Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Kucing anggora


__ADS_3

...💖💖💖...


Pram menaruh cangkir teh milik ku di atas meja.


"Sudah jangan tertawa, minum dulu tehnya!" Seru Pram.


Dari balik pintu dapur, sepasang mata terus mengawasi interaksi keduanya sedari tadi dengan senyum merekah.


Tidak aku sangka, nona Naira ternyata bisa membuat singa liar menjadi kucing anggora, pak Pram tidak marah atau main tangan padanya sudah jelas nona Naira itu mentertawakan, kalo saja orang itu bukan nona Naira, sudah pasti pak Pram tidak mengampuni orang itu.


Dev berbalik arah memilih meninggalkan rumah yang di jadikan markas oleh Pram.


"Tidak sia sia aku kembali ke rumah ini, aku bisa menyaksikan sendiri bagaimana hangatnya pak Pram pada nona Naira." Gumam Dev.


Sampai di luar rumah, Dev bertemu dengan Haikal dan yang lainnya.


"Looh, pak Dev...kopinya mana?" Tanya Haikal heran dengan Dev yang kembali dari dapur tanpa membawa kopi.


"Ah iya, itu...saya tidak jadi...kalian jangan ada yang berani masuk ke dalam ya!" Perintah Dev mengingatkan Haikal dan yang lainnya untuk tidak masuk ke dalam rumah.


"Loh, kenapa pak?" Tanya Haikal lagi.


"Kalian akan membangunkan singa gila, jika kalian berani masuk!" Seru Dev dengan terkikik geli membayangkan tadi Naira berhasil mengerjai Pram, Singa gila karena cinta wahahha.


"Pak Dev, baik baik saja?"


"Pasti lah aku baik, kalian kalo mau kopi, beli saja!" Dev menyerahkan beberapa uang lembaran merah pada Haikal.


"Ini baru oke, pak!" Seru Haikal menepuk nepukkan uang yang kini ada di tangan kanannya ke telapak tangan kirinya.


"Saya jalan dulu ya!" Dev pergi meninggalkan markas dengan perasaan yang tenang. Jika begini jalannya, aku yakin tidak lama lagi hati pak Pram akan luluh pada nona Naira, apa pak Pram sudah jatuh cinta pada nona Naira?


.


.


...😴😴😴...


Mimpi apa aku ini, berangkat sekolah udah jalan kaki sekarang malah pake di kejar kejar guguk hitam besar malah mukanya menyeramkan masih lebih berani aku melawan pak Pram lah ini guguk 😭😭, aku berlari sekencang mungkin menjauh dari guguk besar berwarna hitam yang terus saja mengejar ku.


"Hus hus, sana!" Aku mengibaskan tangan ku mengusir guguk itu saat aku merasa terpojok karena jalan yang aku pilih adalah jalan buntu.


Aku tidak akan membiarkan diri ku ini di gigit guguk hitam itu meski aku sudah terpojok, satu satunya cara adalah tendang, aku harus menendang guguk itu jika sampai dia berani melompat ke arah ku dan benar saja guguk itu melompat ke arah ku.


"Waaaaa, maaf guguk!"

__ADS_1


Bugh.


Aku menendang guguk itu dan membuatnya terpental jauh.


Dugh.


Suara benda jatuh.


"Hahahhaha mang enak luh, Naira di lawan!" Seru ku dengan melipat lengan kemeja sekolah ku.


Rupanya Naira itu lagi mimpi 🤭🤭


Yang di tendang itu bukan guguk hitam besar tapi Pram.


"Aaaaaawh... Nairaaaaa!"


Aku mendengar suara orang berteriak memanggil nama ku.


"Iya, pak guru?" Aku langsung terduduk dan membuka ke dua mata saat aku sadar, "Kok aku ada di sini ya?" Aku mengedarkan pandangan, kamar ini?


"Hei apa yang kau lihat?"


