Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tidak butuh penjelasan


__ADS_3

...💖💖💖...


"Emmm, pak... a- aku bisa jelaskan. Ka Karin mencintai bapak, ka Karin ingin menguasai harta pak Pram, dia marah saat a- aku mengatakan bapak sudah menikah dengan Naira, a- aku memintanya untuk menjauhi pak Pram. Ta- tapi ka Karin tidak bisa terima itu semua pak!"


Tatapan tajam mengarah pada Elisa, lancang sekali anak ini, mengungkap hubungan ku dengan Naira pada Karin!


Karin menatap tajam Elisa dan membantah perkataan Elisa, jika aku tidak bisa mendapatkan Pram. Kau juga tidak akan bisa mendapat kan apa yang kau ingin kan, adik tiri ku yang terbuang!


"Tidak Pram, apa yang di katakan nya itu tidak lah benar. Anak ini berbohong pada mu, Pram." Ucap Karin.


Elisa menggelengkan kepalanya, "Aku tidak berbohong pak, a- aku sungguh sungguh. Aku berhutang budi pada Naira, mana mau aku menyakiti Layla... bahkan aku sempat menolak, saat ka Karin memberi ku perintah untuk mencelakai Naira." Ujar Elisa panjang lebar.


Elisa membatin dengan menatap Pram mengiba, pak Pram pasti akan percaya dengan karangan ku ini. Dengan begini, aku bisa mendapatkan ke percayaan pak Pram untuk tetap dekat dengan Naira, itu akan membuat rencana ku lebih mudah untuk menyakiti Naira. Aku akan merebut apa yang Naira miliki saat ini. Aku juga bisa menyingkirkan kaka tiri ku ini, karena mu, ayah tidak mau mengakui ku sebagai putri nya.


"Pram! Anak ini yang punya ide untuk membakarrr bahkan untuk mencelakaiii Naira, a- aku tidak percaya jika Naira yang di sebut sebut oleh nya adalah istri mu Pram!" Kilah Karin, ingin ku habisiii wanita itu saat ini juga, wanita yang sudah membuat Pram menjauh dari ku!


Karin menatap malas Elisa, kau, lihat apa yang bisa aku lakukan pada mu, saat Pram membebas kan aku dari tempat kotor ini!


"Bohong, itu bohong pak Pram! Ka Karin yang punya ide untuk membakarrr kedei, bahkan di saat ka Karin tahu jika Naira tidak menjadi korban ke bakaran... ka Karin membayar orang untuk mencelakaiii Naira." Ujar Elisa.


Pram menyeringai dengan tangan kanannya yang ia angkat ke atas.


"Aku tidak butuh penjelasan dari kalian!" Ucap Pram dengan tatapan yang tajam pada ke duanya, sedangkan bibirnya menyeringai.

__ADS_1


"Pram! Kau percaya pada ku kan!" Seru Karin dengan suaranya yang manja, menatap teduh Pram.


Pram mengambil sesuatu dari balik punggungnya dengan tangan kanan nya.


"Harusnya... sudah lama aku melakukan ini pada mu, Karin!" Ucap Pram dengan kata katanya yang datar.


Karin berkata dengan wajahnya yang pias, seolah dirinya tahu akan apa yang akan Pram lakukan pada nya.


Karin menatap Pram dengan ngeri, serta berkali kali menggeleng kan kepalanya.


"Tidak Pram! Jangan kau lakukan ini pada ku, Pram! Kau lupa... aku ini wanita penghangattt ranjang mu! Ingat kenangan kita saat di ranjang Pram! A- aku aku hanya tidak ingin berbagi diri mu dengan wanita lain Pram!"


"Tidak ada kata maaf, untuk orang yang sudah dengan berani menyakitiii istri ku!" Pram mengarahkan senjataaa apiii nya pada jantung Karin.


Karin dan Elisa membelalak.


Elisa menyeringai, ayo pak Pram, habisiii kaka tiri ku, Karin... dengan begini. Kau sudah membantu ku menyingkirkan nya dalam hidup ku!


Pram menyeringai dengan melepasss kan pelatuknya.


Dor.


"Akkkkhhh." Kepala Karin langsung menunduk dengan nafasnya yang terakhir.

__ADS_1


Karin tewas dengan sekali tembakannn yang di lakukan Pram.


Elisa membuang nafasnya dengan lega, mana kala dengan mata kepalanya. Ia menjadi saksi Karin tewas di tangan Pram.


Elisa menyeringai, dengan begini... gw yakin pak Pram gak akan bisa nyakitin gw, secara gw saksi mata atas apa yang udah dia lakuin sama ka Karin.


Kini Pram menatap Elisa dengan pandangan yang sulit di artikan. Kali ini, hanya tinggal tikus kecil ini, yang harus aku habisiii.


Dengan percaya dirinya, Elisa menawarkan perjanjian pada Pram.


"Emm pak, a- aku bisa berjanji pada mu, a- aku tidak akan mengatakan pada Naira. Jika kau yang sudah menghabisi ka Karin. Ta- tapi sebagai gantinya, ka- kau tidak akan menghabisi ku kan? A- aku ini sahabat baiknya Naira." Ucap Elisa dengan terbata bata, nyali nya semakin menciut. Mana kala melihat Pram yang menyeringai padanya.


Tanpa banyak berkata, Pram menyeringai dengan mengarahkan senjataaa apiii nya pada jantung Elisa.


Elisa menggelengkan kepalanya, "Ti- tidak pak, ja- jangan la- laku- kan i- ini pa- pada ku, pak! A- aku bersumpah tidak a- "


Dor.


Dreeet dreeet dreeet.


......................


...💖 Bersambung 💖...

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊


__ADS_2