
...πππ...
"Kami tidak menggagu tidurnya Nai ko pak, ada juga kami menghibur Nai yang lagi galau di tinggal dinas, hehehe." Novi nyerocos sambil terkekeh dengan nyaring biar suaranya di dengar ka Pram.
Kening ka Pram mengkerut, "Apa itu galau?"
Kali ini suara Serli yang terdengar di telinga ka Pram, "Ada yang lagi kangen berat sama pak Pram, gelisah hati memikirkan yang jauuuuh di sana, hihihi." Suara Serli yang terkekeh benar benar membuat pipi ku merona.
"Sssst, kalian diem deh!" Aku menyuruh Serli dan Novi untuk diam dengan meletakkan jari telunjuk kanan ku di depan bibir ku, "Udah sana kalian fokus sama jalan!"
"Apa kau memikirkan ku, sayang?" Tanya ka Pram dengan tatapan mata tajamnya tapi kali ini kenapa terkesan ka Pram sedang menggoda ku ya?
[ "Ihs udah ah gak usah bahas itu, udah basi itu ka Pram juga lagi kerja kan! Jaga pandangan kaka ya dari ciwi ciwi Jepang!" ] Bibir ku mengerucut, ada rasa takut jika ka Pram akan tergoda dengan cewek Jepang, apa sikap manisnya pada ku akan berubah lagi menjadi sosok yang menyebalkan seperti di awal kita bertemu, huft mudah mudahan itu hanya ketakutan ku saja.
"Apa yang kau pikirkan, hai? Fokus lah dengan pelajaran mu, jika pekerjaan selesai lebih cepat, aku akan kembali lebih awal." Seru ka Pram.
Ku tarik sudut bibir ku ke atas mana kala ka Pram bilang akan pulang lebih awal, [ "Serius ka?" ] Tanya ku memastikan.
"Apa kau lihat aku sedang bercanda?" Tanya ka Pram dengan nada bicara yang serius.
[ "Baik lah kalo gitu, kerja yang bener ya! Awas itu mata lirik kiri lirik kanan, nih terima akibatnya!" ] Aku menunjukkan kepalan tangan kiri ku pada layar kamera.
"Apa itu, begini?" Ka Pram ikut menirukan tangan ku, ia mengepal tangannya dan mengarahkannya pada kamera.
"Hahaahha, pak itu tandanya Nai bakal marah kalo bapak ketahuan lirik kiri lirik kanan." Oceh Novi.
"Wiiih Nai, kalo udah mulai posesif ini sama pak Pram, serem kalo kaya gitu, hihihi!" Ledek Serli yang masih bisa di dengar ka Pram.
Ka pram tersenyum, "Kau tenang saja, hati ini hanya untuk mu, sayang!" Seru ka Pram, "Ku tutup ya telponnya, aku sudah sampai di kantor yang aku tuju!"
[ "Yah baik lah, semoga berjalan dengan lancar ya ka meeting-nya!" ]
__ADS_1
"Kiss untuk ku mana, sayang?"
Kening ku mengkerut, yang benar aja, udah tua masih aja gak mau kalah sama yang muda. [ "Gak lucu ah, dadah." ] Aku langsung memutuskan sambungan teleponnya.
"Ciye ciye yang lagi kasmaran, begini rasanya." Ledek Novi.
Pluk.
Serli dan Novi saling ber tos ria.
"Amboy rasanya, sayangnya lagi RDL ya jadi kurang seru deh romantis romantisannya! Hihihi." Ledek Serli.
"Ihs kalian ini ya! Lietin aja nanti kalo udah ngerasain jatuh cinta, kedebuk baru nyaho lo!" Ledek ku dengan melipat ke dua tangan di depan dada, apa begini rasanya jatuh cinta? Sulit di artikan dengan kata, di saat berjauhan rasa rindu menggelayuti hati, di saat sudah melihat wajahnya seperti rumput kering yang di siram air, seger bener ini jadinya mata.
