
...💖💖💖...
"Kita di mana, ka? Itu pantai ka?" tanya Naira setelah membuka gorden yang menutupi dinding kaca.
"Okinawa beach." Pram melangkah menghampiri Naira, memeluknya dari belakang.
"Ka, ini bagus banget. Lihat itu, matahari mulai terbenam. Bearti aku tidur lama ya?" Jari telunjuk Naira menunjuk di mana matahari terbenam, memanjakan mata dengan pemandangan sunset.
Pram menatap ke arah yang di tunjuk Naira dengan pandangan yang hangat, "Tapi tidak seindah dengan wajah mu, senyum mu, lekuk tubuh mu! Pemandangan yang ada di depan mata ku, jauh lebih indah... dengan wanita yang kini berada dalam pelukan ku saat ini!" seru Pram dengan datar.
Naira menoleh ke arah Pram, memperhatikan garis tegas wajah Pram, sebenarnya aku meleleh ini denger perkataan ka Pram, hanya saja kenapa kalimat yang semanis itu... di ucapkan dengan suara ka Pram yang datar, terkesan kaku!
Pram semakin mempererat tangan nya yang melingkar di perut Naira, "Terserah kau saja lah... mau menilai ku datar atau kaku, aku tidak perduli." ucap Pram ketus, dasar bocah, merusak suasana hati ku saja! Tidak tahu apa, aku menghafal kata kata itu selama ia masih tertidur.
Plak.
Naira menggeprak tangan Pram.
"Ihs bukan begitu ka, kaka mengata kan seperti itu... tujuan kaka itu buat apa? Pidato atau sedang merayu ku? Memuji ku?" cecar Naira dengan mengerucutkan bibirnya.
Pram mengerutkan keningnya, melepas pelukannya dan membalik kan tubuh Naira, hingga ke duanya kini saling berhadapan.
"Apa aku harus mengatakannya pada mu, jika aku sedang merayu mu? Memuji mu? Berpidato pada mu hem?" Pram balik mencecar Naira dengan pertanyaan.
Krukkk krukkk krukkk krukkk.
Perut Naira berbunyi.
"Hehehe, perut ku laper ka!" Naira menggaruk kepalanya yang tidak gatal, maluuu banget rasanya tuh, pengen nyebur aja ke laut.
Tak.
Pram menyentil kening Naira.
"Awhhhh sakit!" Naira mengelusss keningnya yang di sentil Pram.
"Jangan bicara sembarangan, meski pun hanya dalam hati! Aku tidak suka itu!" ucap Pram dengan penuh penekanan.
"Iya."
__ADS_1
"Kau mandi lah, setelah itu kita pergi makan malam." perintah Pram.
"Yang mana kamar mandinya, ka?" Naira menatap ke dua pintu, yang ada di dalam kamar yang kini ia tempati.
"Di sana!" Pram menunjuk sebuah pintu yang dekat dengan dinding kaca.
Naira membuka pintu yang di arah kan Pram, ke dua matanya kembali di manjakan, dengan ke mewahan kamar mandi yang kini menjadi perhatiannya.
"Ini kamar mandi apa kamar tidur sih? Ini mah lebih mewah dari yang ada di villa." terang Naira.
Krukkk krukkk krukkk krukkk.
Perut Naira yang sudah lapar, kembali berbunyi. Membuat Naira langsung bergegas mandi.
Naira ke luar dari kamar mandi, dengan menggunakan jubah handuk.
Pram langsung menyodorkan sebuah setelan dalam hanger, "Kau kenakan ini!"
Naira mengambil pakaian yang di sodorkan Pram, namun ia tidak bergeming.
Pram mengerutkan keningnya, menatap Naira dengan heran, "Tunggu apa lagi? Apa kau tidak ingin mengenakannya hem?" tanya Pram, dengan gerakan mengangkat kepalanya sedikit.
Naira merona, kepalanya menunduk dengan tatapan yang menatap lantai, "Apa aku harus memakainya di depan mu ka? A- apa ka Pram tidak ingin ke luar dulu gitu!"
