Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Ngambek


__ADS_3

...💖💖💖...


Pram geram dengan tingkah ku.


"Kalo gak mau ambilin juga gak apa ka, aku bisa mengambilnya sendiri untuk ku!" Ku palingkan wajah dengan bibir mengerucut.


Dengan perlahan kaki kanan ku menyentuh lantai, lalu kaki kiri ku.


"Tunggu di sini!" Pram berkata dengan nada datar lalu berjalan menuju tanaman bunga mawar putih.


Hihihi, kayanya seru nih kalo ngerjain ka Pram... siapa suruh dia nyuruh gw manggil dia kaka, udah tua di panggil pak, itu baru pantes. Hahaha. Hati ku tertawa puas melihatnya mau mengambilkan aku bunga mawar putih.


Pram mengulurkan tangan kanannya yang membawa sekuntum bunga mawar putih ke wajah ku.


"Eeet ya, kaga romantis banget sih!" Dumel ku dengan memalingkan wajah.


Pram menghirup nafas dalam lalu membuangnya dengan kasar, "Mau apa lagi!"


Ku tunjukkan telinga kanan ku padanya, dengan tangan kanan ku, aku selipkan anak rambut di balik telinga ku.


Pram Mengerutkan kening, maunya apa sih ini bocah!


"Ini ka!" Seru ku dengan masih menunjukkan telinga kanan ku ke arahnya.


"Aku tidak mengerti bahasa mu! Gunakan lah bahasa manusia normal!" Seru Pram dengan datarnya.


Hati ku langsung panas dan darah ku mendidih cuma mendengar Pram berkata manusia normal, tidak salah? Ada juga dia yang tidak normal.


Aku bangkit dari ayunan dengan tangan bertulak pinggang, "Bujuk busrak, di kata situ manusia normal kali mah ya! Situ yang kaga normal! Sadar gak! Pak Pram yang manusia kurang normal!" Seru ku dengan menatapnya tajam.


Ku balikan kan badan lalu meninggalkannya yang masih berdiri di tempatnya.


"Enak aja kalo mau ngatain orang itu harusnya liet diri sendiri dulu, yang gak normal selama ini ya itu dia... dia itu si rubah mesum, rubah tua, semua rubah ada sama dirinya." Sepanjang jalan aku ngedumel meninggalkan taman dan masuk ke dalam, aku bingung pilih naik lift apa masuk ke ruang yang ada tivi besarnya.


"Mau kemana lagi kau hah!" Suara Pram yang naik beberapa oktaf menggelegar dari belakang ku.


"Bukan urusan mu!" Seru ku dengan memukul angin, aku pilih nonton tivi kayanya seru, nonton kartun, lebih baik nonton kartun dari pada liet wajahnya yang kaya kanebo kering, kadang rubah mesum.


Sedangkan para maid yang tengah sibuk dengan pekerjaannya menyempatkan diri dengan sesekali melirik Nona Muda nya yang masih labil tengah ngambek, mau tertawa pun harus di tahan. Apa lagi saat mata maid melihat tatapan tajam Pram, aiiiih awas singa ngamuk. Mereka langsung menyibukkan diri mereka kembali dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Bocah ini!" Pram menatap punggung Naira memperhatikan apa yang akan di lakukan istri kecilnya yang baru saja berhasil membuatnya serba salah, apa yang mau di lakukan bocah ini!


Naira menyambar remote control yang ada di dekat tivi, lalu duduk di sofa dengan menaikkan kedua kakinya lalu berselonjor kaki.


Aku mulai menonton tivi dengan mencari saluran kartun, sebenarnya ini bukan diri ku banget, hanya duduk berleha leha tapi apa boleh buat, dengan nafas ku yang masih tersengal sengal seperti ini, membuat ruang gerak ku harus di batasi.


Duduk bersandar menjadi satu satunya jalan biar nafas ku bisa lancar.


Pram berdiri di belakang Naira dengan ke dua tangan di masukkan ke dalam saku celananya, rasanya aku tidak tenang meninggalkan nya seorang diri di sini.


Seorang diri? Haduuuuh Pram kaga nyadar apa ya, itu para maid yang lagi tugas bersih bersih rumah lu kata patung? 🤭🤭🤭


Pram menghampiri ku dan berdiri di samping ku.


