
...๐๐๐...
"Maaf bos, kami gagal." Ucap pria yang satu tangannya patah.
Bugh.
"Awwhh."
Aji memukul kaki pria yang bicara padanya menggunakan tongkat nya dengan keras.
"Setelah gagal membawa anak itu. Kalian masih berani ke sini? Dasarrr bodohhh, tidak berguna kalian!" Aji geram dengan orang orang yang Aji sewa untuk membawa Naira ke hadapannya ternyata mengalami ke gagalan kembali.
"Maaf bos, kami tidak tahu jika Nona itu memiliki ke mampuan bela diri?" Ujar pria yang memegang tongkat baseball.
"Pergi lah! Aku tidak ingin melihat wajah kalian di sini!" Aji mengusir semua orang bayarannya untuk meninggalkan kediaman.
"Tapi bos! Bos belum membayar sisa uangnya pada kami!" Ujar pria yang telornya di tendang Naira.
Bugh bugh bugh.
Aji memukuliii pria yang berani membantah perkataannya dengan tongkat.
"Awwh ah ah sakit bos! Kalian semua, kenapa diam saja hah!" Ujarnya dengan satu tangan lainnya, berusaha menutupi wajahnya agar tidak terkena pukulan dari tongkat.
Mereka yang sedari tadi diam akhirnya membantu temannya, ada yang memegangi ke dua lengan Aji, agar pria tua itu menjauh dari temannya yang sedang Aji pukuli.
"Bos, sudah bos. Hentikan." Ujar pria yang memegangi lengan Aji.
"Singkirkan tangan kotor kalian dari ku! Kuranggg ajarrr kalian. Tidak menjalankan tugas dengan baik tapi beraninya kalian menuntut bayaran dari ku, kalian tidak tahu siapa aku hah!" Bentak Aji dengan suaranya yang menggelegar, dadanya naik turun, wajahnya merah padam. Perasaan kesal dan kecewa dalam dirinya kian membuncah.
Kepala pelayan datang menghampiri Tuan besarnya, "Ada apa Tuan? Apa yang kalian lakukan di sini?"
Ke dua orang pria yang memegangi lemgan Aji, melepasss kan Aji dengan mendorongnya ke arah kepala pelayan.
"Makanya kalo tidak mampu membayar jasa orang, tidak perlu menggunakan jasa kami untuk menculikkk. Kau saja yang kerjakan sendiri!" Ocehnya dengan kesal meninggalkan kediaman Aji di susul dengan yang lainnya.
Prang.
Tongkat baseball di lempar ke arah Aji, "Ini ku berikan untuk mu kakek tua!"
__ADS_1
"Sialannn kalian! Kalian juga akan aku musnahkan, jika aku sudah berhasil merebut ke kayaan ku kembali." Aji mengepalkan tangannya, menatap tajam punggung pria yang menjadi orang bayarannya.
"Sebenarnya apa yang sudah Tuan besar lakukan?" Tanya kepala pelayan yang masih setia pada Aji.
Aji mendudukan dirinya di sofa dengan punggung yang bersandar, "Kau tahu, aku memberi perintah pada mereka, untuk membawa anak itu ke hadapan ku dengan hidup hidup. Tapi seperti sebelumnya, orang bayaran ku selalu gagal untuk menangkap anak itu!"
Kepala pelayan mengerutkan keningnya, mendengar bos nya yang terus mengalami ke gagalan.
Kepala pelayan berujar, "Tuan Pram memberikan pengawalan yang ketat pada anak itu, Tuan?"
"Sepertinya begitu. Menurut mu, cara apa lagi yang harus aku lakukan untuk menculik anak itu? Aku yakin, anak sialannn itu akan menukar apa pun demi anak itu!"
Kepala pelayan menyampaikan idenya pada Aji dengan mendekat kan wajahnya pada Tuan Nya, lalu ia berbisik di telinga Aji.
Aji menyeringai setelah mendengar apa yang di katakan kepala pelayannya. Rencana yang cukup brilian baginya. Bahkan idenya itu tidak terpikirkan oleh nya.
"Cepat, jalankan semua rencana mu itu! Aku sudah tidak sabar ingin melihat ke hancuran bocah sialannn itu! Kau akan hancur di tangan ku Pramana Sudiro!" Aji menyeringai membayangkan ke hancuran yang akan di rasakan Pram.
