
...💖💖💖...
Pram mengerutkan keningnya, menatap tajam pada si wanita yang ia kenal.
"Apa aku harus mengatakan nya pada mu?"
"Owh maaf Tuan Pram, apa kalian tidak ke beratan... jika aku ikut bergabung?" tanya Harumi Aina, ia langsung mendudukan dirinya di salah satu kursi yang ada di dekat Pram.
Membuat Naira yang melihatnya menatap malas, siapa sih nih cewe, udah cantik, modis, pasti mereka saling kenal. Bukan mantan ka Pram kan? Sabar Nai, nanti kalo udah di resort, baru lo boleh cecar ka Pram buat jelasin siapa ini cewe!
Pram menyeringai menanggapi, batin Naira, anak pintar.
Pram bertanya pada Harumi, tanpa mengalikan perhatiannya dari Naira.
"Banyak kursi yang kosong, kenapa kau harus duduk di sini?" Pram menyuapkan makanan miliknya ke depan mulut Naira.
"Tapi aku inginnya di sini, dengan mu... Tuan Pram!" kekeh Harumi yang menyunggingkan senyum sinis pada Naira.
"Ini ka, coba milik ku!" Naira gantian menyuapkan makanan miliknya ke mulut Pram, ganggu aja sih!
Harumi mengepalkan tangannya, siapa sih wanita ini, beraninya menyuapi Tuan Pram dengan tangannya! Makanan dari mangkuk nya, yang benar saja!
Harumi mengangkat satu tangan nya, memanggil pelayan restoran untuk menghampirinya.
"Pesan kan aku makanan yang sama dengan wanita itu!" seru Harumi dengan melirikkan mata nya, pada mangkuk yang ada di hadapan Naira.
Naira dan Pram, tetap menikmati makanan nya, tanpa memperduli kan Harumi yang berada dalam satu meja dengannya.
Naira dan Pram saling tatap, "Semakin lama semakin dingin ka!" seru Naira.
"Aku rasa juga begitu. Ayo cepat kita selesaikan makan malam kita ini!" seru Pram dengan meraih jemari Naira dan mengecupnya.
Harumi mengedarkan pandangan nya, "Apa Tuan Pram tidak bersama dengan Tuan Dev? Aku tidak melihatnya! Biasanya kalian selalu bersama kan?" tebak Harumi, mencari obrolan untuk mendapat perhatian Pram.
"Aku tidak harus menjawab pertanyaan mu kan, Nona Harumi!" ucap Pram dengan datar, yang hanya melihat sekilas Harumi.
"Siapa wanita muda ini, Tuan Pram? Kalian tampak dekat! Apa kalian memiliki hubungan?" Harumi memperhatikan wanita yang bersama dengan Pram, yang ia sendiri belum tahu siapa namanya.
"Boleh aku yang menjawab pertanyaan nya ka?" Naira menatap Pram, dengan alis yang ia mainkan.
"Jawab saja, jika kau tahu apa yang harus kau katakan, sayang!" Pram menyelipkan anak rambut ke telinga Naira.
"Kau ingin aku mengatakan apa, Nona Harumi?" tanya Naira dengan tatapan hangat.
Harumi mengerutkan keningnya, "Kau tahu nama ku?" tanya Harumi yang merasa heran, karena ia belum mengenalkan dirinya pada wanita yang sedari tadi bersama dengan Pram.
"Tau lah, indra pendengaran ku masih bekerja dengan baik Nona, ka Pram kan tadi beberapa kali menyebut nama mu!" ucap Naira dengan santai.
__ADS_1
Pelayan restoran kembali ke meja di mana Pram duduk, ia mengantar kan makanan yang di pesan Harumi.
"Tunggu sebentar, aku minta bil nya!" ucap Pram saat pelayan restoran, hendak meninggalkan meja pelanggannya.
Pelayan menganggukkan kepala nya. Dan berjalan ke arah kasir.
Harumi mengerutkan keningnya, "Kau tidak akan pergi begitu saja kan, Tuan Pram? Aku belum selesai dengan makanan yang aku pesan!" protes Harumi.
"Itu bukan urusan ku!" ucap Pram datar, siapa juga yang ingin menunggu mu selesai makan malam, kau bahkan tidak ada dalam daftar rencana ku dengan Naira, pengganggu!
Harumi menyantap makan malam nya dengan tidak tenang.
"Makan lah dengan tenang Nona, ada atau tidak adanya ka Pram, apa akan menjadi masalah untuk mu?" tanya Naira dengan santai, aku rasa wanita Jepang ini menyukai ka Pram.
"Kau tidak salah menebaknya, sayang!" seru Pram dengan suara yang pelan.
Pram menyerahkan sejumlah uang pada pelayan, membayar serta makanan yang di pesan Harumi.
"Kalian akan menemani ku kan? Kau belum menjawab pertanyaan ku, ada hubungan apa kalian berdua? Apa kalian ke sini sedang ada perjalanan bisnis?" cecar Harumi.
Harumi yang tidak peka, akan hubungan yang terjalin antara Pram dengan wanita yang saat ini bersama dengannya. Masih mendesak ke duanya untuk mengatakan padanya, hubungan yang terjalian di antara ke duanya.
Naira menyeringai, saat terbesit di kepalanya untuk menjahili Harumi.
