Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Kangen berat


__ADS_3

...💖💖💖...


Pak Aziz menahan tawanya, anak sekarang... pasti ini motif di balik sikap Ratna yang tampak tidak suka pada Naira, cuma satu kata cemburu dan hanya ada satu kalimat, takut cowoknya di rebut Naira.


Naira ke dalam kelas tidak lama Ratna juga ke dalam kelas, hukuman sudah di berikan, Ratna akan membersihkan toilet putri selama 3 hari setelah pelajaran usai.


Naira tidak langsung pulang ke rumah, melainkan ke kedei dengan di awasi para pengawal bayangan dan Haikal yang tidak berada jauh dari Naira, itu syarat yang di berikan Pram jika Naira ke luar dari rumah tanpa dirinya.


Kali ini aku hanya mengganti kemeja sekolah ku dengan kaos lengan pendek dengan bawahan yang sama rok sekolah sebatas lutut.


"Ciyeee Nai, udah berasa kaya sultan belum nih?" Seru Rion yang sedang bersama dengan Naira di kitchen bersama dengan Angga yang tengah membuat minuman.


Sambil duduk di depan meja pantry tangan ku terampil membuat sandwich tuna, entah kenapa rasanya enak ngebayangin makan sendwich tuna di saat saat seperti ini.


"Kalo menurut lu sendiri, enak gak?" Tanya ku balik pada Rion.


"Lah ya enak lah, mau ke mana mana... di kawal gitu Nay!" Oceh Rion dengan tangannya yang sedang sibuk memasak 2 porsi nasi goreng ayam richa richa.


"Btw pak Pram ke Jepang berapa hari, Nai?" Tanya Angga yang sedari tadi hanya menyimak obrolan Naira dan Rion.


"Semalam sih bilangnya seminggu, oh iya bang, nenek sehat sehat aja kan?"


"Sehat ko, lo di tanyain sama nenek... iya gw bilang aja lu baik lagi sibuk sama kegiatan sekolah." Terang Angga.


"Lo emang bisa di andelin deh, bang... buat urusan nenek." Ujar ku, "Gw ke depan dulu ya!" Seru ku lagi saat sandwich tuna yang aku buat sudah jadi, sangat menggoda dengan nampan ku bawa sendwich tuna dan ice cappucino ke luar.


Angga juga sudah selesai dengan minuman buatannya di tambah lagi nasi goreng yang di buat Rion.


Ke duanya ke luar dari kitchen dengan membawa nampan namun dengan barang bawaan yang berbeda dan meja yang berbeda.


"Ini bang, silahkan di nikmati!" Seru Angga saat menyajikan hot kopi latte dan nasi goreng ayam richa richa pada Haikal.


"Maaf, sudah merepotkan!" Seru Haikal dengan cara bicara yang kaku.


"Santai aja, bang!" Seru Angga.


Haikal dengan tidak enak hati akhirnya memakan makanan yang sudah di buatkan karyawan Nona Muda nya, itu pun atas permintaan Naira.


Untuk pengawal bayangan sendiri Naira tidak tahu ada berapa orang yang di tugaskan Pram untuk terus mengawal istri nakalllnya ini saat berada di luar rumah.


Haikal duduk di sudut ruang sedangkan Naira lebih suka makan di meja kasir, bisa sambil ngobrol dengan ka Ayu dan Mega.


Mega mengedipkan satu matanya, "Jadi gimana nih! Udah ada calon ponakan gw belum nih!" Ledek mega.

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk." Aku tersendak sandwich tuna yang sedang aku makan saat Mega menanyakan soal anak.


Ayu mengambilkan minuman ku yang ada di atas meja.


Gila Mega pertanyaannya ngejebak banget, "Thanks, Yu!" Seru ku yang langsung menyeruput minuman ku.


Dengan ke dua siku bertumpu pada meja, pipi di topang dengan telapak tangan, ayu bertanya, "Iya nih, udah ada tanda tanda kabar baik belum, Nai?"


Ku taruh minuman ku di atas meja, "Kalian ngomong apaan sih! Jangan ngawur deh!" Seru ku dengan ketus.


Mata Mega menatap curiga pada Naira, "Jangan bilang kalo lo belum ngelakuin itu sama pak Pram, Nai!"


