara bergantian, "Kalo seperti ini jadinya, aku harus bagai mana? Kalian berdua membuat ku pusing!" Dega menggaruk kepala nya dengan frustasi.


Empat orang tenaga medis ke luar dari dalam ambulans, dengan 2 di antaranya mengeluarkan dan menarik berangkar ke untuk lebih dekat dengan mobil yang kini ringsek.


"Kau antar diri ku!" ucap Pram dengan berat hati.

__ADS_1


"Kau Pramana kan?" ucap seorang wanita yang ada di dalam mobil.


Pram mengerutkan keningnya, merasa tidak mengenal wanita yang bicara dengannya, "Anda siapa?"


"Sudah kau ikut saja dengan ku, kau mau ke restoran xxxx kan? Aku yang mengundang mu untuk meeting di tempat itu!" ucapnya dengan percaya diri.


Dev berhasil di ke luarkan dari dalam mobil, tubuhnya di angkut menggunakan berangkar, yang kini di bawa masuk kembali ke dalam mobil ambulans.


"Hape Tuan!" Dev menunjuk jari telunjuknya ke arah dalam mobil bagian belakang, tempat di mana Pram duduk tadi.


Pram meraih hapenya dan juga tas kerja hitam berbentuk kotak yang ada di kursi depan, sebelah kemudi.


"Setelah meeting selesai, aku akan menyusul mu ke rumah sakit!" ucap Pram dengan menatap Dev datar.


"Tuan lanjutkan saja kegiatan hari ini, saya tidak apa apa. Jika tidak terjadi hal yang serius dengan kaki saya, saya akan langsung kembali ke kantor." ucap Dev dengan yakin.


Pram menepuk nepuk bahu Dev, lalu ia masuk ke dalam mobil wanita, yang tadi menawarkan nya untuk mengantar Pram.


Dalam perjalanan menuju tempat meeting, Pram dan Rumini terlibat dengan pembicara yang cukup serius, mengenai keinginan Rumini untuk menjalin kerja sama dengan Pram.


Flashback end.


Naira mencubit pinggang Pram dengan gemas. Lalu ia menggeser tubuhnya menjauh dari Pram, dengan tangan yang menyilang di depan dada.


Pram mengaduh, "Akkkkkhhh, apa apaan sih! Kenapa kau mencubit ku! Aku kan sudah menjelaskan apa yang ingin kau dengar, sayang!" Pram menggeser duduknya, lebih dekat dengan Naira, tangannya melingkar memeluk Naira. Dagunya bersandar pada bahu Naira.


"Apa lagi ke salahan ku, sayang? Katakan pada ku hem!" ucap Pram dengan lembut.


"Kaka tadi tidak sempat mengobati luka kaka saat ada medis! Malah langsung ke tempat meeting, udah gitu kaka pergi ke tempat meeting sama cewek lagi, udah janjian ya?" tuduh Naira.


Pram mengerutkan keningnya, tangannya terulur menyentuh kening Naira, "Suhu tubuh mu normal!"


Plak.


......................


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭


Makasih yang sudah dengan setia 😉

__ADS_1


__ADS_2