"Yah mudah mudahan ya kalo gw jatuh cinta itu nanti sama orang yang bener, bener bener bisa hibur gw di saat gw down, gak akan ninggalin gw dalam keadaan apa pun, selalu setia sama yang namanya satu nama, ora mau gw tuh cowok yang suka umbar kemesraan ama cewek cewek lain di luaran sana." Ujar Novi tanpa rem mengutarakan kriteria untuk cowoknya kelak.
Deg.
Perkataan Novi seketika membuat hati ku seolah di timpuk batu yang besar, aku tahu Novi tidak ada maksud untuk menyindir siapa pun, tapi kenapa rasanya hati ku sakit ya saat mengingat ka Pram bermesraan di depan umum, di ambil fotonya saat bersama dengan wanita lain yah udah jelas jelas itu model, cantik, mana ada sih yang bisa nolak daya pikat ka Pram, ka Pram selalu berkarisma di mata setiap wanita.
Serli yang melihat tatapan mata ku menjadi sendu langsung menggeprak lengan Novi.
Prak.
"Congorrr lo e'ge kalo ngomong di saring dulu!" Seru Serli yang meminta Novi untuk melihat ke arah ku dengan tatapan matanya.
Novi yang mengerti pun langsung menoleh ke arah ku, "Ihs, mulut gw emang gak bisa di rem ini, sorry Nai kalo ucapan gw nyangkut di hati lo, gw gak ada maksud nyindir pak Pram ko." Novi mengelusss lengan ku.
Aku tampilkan lagi wajah ceria ku dengan sorot mata yang berbinar.
"Siapa juga yang ke sindir sama perkataan lo? Gw biasa aja ko, lihat nih! Biasa aja kan! Gak usah ge'er deh lo Nov, hihihi." Ku perlihatkan pada Novi senyum termanis ku, entah alasan apa pun itu, yang pasti apa pun yang di lakukan ka Pram itu menyangkut dengan keselamatan ku.
__ADS_1
Haikal yang ada di belakang kemudi hanya geleng geleng kepala melihat Nona Muda-nya yang tampak menyembunyikan rasa sedih karena perkataan Novi, gadis bar bar yang membuatnya selalu ingin mendepakkk bocah plangton yang satu itu.
Bagi Haikal, Novi tak ubahnya seorang bocah nakalll yang harus di basmiii.
Mobil berhenti di depan gerbang sekolah, aku, Novi dan Serli turun dari mobil.
"Udah sana, bang... balik aja, nanti tinggal jemput kalo udah waktunya pulang." Aku menyuruh Haikal untuk kembali ke kediaman Pramana dan menjemput ku kembali saat pulang sekolah nanti.
Haikal membungkuk badannya saat di depan pintu mobil, "Maaf Nona, saya tidak bisa... Nona segera lah masuk ke sekolah."
"Ihs, kau ini menyebalkan." Aky melangkah bersama Novi dan Serli memasuki gerbang sekolah.
Sementara dari pinggir jalan tidak jauh dari Haikal memarkir mobilnya, ada 2 pasang mata yang tengah memgintai mangsanya. Mereka menunggu dari pukul 6 pagi di saat gerbang sekolah masih tertutup rapat.
πDi gedung pencakar langitπ
Aji mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya dengan di depannya berdiri seorang wanita berparas cantik tengah menundukkan kepalanya.
Apa yang membuat bos Aji meminta ku untuk menemuinya ya? Kerja sama antara aku dan bos kan sudah selesai.
Aji menatap tajam pada wanita itu, "Kau pasti bertanya tanya kan kenapa aku meminta mu untuk datang menemui ku saat ini?" Ucap Aji dengan nada yang dingin.
Wanita itu mengangkat kepalanya, menatap mata Aji yang menatapnya tajam.
"A- ada apa ya bos, memanggil saya?"
Wanita itu adalah wanita bayaran yang di minta Aji untuk menukar tas Dev saat di bandara.
...πππππ...
Salam manis author gabut
__ADS_1
Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen π