
...πππ...
Dari arah belakang suara Novi dan Serli menyerukan nama Naira.
"Nai! Tunggu woy!" Seru Serli.
"Kampretttt lo, Nai! Ninggal gw!" Seru Novi.
Bugh.
Novi berlari tanpa memperhatikan jalan dan menubruk tubuh Ratna yang baru saja ke luar dari arah toilet.
Ratna dan Novi sama sama jatuh terduduk dengan bokonggg menciumm lantai.
"Awhhh." Ratna merintih dengan memegagi bokongggnya yang mencium lantai.
"Awhh." Novi juga merintih dengan memegangi bokongggnya yang mencium lantai.
"Sialannnnn lo, jalan pake mata dong!" Seru Ratna dengan ketus dan berusaha bangkit.
"Ihs ada juga lo jalan pake mata, dasarrr lo!" Novi bangkit dari posisinya dan menepuk nepukkan bokongggnya.
"Udah udah, lo yang salah sih di sini... lo yang harusnya minta maaf dong Nov!" Sanggah Serli yang berada di belakang Novi.
"Denger tuh apa kata temen lo, lo yang salah! Begeee banget sih lo jadi orang!" Oceh Ratna dengan marah marah, makin kesel saat tahu Novi pelakunya yang sudah membuatnya jatuh.
"Ihs, sorry!" Novi langsung meninggalkan Ratna dengan menarik tangan Serli dan membawanya menjauh dari Ratna.
Naira dan Elsa yang tidak tahu kini sudah berada di kantin, duduk manis menunggu pesenannya.
"Harusnya Novi sama Serli kan udah nyampe, ko belum ya?" Tanya Elsa dengan memperhatikan ke arah luar kantin.
"Paling beserrr dulu." Naira mengerluarkan hapenya yang ada di saku roknya.
Naira mengetikkan pesan dan mengirimnya untuk Pram.
"Ka, nanti jemput aga sore aja ya! Aku mau ada pendalaman materi, ya kira kira berakhir di jam setengah limaan lah ya."
Tidak berapa lama pesan langsung di balas oleh Pram.
[ "Apa kau sudah makan siang?" ]
"Aku sedang makan siang di kantin.. kaka sedang apa? Apa sudah makan siang?" Tanya Naira lewat pesan singkatnya.
Serli dan Novi kini bergabung dengan Naira dan Elsa di satu meja yang sama dengan menu pesanan mereka masing masing di depannya.
[ "Ingat, jangan makan sambal terlalu banyak... aku tidak suka itu!" ] Omel Pram.
"Ihs, aku yang makan apa hubungannya dengan ka Pram?" Tanya Naira.
__ADS_1
[ "Kirimkan pada ku apa yang kau makan saat ini!" ]
"Untuk apa ka?" Tanya Naira dengan keningnya yang mengkerut, sedangkan di hadapannya kini ada semangkuk bakso dengan kuah merah yang sudah tercampur dengan empat sendok sambal.
"Lo mau makan bakso apa kuah sambal, Nai?" Tanya Elsa yang di buat geleng geleng kepala melihat kelakuan Naira.
"Gw lagi pengen, seger tau makan bakso pake es soda gembira." Ujar Naira, "Bu Rumi, sekalian soda gembiranya ya yang rasa strawberry, es batunya sedikit, banyakin susu boleh bu hehehe." Naira terkekeh sendiri setelah memesan minumnya pada bi Rumi dengan suara yang nyaring dari kursi ia duduk.
"Astaga, Nai." Serli menyentuh kening Naira dengan punggung tangannya, "Lo gak sakit kok, suhu tubuh lo juga normal!" Oceh Serli.
Naira menepis tangan Serli dari keningnya, "Kampretttt, lo kata gw lagi sakit apa?" Gerutu Naira dengan bibir yang mengerucut.
Novi mengerutkan keningnya menatap Naira dengan curiga, ini bocah udah datang bulan belum sih? Gw curiga nih, jangan jangan pertanda anuuu anuuu nih.
"Ini neng soda gembiranya, rasa strawberry dengan es batu yang sedikit, banyak susu." Ujar bu Rumi mengulang apa yang Naira pesan.