Naira menepuk nepuk bahu Pram, "Ka, aku seperti melihat pak Dev, itu di depan! Mungkin pak Dev sedang mencari kita ka! Coba sana lihat ka!" Naira mendorong bahu Pram, memaksanya untuk beranjak dari duduknya.
Pram mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan apa yang di katakan Naira, mana mungkin di sini ada Dev, yang benar saja apa yang di lakukan bocah ini?
Dengan kikuk, Pram menanggapi perkataan Naira, "Oh begitu ya! Biar aku lihat dulu, apa benar itu Dev!"
Pram meninggalkan Naira dan Hanami di dalam restoran, ia menunggu Naira sambil berdiri di samping pintu restoran, dengan perasaan yang tidak karuan.
Pram berjalan mondar mandir dengan sesekali menatap ke arah pintu restoran, kapan anak itu akan ke luar! Kenapa lama sekali!
Tidak berapa lama, Naira ke luar dari restoran. Dengan Pram yang langsung menggenggammm pergelangan tangan Naira, membawanya meninggalkan restoran.
"Kenapa kau lama sekali, sayang? Apa saja yang kau lakukan di dalam? Kau membuat ku hampir gila menunggu mu di luar, tidak tahu apa yang kau lakukan di dalam, bersama dengan pengganggu!" gerutu Pram panjang lebar, mengeluarkan unek uneknya.
"Diiih bukannya ka Pram, yang mengundang Nona itu ke restoran?" tuduh Naira.
Pram mengerutkan keningnya, "Jadi kau menuduh ku, sayang?"
Ke duanya sampai di mobil yang Pram parkir di bahu jalan, Pram membuka pintu mobil yang ada di samping kemudi untuk Naira.
"Masuk lah! Kita bicarakan ini nanti di resort!" titah Pram dengan serius.
Naira mengerucutkan bibirnya, menggerutu sambil matanya terus mengikuti pergerakan Pram yang hendak masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Udah lagi seneng seneng, eeeh ada aja yang ngusik. Ngerusak mood aja sih! Nyeselin banget!
Pram masuk ke dalam mobil, mengenakan sabuk pengaman.
Pram mengelusss pucuk kepala Naira, "Dari mana... kau belajar melarikan diri seperti ini hem?" Pram memainkan alisnya naik turun, menatap Naira dengan penuh selidik.
Naira menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi mobil, "Tidak dari mana mana, memang wanita itu siapa sih ka? Wanita itu menyukai kaka kan? Apa kaka juga menyukai wanita itu? Ku rasa... wanita itu tidak akan menyerah dengan semudah itu ka!" Naira menyilangkan ke dua tangannya di depan dada, dengan menatap Pram tajam, bibir mengerucut.
Pram mencubit bibir Naira yang mengerucut, "Bibir mu ini, kalo sudah bertanya, apa tidak bisa di rem hem!"
Naira menepis tangan Pram, "Sudah sana lajukan mobilnya! Memang kaka mau kita menginap di sini? Aku sih gak mau ya! Aku mau kembali ke resort yang lebih nyaman untuk tidur." terang Naira.
Pram mengelusss pipi Naira, mendekatkan wajahnya pada wajah Naira.
"Ka Pram emmmm---"
Pram membungkammm sejenak bibir Naira, lalu mengelap bibir Naira yang basahhh dengan jempolnya.
"Jangan lakukan hal tadi lagi! Aku tidak bisa membiarkan mu jauh dari ku, apa lagi kau bersama dengan orang asing!" ucap Pram dengan serius, dengan tatapan elangnya yang jauh lebih tajam dari Naira.
"Iya!"
Pram melajukan mobilnya, ia dapat melihat dari kaca spion mobil. Tidak jauh dari belakang mobilnya, ada Harumi yang tampak mencari cari ke beradaan seseorang. Siapa lagi kalo bukan Pram yang ia cari.
Dari ke jauhan Pram melihat Harumi yang menendang angin.
"Kau lihat, pengganggu itu nampak kesal, merasa di permainkan!" Pram melirikkan matanya pada kaca spion mobil kembali.
Naira mengerutkan keningnya, melihat arah tatapan Pram.
Naira menoleh ke belakang, namun ia tidak melihat ke beradaan Harumi. Karena mobil yang di kemudikan Pram berbelok arah.
"Maksud kaka, siapa? Apa wanita tadi?" tebak Naira.
Naira terus berkicau sepanjang perjalanan, ada saja yang ia pertanyakan. Dengan benda pipih nya juga, sesekali Naira mengambil beberapa gambar, yang menurut nya bagus. Hingga Pram tidak lagi mendengar suara berisik dari bibir mungilnya.
Pram menoleh sesaat, lalu menggeleng kan kepalanya dengan bibir yang di tarik ke atas, dasar wanita ku! Perut mu yang sudah kenyang, bibir mu yang sudah lelah mengoceh, baru kau terpejam.
Sementara Harumi merasa kesal, "Sialannn wanita itu mengerjai ku! Kau Pram, benar benar. Awas saja, aku akan mendapat kan mu!" gerutu Harumi dengan mengeluar kan hapenya dari dalam tasnya.
"Aku ingin kau cari tahu, di mana ke beradaan Tuan Pram saat ini!"
Harumi menyeringai, kali ini... aku tidak boleh gagal.
...💮💮💮💮💮...
......................
__ADS_1
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk qkomen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ðŸ¤ðŸ¤