"Oh may god!" Ayu heboh sendiri dengan tangan menepuk jidatnya yang lebar.


Kening ku mengkerut, mereka lagi pada kenapa sih?


"Ayo dong Nai, lu pasti udah itu kan sama pak Pram?' Tanya Mega.


Gw kerjain seru nih, ke dua tangan ku melipat di depan dada, "Kasih tau gak ya?"


"Kasih tau lah!" Seru Ayu.


Ku lambaikan tangan biar Ayu dan Mega mendekat pada ku.


Mega dan Ayu pun mencondongkan tubuhnya ke arah ku hingga kepala kami bertiga saling menempel.


"Kalian pake gaya apa, Nai?"


Dasarrr Ayu ama Mega otak mesummm, "Gw belum ngelakuin itu hihihi!" Ledek ku dengan terkekeh, itu mah rahasia dapur gw hahaha, biar kalian mikir dah itu ampe kepala ngebul, gw udah itu apa belom sama ka Pram hahahaha.


Mega menegakkan duduknya, "Kamprettt lu, ngerjain kita doang!" Seru mega.


"Iya ih, kirain beneran mau kasih tau, ah gak asik nih bos kita sekarang!" Ledek Ayu dengan bibir mengerucut.


Dreeet dreeet dreeet.


Hape ku yang ada di saku rok sekolah bergetar.


...Calling...


...Hubby cute...


Mata ku membola, sejak kapan namanya di kontak hape ku jadi hubby cute? Hubby mesummm tuh baru bener!

__ADS_1


"Pasti itu pak Pram ya, Nai?" Tanya Mega.


"Udah di angkat aja, Nai... misua lo udah kangen itu, hahaha." Ledek Ayu dengan terkikik geli.


Aku meminta Ayu dan Mega untuk diam dengan gerakan hari telunjuk kiri ku di depan bibir, "Suuut!"


Tangan Ayu seolah mengunci mulutnya dengan tangannya.


Mega hanya menganggukkan kepalanya.


Bukannya seruan sayang yang terdengar dari suara ka Pram, melainkan suara ka Pram yang tengah berteriak esmosiii.


Suara Pram yang terus mengoceh bak kereta yang tidak ada remnya dengan nada naik satu oktaf terdengar nyaring di hape ku, hingga aku pun menjauhkan hape ku dari telinga ku.


[ "Kenapa lama sekali menjawab telepon ku hah! Kau sedang di mana? Apa yang sedang kau lakukan? Hei! Jangan hanya diam saja, jawab aku, bocah nakallll!" ]


Mega hanya menahan tawa saat mendengar ocehan ka Pram, gila segitu excited nya pak Pram sama lo, nai.


Ayu membungkam mulutnya dengan tangannya sendiri mendengar ocehan ka Pram, kapan calon imam gw kaya modelan pak Pram, mauuu dong atu.


"Ihs, bisa gak kalo ngomong gak usah bawa bawa toa masjid! Berisik tau gak!" Ucap ku dengan ketus.


Terdengar suara ka Pram yang tengah menghembuskan nafasnya dengan kasar.


[ "Kau tau! Aku menunggu 7 jam 29 menit untuk menelpon mu itu sudah terasa belasan tahun, sekarang hanya tinggal menjawab telepon ku kau lama sekali! Siapa yang tidak kesal hah!" ]


Tanpa sadar Pram menumpahkan persaaannya pada Naira meski tidak secara langsung.


Pram mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu Naira menjawab.


"Ihs aneh, malah di putus." Apa yang tadi ka Pram katakan itu serius ya? Bisa di bilang ka Pram merindukan ku tidak ya?


"Kenapa, Nai?" Tanya Mega menatap bingung.


"Telponnya mati!" Seru ku dengan meletakkan hape ku di atas meja.


"Gw rasa pak Pram lagi kangen berat itu Nai sama, lo!" Seru Ayu dengan mata yang berbinar.


Aku mengerdikkan bahu ku, "Mungkin, hanya dia yang tahu!" Seru ku melanjutkan makan sandwich tuna yang tadi sempat terhenti.


Dreeet dreeet dreeet.


...💖💖💖💖💖...

__ADS_1


Salam manis author gabut


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2