Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Kekasih


__ADS_3

...💖💖💖...


Ku tatap pak Pram, "Biar aku yang bicara padanya!"


Pandangan ku kini beralih pada Daren, cowok tengil yang sedang tersenyum pada ku.


"Maaf ya, sepertinya anda salah sangka terhadap perkataan ku... Jika anda ingin duduk di sini, silahkan saja."


Daren tersenyum puas menatap pria dewasa yang duduk di sebelah ku, dengan bangganya Daren berkata, "Anda sudah dengar kan, Tuan! Naira menginginkan saya untuk tetap berada di meja ini!" Serunya bangga.


"Bawa aku pulang ka!" Ucap ku pada pak Pram.


Pram langsung menggendong ku, dengan senyum puas pak Pram mengejek bocah tengik yang termangu di tempatnya, "Sepertinya anda salah mengerti dengan perkataan kekasih ku ini!" Seru pak Pram yang lantas membawa ku pergi dari meja.


Daren menatap ke pergian ku dan pak Pram, jadi pria dewasa itu adalah kekasih Naira? Bagaimana bisa Naira bersama dengan pria kejam ini?


"Tolong ya, bawakan tongkat penyanggah Naira ke mobil!" Seru pak Pram pada Novi saat akan melewatinya.


"Iya, pak!" Jawab Novi yang lantas mengambil tongkat penyanggah yang masih ada di meja tempat yang tadi aku dan pak Pram duduki.


Aku melingkarkan ke dua tangan ku di leher pak Pram, "Kaka tidak marah kan pada ku?" Tanya ku pada pak Pram.


"Untuk apa?"


Saat melewati kasir, "Semuanya yang ada di meja biar di bayarkan oleh asisten ku nanti ya!" Seru pak Pram bicara pada Mega.


"Gak usah, nanti bayarnya biar aku trasfer aja ya Mega! Oce!" Ucap ku dengan riang pada Mega.


Pram tekejut mendengar perkataan ku, "Baik lah kalo gitu, jaga kedei dengan baik ya!" Ujar pak Pram sebelum melanjutkan kembali langkah kakinya menuju mobil yang sejak tadi sudah terparkir di depan.


Dengan sigap pak Dev langsung membukanya pintu mobil untuk ku, lalu pak Pram memutar dan duduk di kursi belakang, bersebelahan dengan ku.


Pak Dev masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang kemudi, "Kita langsung pulang, Tuan?" Tanya Dev.


"Langsung pulang, bawanya lebih cepat ya!" Perintah pak Pram.


"Siap, bos!" Seru pak Dev.


"Jangan ngebut pak, bawa santai aja... berkendara lah dengan berhati hati jangan seenak jidatnya aja kalo bawa mobil." Seru ku melarang pak Dev untuk membawa mobil dengan ngebut.

__ADS_1


"Kau tidak salah berkata, Nai? Bocah nakal!" Seru pak Pram.


Ku tatap wajah tampan pak Pram yang sudah hilang entah kemana itu merah padamnya.


"Sepertinya pak Pram ini tidak suka ya kalo aku bilang harus berkendara dengan hati hati? Inget loh ya ngebut itu bisa membahayakan pengendara lainnya... you understand?" Ujar ku dengan menggebu gebu.


Dengan bangganya aku berucap pada pak Pram, "Gimana gak menggebu, aku ini biasanya berangkat sekolah pake sepedah motor, kalo setiap pengendra membawa kendaraannya tanpa perduli keselamatan pengguna lainnya... siapa yang di rugiin doang? Kalo bukan kita sendiri yang berhati hati saat berkendara, makanya itu sama aja kita mengurangi resiko kecelakaan."


Pak Pram bertepuk tangan sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran mobil.


Prok prok prok.


"Wah wah wah, hebat sekali kau ya!" Serunya.


"Emang aku hebat, bapak baru tahu ya kalo aku hebat? Bapak selama ini ngerem ya!" Ujar ku yang bangga di bilang hebat doang sama pak Pram.


