Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Rumah wadon


__ADS_3

...💖💖💖...


Naira melangkah masuk ke dalam, ingin melihat apa yang ia bayang kan benar apa adanya.


Sreeek.


Bugh.


Baru saja pintu kamar mandi di dorong oleh Naira. Tangan Naira langsung di tarik ke dalam kamar mandi, oleh seseorang yang ada di dalam kamar mandi, lalu tubuh Naira di dorong ke dinding dengan wajah Naira yang tampak teganggg menatap si pendorong.


"Ka Pram!" Teriak Naira dengan dadanya yang naik turun.


Pram mencecar Naira beberapa pertanyaan dengan suaranya yang dingin.


"Apa? Mau marah? Mau mencari wanita yang sedang bersama ku? Apa kau berhasil, menemukan wanita yang ada dalam pikiran mu itu? Hem!" Pram memainkan alisnya naik turun, menatap Naira dengan genit serta bibirnya yang menyeringai.


Naira mengerucutkan bibirnya, menatap Pram dengan malas. Sialll banget deh gw, pake lupa kalo laki gw ini turunan cenayang, bego banget sih gw tadi pake ngebatin, dasarrr lo Naira dodol! Jadi ke tawan kan kalo gw lagi nyari itu demit wadon!


Pram mengerut kan keningnya, "Apa itu, demit wadon?" Tanya Pram, saat mendengar kata yang menurutnya asing di indra pendengaran nya.


"Setan ka, wanita jadi jadian yang godain suami orang!" Ucap Naira dengan ketus.


Pram menyeringai, sepertinya Naira marah jika aku dekat dengan wanita lain selain dirinya! Apa Nai cemburu pada ku? Bagus lah kalo begitu.


"Sekarang temani aku bermain! Sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiran buruk mu itu! Hem!" Pram berujar dengan menyusuri leher Naira yang jenjang, hembusan nafas Pram, membuat bulu bulu halus Naira bergidik.


"Iihhhs ka! Ini kan kantor!" Naira mendorong dada bidang Pram.


"Lalu? Apa ada masalah jika ini kantor?" Tangan Pram, membuka kancing seragam sekolah yang Naira kenakan.


Naira menyerukan nama Pram dengan manja, di tambah lagi dengan tangannya yang melingkar di leher Pram. Jemari Naira mengukir di leher belakang Pram.

__ADS_1


"Kaaa Praaam!"


Pram mengerutkan keningnya, melihat perubahan sikap Naira, pasti ada maunya.


"Hemmm!"


Pram mendarat kan bibirnya di salah satu gunung kembar Naira, menggigittt kecil, memberinya tanda ke pemilikan membuat Naira mendesahhh dan mencengkrammm rambut Pram.


Pram melepasss rok yang di kenakan Naira, lalu tangannya melepasss kain segitiga pengamannn, yang membaluttt rumah senjatanya Pram yang kini sudah menegang, mencari rumah untuk pelepasan hasratnya.


"Tadi pagi, kaka ke mana dulu? Apa mampir dulu, ke mana gitu?" Tanya Naira dengan nafasnya yang tersengal sengal, kepala dan tubuh nya meliuk liuk. Saat bibir Pram memberikan tanda ke pemilikan di perut Naira yang masih rata.


"Tentu saja, memang aku harus mampir ke mana dulu?" Tanya Pram, dengan tangannya yang membuka sreting pada celananya sendiri.


"Ya kali aja, ke mana dulu gitu. Sampe kaka telat dateng ke kantor." Ucap Naira.


"Apa kau sedang curiga pada ku?" Pram menautkan keningnya pada kening Naira.


Pram mengarahkan miliknya pada milik Naira, mendorongnya dengan perlahan dan Naira meringis dengan menggigittt bibirnya.


Nairah mulai mendesahhh dan mengeranggg, saat Pram mulai memainkan miliknya dengan perlahan, memaju mundurkan pinggulnya.


Pram melumattt bibir Naira, memacuuu gerakan pinggulnya dengan semakin cepat dan semakin dalam. Hingga milik Naira berkeduttt, Pram mengeranggg merasakan pelepasannn pada miliknya.


Pram mengangkat ke dua kaki Naira, hingga melingkar di pinggang nya, ke dua tangan Pram menahan bokonggg Naira, memacu kembali miliknya dengan gerakan yang cepat. Membuat si gunung kemar Naira bergesekannn, dengan dada bidang Pram.


Pram kembali menerobos masuk ke dalam mulut Naira, menyesappp dengan dalam lidah Naira, membelittt lidah Naira, membuat Naira memukulll dada bidang Pram dan mencubittt punggung Pram di saat Naira sampai pada puncakkk nya.


Pram tersenyummm puasss melihat wajah Naira yang tampak lelah.


Ke duanya mandi bersama, di bawah guyuran air shower dengan suhu yang hangat.

__ADS_1


"Tadi kau bilang aku dari rumah wadon? Rumah wadon, apa lagi itu, sayang?" Tanya Pram.


Naira meremasss ke dua tangan nya di depan dadanya, dengan wajah masam dan gemesss.


"Iiiiihh udah di jelasin juga tadi, pake ngulang mulu." Naira membiar kan Pram menggosokkk punggungnya dengan sabun.


"Owh, kirain apa. Bahasa mu aneh aneh di telinga ku, Nai."


"Bukan bahasa ku yang aneh, tapi kaka aja yang katro, gak ngerti bahasa ku!" Celetuk Naira.


Pram mencubittt hidung Naira, dan menarikkk nya, lalu berujar dengan lembut, "Sudah berani kau ya mengatai ku, katro? Kau... sayang ku yang katro! Bukan aku!"


"Aaaawwwwhhh sakit ka!" Naira mengaduh ke sakitannn, dengan tangannya yang menggeprak geprak punggung tangan Pram, yang tengah mencubittt dan menarikkk hidungnya.


Pram terkekeh di buatnya.


Pram menjauhkan tangannya dari hidung Naira yang kini semerah tomat.


"Kau tunggu lah di sini, biar ku ambilkan handuk untuk mu!" Ujar Pram yang lantas ke luar dari kamar mandi dengan tubuh yang oplas.


Bugh.


...💮💮💮💮💮...


......................


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊

__ADS_1


__ADS_2