Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Momo sebagai tameng


__ADS_3

...💖💖💖...


Setelah mengantar Naira ke sekolah, Pram langsung menuju ke Hotel Pelangi yang ada di Jakarta.


Semua kebutuhannya sudah di persiapkan oleh Dev. Setelah sampai di Hotel Pelangi, Pram langsung bersiap diri di kamar deluxe room yang akan ia tempati selama dia berada di hotel itu.


Tok tok tok.


"Apa anda sudah siap, pak?" Tanya Dev dari balik pintu.


Ceklek.


Pintu di buka, menampilkan sosok Pram yang gagah dengan kemeja putih berbalut jas hitamnya, kali ini ia mengenakan dasi kupu kupu.


"Ayo, pak!" Seru Dev.


Pram pun langsung berjalan mendahului Dev, ia menuju bollroom hotel, tempat yang menjadi inti dari acara yang akan berlangsung.


"Apa dia sudah siap?" Tanya Pram.


"Nona Momo sudah menunggu anda di depan lift pak." Seru Dev.


"Kau sudah beri tahu dia kan apa saja tugasnya?" Tanya Pram yang tidak ingin ada kesalahan sedikit pun.


"Sudah, pak!" Seru Dev, "Apa anda yakin, pak... Nona Naira tidak akan salah paham pada anda? Apa bapak sudah siap menanggung segala resiko jika saja reaksi Nona Naira tidak sesuai dengan ekspektasi bapak?"


Dev lebih peka dari pada Pram jika menyangkut wanita, bagai mana rasanya jika seorang wanita apa lagi wanita itu adalah pasangannya sendiri akan melihat pasangannya bersama dengan wanita lain.


"Aku sudah mengatakannya untuk tidak mempercayai apa yang ia lihat dan apa yang ia dengar, jka bukan dari bibir ku sendiri yang mengatakannya." Ujar Pram dingin, "Kau tenang saja lah Dev, tidak akan terjadi apa apa pada hubungan ku dengan Naira." Ujar Pram.


Dengan pedenya Pram mengatakan itu semua pada Dev, jika semua yang akan terjadi nanti saat di acara opening hotel itu ke depannya tidak akan berpengaruh pada hubungannya dengan Naira.


Pram lupa jika dia menikahi bocah yang masih labil, Naira yang belum bisa mengendalikan emosinya jika sudah berhubungan langsung dengan Pram, Naira yang kini lebih perasa dan sentimentil jika berkaitan dengan Pram meski Naira sendiri belum tahu kenapa perasaan dan otaknya tidak singkron jika berhubungan dengan makhluk yang bernama Pram.


"Saya sudah mengingatkan bapak ya! Jangan menyesalinya, pak!" Seru Dev mengingatkan Tuannya.


Pram menghentikan langkah kakinya dan menyuruh Dev untuk melangkah ke sampingnya .


Di saat Dev sudah melangkah dan mensejajarkan dirinya dengan Pram.


Pletak.


Pram mendaratkan kepalan tangan kanannya pada kepala Dev dengan keras.

__ADS_1


Dev ingin meringis dan mengaduh sakit, tapi melihat wajah Pram yang tajam saat menatapnya membuatnya meringis dalam hati.


Dasarrr bos sialannn, ku doakan kau Nona Naira akan ngamuk saat mengetahui rencana mu ini, apa lagi kan ini acara di tampilkan secara live di tivi, aku tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hati Nona Naira saat melihat pak Pram akan tampil mesra saat di depan kamera, yah meskipun ini demi kebaikan Nona Naira juga sih, huh wanita mana mengerti jika sedang di lindungi, apa lagi pak Pram tidak mau mengatakan yang sejujurnya dengan Nona Naira, sudah pasti akan terjadi uru hara ini.


Pram melihat di depannya sudah ada sosok wanita cantik dengan gaun hitam tengah menantinya di depan lift.


Wanita itu mengulurkan tangan kanannya ke depan saat Pram sudah berdiri di depannya.


"Aku tidak pernah menyangka jika bisa berkesempatan untuk mendampingi bapak dalam acara yang sepenting ini!" Serunya panjang lebar namun sayangnya Pram enggan menjabat tangan wanita yang ada di hadapannya.


Pram tersenyum sinis menatap tangan Momo yang terulur ke hadapannya, jika bukan untuk menjadikan mu tameng, mana mungkin aku mau berdampingan dengan mu dalam acara ini.


Pram sudah bulat untuk menjadikan Momo sebagai tameng untuk Naira.


Dev langsung menekan tombol pada lift dan pintu lift pun terbuka.


Mereka bertiga memasuki lift bersama.