Aku mencari suara pak Pram, aku menggeser tubuh ku agak ketengah kasur dan, "Wah, pak Pram? Apa yang anda lakukan di bawah sana?" Aku membola melihat pak Pram terlentang di lantai dekat kasur bagian kanan.


"Iya iya aku bantu." Aku turun dari kasur untuk membantunya berdiri.


Aku membatin saat berjalan dengan menyeret kaki kiri ku mendekatinya, menatapnya aneh, Aneh ini pak Pram, punya kasur yang empuk malah milih tidur di lantai, udah tau dingin, merepotkan ku saja, kaki kiri ku juga kan masih sakit.


Aku mengulurkan satu tangan ku ke arah pak Pram dan pak Pram memegang tangan ku dengan satu tangan dan tangannya yang satu masih memegangi pinggulnya, rasanya mungkin sakit kali ya apa sakit banget? "Iiiih bapak berat sekali sih!"


Pram menyeringai, Kali ini aku yang akan mengerjai mu, dasarr gadis licik! Kau itu dalam keadaan tidur pun sudah dengan sangat berani menendang ku hingga terjungkal seperti ini, kau harus membayar mahal Naira!


.


Flashback on


Selesai minum teh hangat, Pram membawa Naira kembali ke kamar dengan cara menggendongnya.


"Tidur lah, ini sudah malam!" Seru pram dengan menyelimuti tubuh ku dengan selimut.


"Lalu pak Pram tidur di mana?" Tanya ku saat melihat ia mengitari ranjang yang aku tiduri.


"Ya sudah pasti aku juga akan tidur di ranjang yang kau tempati, Naira!"


Rupanya pak Pram mengambil remote kontrol ac dan mengatur suhu ruang hingga aku nyaman.

__ADS_1


Lalu pak Pram ikut merebahkan tubuhnya di samping ku di atas ranjang.


Aku memicingkan ke dua mata ku menatap wajah tampan pak Pram yang kini menjadi suami ku, Gila...ini aku beneran nih? Tidur di ranjang yang sama dengannya? Nanti kalo pak Pram menggerayangi tubuh ku yang perawaaan ini, gimana dong? Gaswatkan?


"Sudah tidur! Aku tidak akan menyentuh mu!"


"Dari mana pak Pram tahu isi pikiran ku?" Tanya ku.


"Aku lelah, aku mau tidur." Pram memunggungi ku.


Pram yang sudah bangun lebih dulu, menatap puas wajah Naira yang sedang terlelap dengan lebih dekat.


"Kalo Naira sedang tertidur seperti ini rasanya wajahnya itu sangat polos, tidak menyebalkan apa lagi tingkahnya yang selalu saja membuat darah ku mendidih tapi sayangnya aku tidak bisa berbuat kasar padanya, hanya padanya seorang." Ujar Pram.


Pram mendekatkan tubuhnya bermaksud ingin mencuri ciuman gadis manis yang kini sudah sah menjadi istrinya, Naira.


Di saat yang sama Naira mengigau dan kakinya melayang menendang perut Pram hingga membuatnya jatuh terjerembab ke atas lantai dekat pinggiran kasur.


Flashback end.


Bukannya aku yang menarik pak Pram berdiri, tapi malah pak Pram yang menarik ku hingga aku jatuh menimpa tubuhnya, tubuh depan ku menempel sempurna pada dada bidang pak Pram.


"Aakh!" Pekik ku.


Dugh.


Tangan kekar pak Pram menengger di punggung ku, menahan ku di saat aku berusaha untuk bangun dari tubuh nya.


"Mau lari kemana kau heh!" Seru pak Pram.


Deg deg deg.


Jantung ku berdetak lebih cepat, aku mau bersembunyi saja, gak pernah ku rasa detak jantung ku secepat ini apa lagi saat ini aku menatap mata tajam Pram dengan bibirnya yang waaaa. Aku langsung menggelengkan kepala ku dengan cepat, mikir apa aku ini.


"Pak, a- ku ma- u ba- ngun."


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Hayooooo, siapa itu yang ngintip? 🤭🤭


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit

__ADS_1


__ADS_2