
...💖💖💖...
Ayu membatin, kenapa pak Haikal belum juga ke sini ya? Kapan ya pak Haikal bakal dateng ke sini?
Ceklek.
Ayu, Novi dan Bowo menoleh ke arah pintu yang di buka dari luar.
"Maaf jika ke hadiran saya mengganggu!" Haikal melangkah masuk ke dalam menghampiri ranjang rawat Novi.
"Panjang umurnya!" Gumam Ayu yang masih bisa di dengar oleh Novi.
Novi menoleh ke arah Ayu dengan kening yang mengkerut, matanya menatap tajam, ada apa dengan ka Ayu? Kenapa mata ka Ayu berbinar, saat tahu paman Haikal yang masuk ke dalam?
"Hai, apa kau sudah baikan?" Tanya Haikal dengan suaranya yang dingin, menyapa Novi saat dirinya sudah berdiri di samping ranjang rawat Novi.
Novi mengalihkan perhatian nya kini pada Haikal, sosok pria dewasa yang membuat hatinya berbunga, "Ah iya, udah ko. Udah mendingan. Oh iya emmm aku ---"
"Bisa kau ikut dengan ku? Ada yang ingin aku sampaikan pada mu, bocah plangton!" Seru Haikal.
Bukan Novi yang menjawab, melainkan Ayu, "Kenapa kalian gak ngomong di sini aja?" Tanya Ayu dengan ketus.
Haikal menoleh pada Ayu, dengan berkata datar, "Maaf, tapi saya sedang tidak berbicara dengan anda!" Ucapnya dengan tegas.
"Ihs, dasarrr pria kaku! Kenapa ngomong sama gw bahasanya formal gitu!" Gerutu Ayu.
Novi meraih tangan Haikal dan mengenggam pergelangan tangan pria yang berbalutkan pakaian serba hitam itu.
"Gw juga paman Haikal, ada yang pengen gw tanyain sama lo, paman!" Seru Novi dengan menatap dalam sepasang mata elang Haikal.
"Tunggu sebentar, biar saya ambilkan kursi roda lebih dulu." Ucap Haikal yang langsung meninggalkan ruang rawat.
Ayu menatap kesel pada Novi, "Heh bocah kecil, emang apa sih... yang mau lo omongin sama itu pria kaku! Gak takut lo, nanti kalo lo di apa apain sama itu orang, gimana? Mau minta tolong sama siapa lo?" Cecar Ayu yang mencoba mencari cari alasan untuk menghalangi ke duanya bicara berdua.
Bowo yang merasa anaknya sudah ke terlaluan pun menepuk lengan Ayu dan menegurnya, "Ayu jaga sikap kamu, nak! Kamu sudah ke terlaluan Yu! Jangan seperti itu, itu gak sopan namanya."
Ayu mendengus kesal.
Novi menatap heran pada Ayu, "Lo kenapa, si ka? Mau tau banget? Apa mau tau aja?" Ledek Novi dengan santai.
Ayu tergagap di belakang buatnya, "Sialannn lo, gw cu- cuma gak mao kalo nanti lo di apa apain sama itu pria kaku!" Kenapa pak Haikal bukan ngomong sama gw? Kenapa harus sama bocah kecil ini?
__ADS_1
Haikal kembali masuk ke dalam ruang rawat dengan mendorong kursi roda, "Apa ada yang anda khawatir kan, Nona Ayu?" Tanya Haikal datar tanpa ekspresi tatap nya pun dingin pada Ayu.
Haikal dapat menangkap dari perkataan Ayu, jika Ayu tidak suka melihat ke dekatan yang terjalin di antara Haikal dan Novi.
"Udah gak usah di dengerin paman!" Seru Novi yang bangkit dari ranjang rawat dengan di bantu Haikal untuk duduk di kursi roda.
Ayu menatap nanar ke duanya, harusnya gw yang lo bantu pak Haikal, kalian sedekat itu di depan mata gw! Di mana hati kalian! Gw ini juga punya perasaan.
Ke dua mata Ayu mengembun, namun dengan cepat Ayu menghapus jejak bulir bening yang siap menerobos ke luar dari kelopak matanya.
