Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Semakin yakin


__ADS_3

...💖💖💖...


"It's oke, gw gak apa apa kok. Btw dia siapa lo sih, sampe segitunya amat ngatur ngatur hidup lu! Tau gitu nih ya, kalo kata gw mending lu balik lagi tuh tinggal sama nenek lu, ngapain juga lu tinggal di sini, rumah gede tapi banyak aturan kayanya mah ini rumah."


Serli masuk ke dalam mobilnya dan duduk di samping pak supir yang umurnya tidak lagi muda.


"Kalo gw bilang dia itu suami gw, apa lu percaya?" Tanya ku saat melihat Serli mengenakan sabuk pengaman.


"Ah jangan ngaur lu, Nai! Kita ini kan masih berstatuskan pelajar ... kelamaan kaga masuk sekolah si lu! Gw tunggu besok lu di sekolah ya! Bai bai Naira!" Serli melambaikan tangannya pada ku.


"Bai!" Ku balas lambaian tangan Serli dengan senyum di bibir ku yang terasa pahit, pahit lah sahabat ku sendiri di usir dari rumah oleh rubah tua itu.


Ku arahkan kursi roda ini masuk ke dalam rumah, pak Dedi masih saja membuntuti ku dari belakang.


Rupanya Serli menganggap omongan ku akan status pak Pram itu hanyalah candaan ku, bagus lah kalo begitu. Apa besok aku sudah boleh ke sekolah ya?


"Udah pak, bapak gak perlu ikutin saya kaya gini!" Seru ku.


"Maaf Nona, ini perintah Tuan. Jika boleh saya beri saran, sebaiknya anda menurut dengan apa maunya Tuan, Nona. Itu akan jauh lebih baik untuk anda, saya yakin Nona Naira sudah memiliki ruang tersendiri di hati Tuan." Ujar pak Dedi yang terus nyerocos.


Kata kata pak Dedi mengganggu pikiran ku, akhirnya aku menghentikan kursi roda ku.


Aku mendongak menatap pak Dedi, apa maksud perkataan pak Dedi?


Pak Dedi tersenyum pada ku, pria paruh baya ini mengingatkan ku pada papa, "Saya tahu, Nona pasti menilai Tuan itu kejam sama, sama seperti kebanyakan orang di luaran sana yang menilai Tuan itu kejam. Tapi tolong percaya pada saya, Nona. Nona Naira itu wanita yang istimewa di mata Tuan Pram, Nona di perlakukan berbeda dengan wanita lainnya, Nona pula lah satu satunya wanita yang sudah di bawa pulang ke rumah ini oleh Tuan, hanya Nona yang bisa merubah Tuan menjadi Tuan yang dulu, hangat dan penyayang."


"Sepertinya bapak tau banyak tentang pak Pram?" Tanya ku polos.


Pak Dedi tidak mau memberi tahu ku dengan memberi alasan, "Maaf Nona, sepertinya kita sudah terlalu lama di luar ... Tuan Muda Pram juga pasti sudah menunggu anda dari tadi."

__ADS_1


Ku buang nafas ku dengan kasar, "Ya sudah lah kalo bapak tidak mau memberi tahu ku!" Ku tarik tuas kursi roda dan masuk kembali ke dalam rumah.


Rumah megah yang kini akan menjadi tempat tinggal ku, entah sampai kapan aku akan terjebak di rumah ini, tapi ucapan pak Dedi membuat ku semakin yakin untuk membuat hati pak Pram takluk pada ku, ya satu satunya cara adalah aku harus membuat pak Pram takluk pada ku.


Ku lihat pak Pram tengah berdiri di depan lift dengan punggung bersandar pada dinding, satu tangan kanannya di masukkan ke dalam saku celana.


Kalo di liet liet, cakep juga sih pak Pram ini, tapi sikapnya yang arogan dan sok ngatur, itu yang paling gw gak suka darinya, minesnya kali ya dari cowok modelan pak Pram.