"Ada apa?" Tanya ku tanpa menatapnya, bodo lah... bagi ku kartun lebih seru di bandingkan wajah Pramana Sudiro. Kita lihat, apa ka Pram ini berani marah pada ku.


Pram mengeluarkan tangannya dari saku celana, ke dua tangannya terkepal, bocah ini sedang menguji kesabaran ku atau ingin melihat ku marah! Berani dia mengabaikan ku!


Pram menarik sudut bibirnya ke atas, baik lah... akan aku ladeni diri ku bermain!


Hap.


"Hai! Apa yang kau lakukan ka!" Teriak ku dengan tangan melingkar di lehernya.


"Menurut mu, aku sedang apa hah!" Seru Pram dengan langkah pasti menuju lift yang akan membawa ku ke kamar.


Yang ada dalam pikiran ku saat ini hanya ka Pram akan membawa ku ke kamar, aiiiih ka Pram ini seneng banget sama yang namanya kamar.


"Aku gak mau ke kamar, ka! Aku bosen!" Seru ku.


Pram menatap ku dengan kening mengkerut, oh jadi bocah ini pikir aku akan membawanya ke kamar? Baik lah, akan aku bawa dia ke kamar, melakukan pemanasan sebagai hukuman, yah anggap saja mengabulkan perkataannya, hukuman untuk nya karena sudah dengan berani mengerjai ku!


Pintu lift di bukakan oleh pak Dedi.


"Jangan ada yang berani mengganggu ku!" Ujar Pram pada kepala pelayan, alias pak Dedi dengan tegas.


"Baik, Tuan." Jawab pak Dedi dengan patuh.


Aku menatap pak Dedi, lalu menggelengkan kepala ku, "Jangan mau pak, kalo ada yang datang, langsung aja ke kamar, kasih tau kalo ka Pram lagi males kerja!" Seru ku.

__ADS_1


Bukannya marah mendengar cucitan ku, Pram malah menarik sudut bibirnya ke atas, lihat saja kau! Pasti kau akan menyesal telah berani mengatai ku malas, aku malas juga karena mu, aku hanya ingin mengawasi mu! Dengan mata kepala ku sendiri.


Segitunya Pram sama Naira, sampe kaga ikhlas bener ninggal kerja ke kantor, jangan kan kantor, ninggal Naira di kamar sendiri aja kaga berani, ninggal Naira dengan beberapa maid yang sedang beberes rumah pun di anggap masih sendiri, kudu di kawal ini si Naira, baru Pram bisa tenang ninggal ini bocah. 🤣🤣🤣


Pram menaiki lift dengan Naira yang mengerucutkan bibirnya.


Pak Dedi hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan absrud Nona Muda nya.


"Aku rasa pak Dev tidak akan mungkin percaya jika tidak melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana sikap Tuan Pram terhadap Nona Naira." Gumam pak Dedi.


Sedangkan para maid yang menjadi saksi atas sikap Pram pada Naira, kini berani berbisik dan membicarakan sikap Tuan nya.


"Apa kau melihatnya?"


"Bagaimana Tuan Pram memperlakukan Nona Muda!"


"Ya ampun, manis banget."


"Aku juga mau di perlakukan sama dengan Nona Muda."


"Kapan ya aku bisa punya suami siaga kaya gitu."


"Ah lu mah cuma mimpi... kita aja kerja jadi maid di rumah ini sudah jadi suatu keberuntungan."


Ka Pram mendudukan ku di atas kasur dengan punggung ku yang menyandar pada kepala ranjang.


Ka Pram membungkukkan tubuhnya dengan ke dua tangan bertumpu pada pinggiran kasur, wajahnya menatap ke wajah ku, "Apa yang kau lihat?" Tanyanya dingin.


Aku pun menatap sekilas wajah ka Pram, "Tidak ada!" Ketus ku, mau apa sih ka Pram kaya gini, bikin salah tingkah aja sih, aku harus apa ini? Ku palingan wajah karena pipi ku yang kini memanas, udah kaya kepiting rebus.


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut.


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


Makasih banyak udah mau baca.

__ADS_1


__ADS_2