Novi membatin saat kursi roda yang ia dudukinya di dorong ke luar oleh Haikal.
Astaga, tadi gw beneran gak mimpi kan? Paman Haikal, mapah gw buat duduk di kursi roda ini? Gw bisa ngerasain... deru nafas paman Haikal yang hangat terus seger lagi nafasnya, astaga astaga, bisa bisa gw gak bisa tidur ini! Paman Haikal yang gantengnya gak ke tulungan, keloninnn eneng Novi dong wahahha. Novi terkekeh meski dalam batinnya.
Tanpa sadar tubuh Novi bergetar karena kekehannya yang meski hanya dalam hati.
"Ada apa dengan mu, bocah plangton?" Tanya Haikal saat kursi roda yang ia dorong sampai di taman rumah sakit.
"Ah tidak ada, paman." Novi merona saat Haikal menatapnya dengan lekat.
"Ada yang ingin aku tanyakan pada mu!" Ucap haikal dengan lembut.
"Apa?"
Setelah mendapatkan izin dari Pram, kini Naira dan Serli tengah berjalan menyusuri selaras kelas menuju gerbang karena jam pelajaran di sekolah telah usai.
Serli dan Naira berjalan beriringan dengan mengobrol.
"Lo bener di bolehan kan, Nai?" Tanya Serli.
"Iya, udah deh santai aja." Ujar Naira.
Ratna yang berjalan di belakang ke duanya pun nyinyir.
"Duh kasihan banget si lo! Tempat usaha di bakar orang, sekarang temen lo masuk rumah sakit, kalo gw jadi korban sih... gw bakal tuntut ganti rugi ya! Setidaknya sampe gw pulih!" Ejek Ratna.
"Ih dasarrr lampir lo! Mulut dajalll!" Oceh Serli dengan tangannya yang mengepal.
Naira menggenggammm jemari Serli, "Udah gak usah di ladenin! Nanti juga dia cape sendiri. Biar lah anjinggg menggonggong, kapilah berlalu." Sindir Naira.
"Sialannn lo, nyamain gw sama anjingg! Dasarrrr pengusaha abal abal!" Ratna berlenggak mendahului ke duanya dengan berjalan di antara Serli dan Naira.
__ADS_1
Ratna membatin dengan menoleh ke belakang melihat ke arah Serli dan Naira dengan ke dua matanya yang menatap tajam, liet aja lo Nai, pasti bakal gw bales perkataan lo itu!
Serli menoleh ke arah Naira dengan wajahnya yang gemas melihat ke lakuan Ratna, "Ihs sumpah ya Nai, kalo gw jadi lo, udah gw cangkremmm itu bibir nya!" Celetuk Serli dengan ke dua tangannya yang mencengkrammm angin.
"Awas! Itu ada---" Naira berseru dengan mengangkat satu tangannya berniet ingin menghentikan langkah Ratna namun terlambat.
Bugh.
"Awaaahhh." Rintih Ratna dengan tangannya yang mengusap keningnya dengan berdiri terpaku di tempat ia berpijak.
Kening Ratna membentur tiang yang melintang di pertigaan selaras gedung sekolah.
Siswa yang melihatnya pun mentertawakan tingkah koyol Ratna dengan seruan mereka.
"Hahaha, kalo jalan pake mata neng!"
"Kasian banget si lo!"
"Mau gw pinjemin kaca mata gw gak, Ratna?" Ledek ketua kelas lain.
Di saat Serli dan Naira melewatinya.
"Maksud gw itu tadi, awas tiang!" Seru Naira.
"Ahahaha, gw rasa tiang lagi sehay ama lo, Ratna!" Ejek Serli.
Ratna menghentakkan kakinya kesal, "Sialannn lo!
"Itu mobil jemputan lo, Nai!" Seru Serli yang mengenali sedan mewah berwarna putih.
"Iya itu." Tapi tumben biasanya ada pak Dev, bang Dega atau bang Haikal yang berdiri di depan pintu, ini gak ada, kaca mobil tertutup rapat.
Ke duanya menyebrang jalan ke arah mobil yang terparkir.
Tiiiiiiiiiin.
Brak.
......................
...💖 Bersambung 💖...
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