Naira menatap Pram yang menghilang di balik pintu, "Aku pikir, ka Pram akan marah... tadi ka Pram bilang, aku menggemaskan, memang ka Pram baru tau kalo aku ini menggemaskan? Aku ini imut tau, hahaha." Naira tergelak sendiri dengan perkataannya, lalu mengenakan pakaian.
Tidak berapa lama ia ke luar, melihat Pram yang sedang duduk di sofa, menunggunya ke luar dari kamar.
"Ayo ka, aku sudah siap!" seru Naira, yang membuat Pram langsung melihat ke arahnya.
"Ini baru istri kecil ku!" kau sangat mempesona.
...🌻🌻🌻...
Ke esokannya di resort tempat Naira dan Pram selama berada di Okinawa.
Pram dan Naira menghabiskan waktunya di pinggir kolam renang, dengan segelas minuman dan cemilan yang menemani hari mereka sambil mengobrol.
"Ka Pram pasti mengeluarkan banyak uang ya, untuk liburan ku kali ini!" seru Naira dengan menatap Pram.
__ADS_1
"Ini bukan liburan mu saja, sayang... tapi liburan ku juga!" Pram meralat perkataan Naira.
"Tetap aja ka, tapi sebelum ini. Sebelum kaka mengenal ku, apa kaka sering berlibur ke luar negeri seperti ini? Dengan siapa kaka pergi?" tanya Naira dengan penuh selidik.
Setidaknya Naira saat ini ingin tahu, seberapa deket Pram dengan wanita wanita yang dulu sempat dekat dengan Pram.
"Untuk apa membahas masa lalu? Jika aku membahasnya... aku takut akan ada yang terbakar." Pram menyeringai, biar bagai mana pun... kau itu masih labil sayang, aku tidak ingin kau salah faham dengan ku, membuat jarak di antara kita. Sedangkan aku... sudah terbiasa dengan keberadaan mu, yang selalu dekat dengan ku.
"A- apa maksud ka Pram? A- aku kan hanya ingin bertanya, aku ingin tahu... masa gak boleh, dasar pelit!" celetuk Naira.
"Biar aku pelit, asal kau tetap terus dekat dengan ku! Aku tidak masalah." ucap Pram dengan santai.
Naira beranjak dari duduknya, menjauh dari Pram, berjalan menuju pintu kaca.
"Kau mau ke mana?" tanya Pram dengan memicingkan matanya pada Naira.
"Aku akan kembali, ka!" Naira melambaikan tangannya pada Pram, tanpa menoleh atau berbalik badan.
Tidak berselang lama, Naira kembali lagi, menghampiri Pram dengan tangannya yang menggenggammm hape.
"Untuk apa kau membawa benda pipih itu? Kita sedang berlibur, sayang! Tidak ada pekerjaan, tidak ada teman, waktu mu hanya untuk ku!" Pram mengingatkan Naira kembali, yang hanya menginginkan waktu berdua.
"Aku tahu, tapi aku juga kan butuh untuk dokumentasi, aku ingin membuat kenang kenangan dengan kaka di tempat ini, tempat yang aku kunjungi." Naira menyunggingkan senyum manis nya pada Pram.
Naira mengambil beberapa foto selvi bersama dengan Pram. Lalu melihat hasilnya.
Naira mengerucutkan bibirnya, "Astaga ka Pram, kaku banget sih... bibirnya senyum apa ka! Lihat ini, wajah ka Pram tampak teganggg, tegas, sangar ihs, gak ada kesan hangat, ama romantisnya sama sekali!" protes Naira, yang mengomentari ekspresi wajah Pram di beberapa hasil foto selvi nya di hape Naira.
"Memang aku harus bagai mana? Ekspresi wajah ku memang sudah seperti ini sejak lahir, sayang!" seru Pram.
"Ihsss ulang ulang, pokonya kaka harus senyum." protes Naira lagi, dengan menarik sudut bibir Pram, "Ini baru senyum ka!" seru Naira lagi.
"Nairaaaaaa!" teriak Pram, saat melihat tampilan wajahnya di layar hape Naira. Saat Naira mengguna kan filter wajah alien untuk memotret Pram.
"Ahahhahaha." Naira tergelak dengan berlari, menghindari kejaran Pram.
...💮💮💮💮💮...
......................
...💖 Bersambung 💖...
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya, yuk qkomen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