
...💖💖💖...
"Apa ada yang ingin kau katakan hem?" Tanya Pram yang melirikkan ekor matanya pada Naira.
"Apa? Aku bertanya juga kaka tidak akan memberi ku jawaban yang puas!" Seru Naira dengan ketus.
Pram memutar tubuh Naira dan mengangkat dagunya untuk mau melihat ke arah wajahnya.
"Tatap mata ku!" perintah Pram dengan suaranya yang lembut tatapan matanya meneduh.
Naira menatap mata Pram dengan bibirnya yang mengerucut, "Terus? Gak ada apa apa ka!" Gerutu Naira.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Pram.
Naira menyeringai dengan ke dua matanya yang menyipit tajam, jika aku katakan aku terbuai dengan perlakuannya sama saja dengan aku memujinya, tidak tidak... aku tidak boleh mengatakannya, Naira menggelengkan kepalanya.
"Kalo aku katakan ingin menjauh dari mu dan ingin lepas dari mu, apa kaka mau melakukannya untuk ku? Hem!" Tanya Naira dengan wajahnya yang berubah serius.
Pram menyeringai, "Bukan itu yang kau ingin katakan pada ku, ayo katakan pada ku dengan jujur!" Pram mengerlingkan matanya.
"Ihs, kalo bukan itu yang ingin aku katakan, terus menurut kaka apa yang ingin aku katakan?" Naira memalingkan tubuhnya dari Pram dengan ke dua tangannya yang menggenggammm pegangan dinding pembatas balkon. Memang bukan itu yang ingin aku katakan, aku kan hanya sedang menguji hati mu ka.
Pram menyeringgai, tapi nyatanya bukan kau yang sedang menguji ku Nai, aku yang akan menguji mu, sekuat apa kau ingin lepas dari ku. Sedalam apa perasaan mu untuk ku.
Pram menarik tangan Naira dan menyudutkan punggung Naira di dinding, jemari Pram menyusuri bibir Naira, "Katakan jika kau terbuai dengan perlakuan ku? Kau ingin memuji ku dengan bibir mu yang mungil dan candu bagi ku!"
Naira menajamkan matanya pada mata Pram yang kini meneduh padanya, aku yakin ka Pram bisa tau apa yang aku katakan meski aku tidak mengucapkannya secara langsung padanya.
Cup.
Pram mengecup bibir mungil Naira dan ke dua tangannya membawa tubuh mungil Naira dalam gendongannya membawanya masuk ke dalam kamar meninggalkan balkon.
"Tanpa kau mengatakannya dengan bibir mu, aku tahu lewat mata mu apa yang ingin kau katakan pada ku!" Kilah Pram, aku tidak akan memberi tahu mu jika aku dapat membaca isi hati dan pikiran mu Nai!
"Ihs kaka curang, pasti kaka sedang berbohong." Naira mengalungkan ke dua tangannya saat Pram akan menidurkan Naira di atas kasur, Naira menggeleng kan kepalanya.
"Ada yang ingin aku perlihatkan pada mu!" Pram menatap ke arah laci nakas yang ada di samping tempat tidur bagian Naira.
Naira mengikuti arah pandangan Pram dan melepasss kan tangannya dari leher kekar Pram.
__ADS_1
Pram berjalan ke arah nakas itu dengan tangannya yang terulur membuka salah satu laci yang terdakat pada nakas kecil.
Tangannya mengambil selembar map biru dan membawanya, Pram mendudukan dirinya di tepian kasur dekat dengan Naira yang kini duduk bersila menatap ke arahnya.
Naira mengerutkan keningnya, sepertinya aku mengenal map itu, isinya kalo tidak salah kan ---.
"Kau tidak salah menebak Nai!" Pram menyodorkan map biru itu pada Naira.
"Untuk apa? Kenapa tidak kaka saja yang menyimpannya!" Terang Naira dengan tangannya yang meraih dan membuka isi map biru itu.
"Apa aku menyuruh mu untuk menyimpan berkas itu?"
Naira membaca isi berkas itu, isinya masih sama, masih ada tanda tangan ku dan tanda tangan ka Pram, isi pernyataannya pun masih sama tidak ada poin yang berubah, apa ka Pram ingin menyudahi perjanjian ini ya?