"Sudah mengantarkan teman mu itu!" Seru pak Pram dingin.


"Hem." Balas ku saat sudah berada di depannya.


Ku lihat dengan mata ku, perawat Amarta berjalan menghampiri kami.


Amarta membungkukkan tubuhnya dengan hormat, "Saya permisi Tuan, Nona, maaf jika saya sudah melakukan kesalahan. Terima kasih karena Tuan sudah mau memperkerjakan saya." Ujar Amarta.


Ku tatap wajah perawat yang baru beberapa jam di pekerjakan pak Pram untuk merawat kaki ku yang patah ini, maksud ka Amarta apa ya?


Perawat Amarta hendak melangkahkan kakinya pergi, namun aku menahannya. "Tunggu, ka!" Seru ku.


Amarta pun menghentikan langkah kakinya dan menatap ku.


"Tunggu, aku mau bicara dulu dengan pria ini!" Seru ku menatap Amarta dengan jari telunjuk kanan menunjuk pak Pram.


Ku tatap wajah pak Pram yang minus senyum itu, meminta penjelasan darinya, "Pak Pram, bisa tolong jelaskan pada ku?" Tanya ku dengan suara tegas, aku yang belum tahu jika pak Pram sudah memecat dan tidak lagi memperkerjakan Amarta sebagai perawat ku.


Ke dua tangan pak Pram mengepal, Dengan perawat dia memanggilnya ka, lalu dengan ku dia memanggil ku pak? Rubah tua? Bakul bekas? Yang benar saja kau, Naira!


"Mulai detik ini, dia bukan lagi perawat mu!" Seru pak Pram tegas.

__ADS_1


"Yang benar saja, pak?" Tanya ku tidak percaya, gila ini orang enak banget maen pecat pecat orang bae ya, tadi aja pak Pram muji muji ka Amarta dan sekarang dia memecatnya? Apa alesannya!


Pak Pram menatap ku tajam, aku yakin, anak ini pasti akan melawan ku.


"Apa alasannya bapak memecat ka Amarta?" Tanya ku.


"Apa harus aku meminta persetujuan dari mu?" Pak Pram malah bertanya balik pada ku.


"Emm, ya harus ... ka Amarta kan orang yang bapak pekerjakan untuk ku, jadi bapak harus bertanya dulu pada ku!"


"Memangnya siapa diri mu? Punyak hak apa kau sampai aku harus meminta persetujuan mu dulu!" Pak Pram menyeringai pada ku, ayo katakan jika kau itu istri ku, istrinya Pramana Sudiro, akan ku apresiasikan jika diri ku mengakuinya.


"A- aku kan istrinya pak Pramana Sudiro, jadi aku berhak untuk bicara." Ku palingankan wajah ku dari pak Pram yang terus menatap ku, "Aku tidak mau ka Amarta sampai bapak pecat." Ujar ku, dengan wajah merona, malu juga udah ngakuin aku ini istri pak Pram, lelaki tua, rubah tua. Pasti dia merasa senang! Huh menyebalkan kau rubah tua.


Hem, benar dugaan ku ... anak ini akan melawan keputusan ku, dia juga mengakui dirinya sebagai istri ku di saat yang bersamaan, pandai juga kamu Naira memanfaatkan status mu di saat diri mu terdesak.


Pak Pram sudah berdiri di depan ku dengan wajah datarnya, "Aku tidak mendengar kau bicara apa, Naira!"


"Apa?" Cicit ku.


Amarta hanya menatap heran wajah pak Pram, Apa pak Pram benar benar tidak mendengar nona Naira tadi berkata apa? Atau pak Pram mengalami gangguan pendengaran ya?


"Ayo, katakan sekali lagi! Aku ingin mendengarnya!" Seru pak Pram.


Mata ku menatap nyalang wajah pak Pram, mau bermain main dengan ku ya pak? Baik lah.


Bersambung....


...💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit


__ADS_2