Momo menatap takjub pada Pram, lelaki yang berani membayarnya mahal hanya untuk beberapa jam menemaninya dalam acara opening Hotel Pelangi.


Momo tidak menolak dengan penawaran yang di berikan Dev untuk menemani Pram apa lagi ini akan sangat menguntungkan untuk karier Momo itu sendiri di dunia keartisannya.


Pram dan Momo pun menjadi pusat perhatian saat ke duanya melangkah bersama yang langsung di soroti kamera.


Acara yang berjalan dari siang sampai jam 9 malam pun berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan.


Hingga saat yang di luar rencana Pram terjadi, tepat pukul 7 malam para tamu meminta Pram untuk berdansa dengan Momo.


Dev hanya bisa tersenyum kaku melihat Pram yang menatap tajam padanya.


Dev membatin, aku kan sudah memperingati mu pak!


Dengan senyum pahit, Pram pun mengajak Momo untuk berdansa dengannya.


Pram yang memang jarang tersenyum tampak datar dan kaku wajahnya saat berdansa dengan Momo.


"Apa kau tidak bisa tersenyum sedikit saja, Tuan Pram!" Ucap Momo.


Ke duanya saling berhadapan dengan tangan kanan Momo yang berada di bahu kiri Pram dan tangan kanannya ada di pinggang belakang Pram. Begitu pun dengan Pram, mereka tampak serasi saat di minta untuk tersenyum dan ada juga yang mengabadikan momen tersebut.


Dari tempat duduknya Dev terus memperhatikan sikap Pram yang dingin terhadap Momo, jika Nona Naira tidak memiliki perasaan dengan Tuan Pram, maka Nona Naira tidak akan terpengaruh dengan apa yang akan ia lihat saat ini.


Beritanya pun langsung beredar, tidak hanya foto dan video, bahkan di tambahkan dengan judul Pram yang akan mengakhiri masa lajang, pengusaha yang akan segera menikah, banyak lagi berita lainnya.

__ADS_1


...🍂 Di tempat lain 🍂 ...


Di jam istirahat Naira merasa senang karena tidak mendapat pesan dari Pram, namun ada saja tingkah Ratna yang kini mengusiknya.


Saat di jam istirahat, Ratna dan Daren tengah mengisi perutnya yang kosong di kantin sekolah dengan Ratna yang memesan somay dan Daren yang memesan mie ayam dengan di temani teh kemasan.


Semenjak jadian dengan Daren, Ratna tampak acuh dan tidak memperdulikan Sopur lagi.


Di saat itu pula Serli, Novi dan Naira memasuki kantin dan duduk di kursi yang tersedia, memesan bakso kesukaan mereka masing masing.


"Sayang, sini aku suapin kamu!" Ratna merebut sendok yang sedang di pegang Daren lalu menyuapkan mie ayam ke mulut Daren.


"Aiiih, mau pamer dia!" Seru Novi yang menatap jengah pada tingkah Ratna ke Daren.


"Abaikan saja!" Seru Serli.


Ke tiganya tampak acuh dengan apa yang sedang di pertontonkan Ratna, Daren hanya bisa menahan malu dengan sikap Ratna yang tetlalu agresif dan membuat Daren ilfil.


Daren membatin, kayanya gw salah pilih Ratna buat gw manfaatin, Naira tetep gak terpengaruh dengan apa yang Ratna lakuin ke gw.


Serli mengeluarkan hapenya dari saku roknya. Ia berseluncur di dunia maya. Matanya membulat sempurna saat melihat judul dan tampilan wajah yang ada pada foto yang ia lihat.


Serli membatin menatap Naira, apa Nai bakal ngamuk saat melihat foto ini ya?


Aku pun membuka hape ku dan berseluncur di novel online, yang membawa ku pada ke haluan.


Serli mengirim pesan ke pada Novi.


Novi pun membuka pesan yang masuk ke hapenya. Keningnya mengkerut saat membaca pesan yang di kirim oleh Serli, sahabatnya yang kini lagi makan mie ayam di hadapannya.


...Lu gak usah pancing pancing buat Nai buka berita online. Biar aja dia anteng sama novel halunya....


Novi oun penasaran dan langsung meluhat berita online dari hapenya, sama dengan Novi, Serli pun tampak syok dengan apa yang ia lihat di tambah dengan judulnya.


Hingga jam di sekolah berakhir, aku pikir Pram ada di dalam mobil namun saat Haikal membukan pintu mobil untuk ku, baru aku tahu ternyata Pram tidak ikut serta.


"Kita mau kemana, Nona?" Tanya Haikal.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut.

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2