"Ih ibu keren, dua jempol buat bu Rumi!" Naira menaruh gelas yang berisi soda gembira rasa strawberry di depan mejanya, lalu menunjukkan 2 jempolnya pada bu Rumi.
Serli geleng geleng kepala, baru kali ini Naira pesen minum soda gembira buat nemenin semangkuk bakso. Biasanya kan gak jauh dari air mineral kalo gak minuman botol.
Dengan hapenya Naira mengambil foto ke dua pesenannya untuk menemaminya makan siang, lalu mengirimkannya pada Pram. Seperti apa yang di minta Pram, mengirinya foto yang menjadi menu makan siang Naira.
Novi menepuk keningnya dengan telapak tangannya sendiri, "Pasti lo kirim itu foto ke pak Pram?" Tebak Novi.
"Ahahahha, sok tau lo!" Seru Naira.
Novi, Serli, Elsa hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah aneh Naira.
"Temen, lo?" Tanya Serli pada Novi.
"Sohib gw, sohib lo juga!" Seru Novi dengan menyikut lengan Serli.
"Lo yakin, Nai? Gw takut nanti perut lo sakit lo!" Oceh Elsa.
"Gak akan, santai aja deh!" Seru Naira yang dengan lahap memakan baksonya dan sesekali menyeruput minumnya.
Dreet dreet dreeet.
Hapenya Naira yang bergetar di saku roknya tidak dia hiraukan.
Ratna yang duduk tidak jauh dari meja Naira pun menatap curiga pada tingkah teman teman Naira.
Daren mengikuti arah pandangan Ratna yang tertuju pada meja di mana ada Naira.
Ratna membatin dengan menggenggam erat sendok yang ada di tangannya, matanya menatap tajam pada Naira, gw curiga nih sama naira, apa jangan jangan itu anak?
"Udah makan, gak usah ngurusin orang lain!" Seru Daren pada Ratna yang duduk di hadapannya.
"Gak usah sok tau deh!" Seru Ratna dengan ketus.
__ADS_1
"Jelas gw tau... pasti lo lagi mikir yang aneh aneh kan buat ngerjain Naira?" Tebak Daren mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.
"Susah kalo punya pacar tapi gak sejalan sama gw!" Ratna menatap sebal pada Daren.
Daren menatap Ratna dengan sebel, jelas gw gak setuju lo celakain Naira, secara cewek yang gw suka itu ya Naira... bukan lo.
Daren bangkit dari duduknya, "Kayanya kita perlu bicara serius!"
"Apa sih!" Gw tuh harus cari cara buat celakain Naira, buat pastiin itu anak bener gak ya!
Daren meninggalkan Ratna begitu saja di kantin.
πDi tempat lainπ
Dari luar kamar, Haikal mengetuk pintu dengan tangannya menggenggam paper bag.
Tok tok tok.
"Bos, makan siang sudah datang." Ujar Haikal.
"Masuk saja." Ujar Pram.
Haikal masuk ke dalam dan melihat bosnya Pram tengah berjalan mondar mandir dengan tangannya yang menggenggam hape di telinga kanannya.
"Kemana bocah nakalll itu? Berani dia tidak menjawab telpon ku!" Gerutu Pram.
Haikal menaruh paper bag di atas meja.
"Ada lagi yang bisa saya bantu, bos?" Tanya Haikal.
"Tidak ada, kembali lah." Ujar Pram tampak acuh.
Haikal kembali menutup pintu itu, bos pasti lagi di buat uring uringan dengan Nona Muda.
Haikal kembali ke lantai bawah menemui rekannya yang lain.
"Bagaimana dengan bos? Apa kita hanya akan tetap berdiam diri di sini?" Tanya Dega saat haikal kembali.
"Bos sedang sibuk dengan telponnya, bagai mana dengan orang mu yang ada di lokasi?" Tanya Haikal mengenai pengawal bayangan yang di tugaskan untuk memantau Nona Muda-nya Naira.
"Aman, tidak ada masalah." Ujar Dega.
"Apa yang akan bos lakukan pada Tuan besar ya?" Tanya Haikal.
...πππππ...
Salam manis author gabut
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen π
__ADS_1