Kepala pelayan menyeringai melihat Aji, dasar tua bangka. Sudah bau tanah, masih saja memikirkan soal harta. Siapa bilang aku akan memberikan harta itu pada mu, tentu saja tidak, aku akan membalik semua aset mu menjadi nama ku, setelah aku berhasil menjalankan rencana busukkk ku!
Lalu kau akan aku lenyappp kan bersama dengan putra yang amat kau benci itu dan jika putra angkat mu ikut campur, pasti tidak akan aku biarkan ia lolos begitu saja, akan ku buat Daren menyusul kalian hehehehe.
"Apa lagi yang sedang mereka rencanakan? Aku harus memberi tahu ka Pram. Setidaknya biar ka Pram bisa lebih was pada." Gumam Daren.
Trang.
...๐ Kediaman Pramana๐...
Awan senja menyinari langit, meninggalkan siang dan menyambut petang di tengah cuaca yang cerah tanpa mendung.
Pram memperhatikan Naira yang tengah bicara dengan Angga serta Mega di mejanya kini.
Sedangkan Haikal mendudukan dirinya di kursi belakang kasir. Novi, memperhatikan Tuan dan Nona Muda-nya, sedangkan Dega terus menatap lekat Mega yang tampak serius mendengarkan arahan dari Naira sang bos.
"Oke, diel ya!" Seru Naira pada ke duanya.
Seorang wanita cantik memasukiii kedei dengan teman prianya.
Mereka menduduki diri di meja yang tidak jauh dari meja Naira berada.
__ADS_1
Novi langsung menyambut pelanggan tersebut dengan membawa buku menu.
Tidak berapa lama Novi kembali dengan menu yang sudah di pesan menuju jendela yang menghubung kan kitchen.
Tatapan genit di tunjukkan pada wanita yang tengah memperhati kan Pram, wow mangsa baru nih! Bisa kali ya gw pepet, secara itu cowok kayanya bukan cowok sembarangan, jam yang di pakenya pasti jam asli, pakaiannya juga tampak mahal. Gak rugi lah ya kalo gw bisa kenal ama itu cowok!
"Ehem, sayang... aku ke toilet dulu ya!" Wanita bergaun hitam beranjak dari duduknya dan melewati meja di mana Pram duduk.
Wanita itu mengerlingkan matanya saat melewati meja di mana Pram duduk, Pram tampak acuh pada wanita itu. Pram tampak merentangkan satu tangannya di bahu Naira dan membuat wanita itu menyandar pada lengannya.
"Apa sih ka? Mau pulang? Tar ya, dikit lagi nih." Naira bertanya namun menjawab pertanyaan yang ia tujukan sendiri pada Pram.
Angga bertanya pada Naira, "Jadi untuk kedei yang baru kita buka setelah Ayu benar benar pulih? Kalo gitu kita udah bisa, mulai buka lowongan kerja dong ya! Kira kira ada target gak nih, buat terima berapa karyawan baru di kedei yang baru?"
"Emang harus sekarang bang? Buat buka lowongan kerja?" Tanya Mega.
"Harus dong, kan biar kita bisa ajarin dulu buat menu menu yang di jual. Belum lagi cara pelayanan ke pelanggan." Ujar Angga.
"Emmm kalo di lihat dari tempat kedei yang baru itu, ke mungkinan 8 orang bang, itu kan tempatnya cukup luas. Lantai atas bisa di jadiin ruang privat, sama balkon bisa di manfaatin tuh buat spot foto, di lantai bawah nanti di taroin lemari buat nyimpan buku buku. Sama model resto lesehan gitu. Jadi kita gak pake kursi bang, kita modal karpet lembut ama meja, beda konsep kan sama kedei yang sekarang! Gimana menurut kalian?" Tanya Naira lagi.
"Udah bagus ko itu, buat ke amanan gimana?" Tanya Mega.
"Itu biar saya yang atur." Ujar Pram menimpali ke tiganya.
Wanita yang tadi ke toilet kini kembali ke mejanya namun saat melewati meja Pram.
Gw mulai ah, paling itu cewek cuma adiknya aja, gak masalah lah ya.
Krek.
Bugh.
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
......................
...๐ Bersambung ๐...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! ๐