"Dev, apa kau masih ingat dengan pengendara sepedah motor yang tempo hari memotong jalan yang sedang kita lintasi?" Tanya pak Pram.


Pak Dev melirik ke belakang sesekali, "Saya masih ingat, pak... CCTV pada dasboard mobil juga masih ada pak."


"Putar videonya, Dev... biarkan Nona muda mu ini untuk melihatnya." Ujar pak Pram.


"Kenapa harus video orang yang memotong jalan bapak? Kenapa gak putar aja film kartun, atau film komedi... kartun juga boleh!" Ujar ku dengan menggebu dan mencondongkan tubuh ku di antara dua kursi yang ada di depan.


Mata ku menatap pak Dev yang sedang menyiapkan video saat seseorang tengah memotong jalan mobilnya pak Pram.


Saat video di putar, mata ku tercengang.


Itu kan si lumut, motor kesayangan gw, kapan ya gw bertingkah kaya gitu? Itu kan gak baik bawa motor kaya gitu.


"Apa kau tau dan ingat siapa pengendaa itu?" Tanya pak Pram dengan menarik sudut bibirnya ke atas.


Aku hanya bisa diam di tempat duduk ku dengan menyatukan ke dua jari telunjuk ku, malu amat ya rasanya... mau di taro di mana ini muka gw.


Tadi aja gw di puji, gak taunya pujiannya nyakitin bener.


Pak Pram menatap ku, "Kau lihat Dev, tadi anak ini banyak bicara tentang berkendara yang benar dan jangan ngebu, sekarang dia tidak versuara setelah melihat video yang kau putar barusan." Pak Pram mengejek Naira.


Ku tatap tajam mata pak Pram dengan bibir mengerucut,kurang asem ini rubah tua! Bisa bisanya dia mempermainkan gw yang manis dan imut ini.

__ADS_1


Pak Pram menepukkan tangannya pada pahanya, "Ayo sini!" Serunya.


Aku menggelengkan kepala ku, enak aja minta aku duduk di pangkuannya, tadi aja gw di ejek... sekarang aja huh rubah tua mesum.. tar yang ada gw di apa apain lagi ama ini rubah mesum, bukan rubah tua lagi, hihihi.


Hup.


Pak Pram menarik pinggang ku dan mendudukkan ku di atas pangkuannya dengan sekali tarikan.


"Bapak mau apa lagi?" Seru ku dengan memalingkan wajah.


Pak Pram menarik dagu ku dan membuat ku menatap matanya yang selalu tajam saat menatap orang orang yang tidak ia suka.


"Siapa bocah tengil tadi?" Tanya pak Pram dengan suara dingin.


"Bicah yang mana?" Tanya ku dengan melingkarkan ke dua taangan di lehernya.


"Bocah tengil yang ada di kedei mu, sepertinya kalian saling kenal!" Seru pak Pram.


"Oh dia, dia anak baru... baru hari ini masuk ke dalam kelas ku, kami satu kelas." Seru ku berkata jujur pada pak Pram.


"Apa kau menyukainya?" Tanya pak Pram dengan tangannya memainkan anak rambut ku.


"Apa tadi bapak melihat jika aku menyukainya?" Tanya ku balik.


"Tidak ada, aku hanya melihat kau tidak menyukainya, apa bocah tengik itu mengganggu mu?" Tanya pak Pram.


Jika pak Pram sampai tahu Daren mengganggu dan menyentuh tangan gw, pasti akan tidak baik untuk Daren.


Aku menggelengkan kepala ku.


Pak Dev melirik dari kaca spion mobil, sepertinya Nona Naira sedang melindungi temannya itu, apa Nona Naira menyukai anak itu ya? Anak itu kan yang tadi ketemu di gerbang sekolah dengan ku, anak itu juga yang sudah menarik tangan Nona Naira.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut.


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁

__ADS_1


Makasih banyak udah mau baca.


__ADS_2