Deg deg deg deg.
Jantung Naira berdetak kencang.
Jeger.
Hatinya bak tersambar petir.
Apa mungkin ka Pram lelah dengan sikap ku dan benar benar akan melepaskan ku seperti apa yang aku katakan padanya tadi? Kenapa hati ku rasanya sakit? Aku harusnya senang kan! Ayo lah Naira! Ini kan yang kau mau! Pergi menjauh dari ka Pram, tanpa terikat dengan hubungan palsu mu ini!
Pletak.
Pram menjitak kening Naira dengan keras.
"Awwhhhh sakit!" Naira mengaduh dengan tangannya yang mengusappp usappp bagian keningnya yang di jitak keras Pram.
Naira mengerucut kan bibirnya dengan matanya yang membuka lebar, air matanya meluncur bebas dari matanya yang bulat tidak bisa lagi membendung tangisnya.
"Kau bodohhhh! Mana mungkin aku akan melepasss kan mu! Dasarrr istri kecil ku yang bodohhhh!" Seru Pram dengan suaranya yang tegas membuat Naira semakin mengerucutkan bibirnya lebih maju lagi.
Naira mengatakannya dengan terisak, "Terus ini? Aku kan tidak mengatakannya dengan bibir ku, tapi kaka bisa membaca apa yang aku pikirkan, kaka cenayang?"
Grap.
Pram membawa Naira dalam dekapannya, "Asal kau tahu Nai, sampai kapan pun aku tidak akan melepasss kan mu dari ku, aku akan membelenggu mu dalam hubungan yang sudah nyata ini, kita ini suami istri, mana mungkin aku akan mengusirrr mu dari hidup ku!" Ujar Pram panjang lebar.
__ADS_1
Naira mengurai tangan Pram yang memeluk tubuhnya.
"Jika kaka tidak ingin melepasss kan ku, lalu untuk apa kaka memberikan map ini pada ku?" Tanya Naira dengan menunjukkan map itu di depan Pram.
Pram membekappp bibir Naira dengan tangannya.
"Tentu saja untuk mengakhiri perjanjian gila itu dan memulai segalanya dari awal dengan cinta mu!" Seru Pram dengan tegas dan menjauhkan tangannya dari bibir Naira yang ia bekap.
Bugh.
Naira memukulll kan kepalan tangannya pada dada bidang Pram.
"Enak aja kalo ngomong! Huaaaaaa."
Pram mengerutkan keningnya, bukannya merasa senang Naira saat mendengar perkataannya tapi malah membuat Naira semakin terisak.
"Hai, kenapa kau menangis?" Pram menangkup pipi Naira dengan ke dua tangannya.
"Ka Pram bodohhh, rubahhh mesummm, rubahhh payah, rubahhh gila." Ujar Naira dengan terisak.
Pram membenarkan semua perkataan Naira untuk membuat istri kecilnya itu berhenti menangis.
"Iya, aku rubahhh mesummm, rubahhh payah, rubahhh gila, apa lagi? Sudah jangan menangis, kau membuat ku bingung Nai!" Seru Naira karena Pram tidak tahu apa yang di inginkan Naira.
Naira menatap dalam mata Pram, tangannya terulur menyapu air matanya sendiri yang membasahi pipinya, enak aja memulai semuanya dari awal dengan cinta ku, lalu ka Pram gak cinta gitu sama aku? Tetap dekat dengan kekasih ke duanya itu yang model cantik? Itu kan gak adil untuk ku yang setia hanya padanya!
Pram membuang nafasnya dengan lega setelah mendengar gerutuan batinnya Naira, senyumnya terukir lebar dengan memperlihatkan sederet gigi putihnya pada Naira.
"Aku pikir apa!" Seru Pram dengan santainya dengan tangannya yang kini menyapu air mata Naira di pipi chabinya.
Bugh bugh bugh.
"Kaka curang!"
......................
...💖 Bersambung 💖...
...💖💖💖💖💖...
__ADS_1
Salam manis author gabut 😊
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉😉