
...💖💖💖...
"Sialannn lo!"
Belum lama mobil yang membawa Naira melaju, Haikal mengerem mendadak.
Ciiiit.
"Awh."
Sebuah mobil pickup, menyalip mobil yang di kemudian Haikal. Mobil itu menghentikan laju mobilnya hingga membuat Haikal harus menginjak rem untuk menghindari tabrakan.
Novi memekik karena dahinya terbentur sandaran kursi yang di duduki Haikal.
Sedangkan Naira hanya maju sedikit dari duduknya.
Haikal dan Dega menatap tajam ke depan mobil.
Haikal menoleh ke belakang, "Kalian, kunci pintu mobil dari dalam."
"Emang ada apaan sih?" Tanya Novi dengan kening yang mengkerut.
"Ada kecoa yang minta di basmiii!" Ucap Dega asal.
"Apa Nona masih membawa pulpen kejut?" Tanya Haikal pada Naira.
"Ada, aku masih menyimpannya." Naira langsung mengeluarkan pulpen yang di maksud dari dalam tasnya.
"Nona bisa menggunakannya untuk berjaga jaga." Ujar Haikal.
"Kalian, berhati hati lah!" Seru Naira.
"Paman Haikal harus kembali!" Seru Novi menatap dalam Haikal.
Haikal hanya mengangguk kecil, menyusul Dega yang sudah lebih dulu ke luar dari mobil.
Naira dan Novi langsung melaku kan apa yang di katakan Haikal, untuk mengunci pintu mobil dari dalam.
Situasi yang menegangkan pun terjadi di alami Naira dan Novi, setelah beberapa hari yang lalu pernah mengalami kejadian serupa.
"Mereka siapa lagi Nai?" Tanya Novi dengan wajahnya yang tegang memperhatikan Haikal dan Dega yang berada di luar mobil.
"Lo nanya sama gw, mana gw tau mereka itu siapa." Ucap Naira dengan tangannya yang meremasss pulpen yang ada dalam genggamannya, sedangkan hatinya terus berdo'a.
Ya Allah, tolong lindungi lah kami semua dari orang orang jahat itu. Beri kan lah ke mudahan untuk bang Haikal dan bang Dega melawan para penjahat yang aku sendiri gak tau apa niat mereka.
Tanpa berbasa basi, pria yang duduk di mobil pickup langsung ke luar dengan memberikan pukulannn ke arah Dega yang berada di depannya.
Dengan gerakan yang sudah bisa di baca, Dega menangkis pukulan yang hendak mendarat di wajahnya yang mulus.
Bugh pak tak kreeek.
Dega langsung melumpuhkan pria yang menyerangnya dengan mematahkan tangan kanannya.
Sedangkan Haikal kini melawan pria yang mengemudikan mobil pickup itu.
Bugh bugh bugh pak.
__ADS_1
Pak tak bugh jeder.
Haikal menangkis pukulan serta menghindar dari tendangan lawannya dengan gerakan yang gesit, Haikal mendaratkan pukulan di wajah, tangan kaki, perut serta menendanggg punggung lawannya hingga menubruk bagian belakang mobil pickup itu sendiri.
Haikal mengunci ke dua tangan lawannya ke belakang, "Siapa yang nyuruh lo?" Bentak Haikal.
Tanpa mereka duga, kaca mobil Naira di hancurkan dengan tongkat besball oleh pria berbadan tegap.
Prang.
Dega dan Haikal menoleh ke arah asal suara.
Novi dan Naira menjerit.
"Aaakkkkhh."
Pria yang berhasil memecahkan kaca mobil pun menyingkir, membiarkan temannya untuk melakukan langkah selanjutnya.
Dega dan Haikal beralih pada pria yang kini berada di samping mobil tepatnya tempat Naira duduk.
Dega melawan pria yang membawa tongkat baseball, sedangkan Haikal mencegar pria yang akan membuka pintu mobil.
Bugh.
Dega dan Haikal kembali melawan pria yang entah dari mana datangnya.
Bugh bak bugh pak tak.
Pria yang tadi babak belur di hajar Haikal dan pria yang tangannya patah karena Dega kini menghampiri mobil di mana target mereka berada.
Mereka saling menyeringai.
"Ya kita lawan lah, kan gw punya ini!" Naira menunjukkan pulpen kejut yang ada dalam genggamannya, "Lo lupa, gw juga bisa bela diri!" Ujarnya lagi mencoba membuat Novi tenang.
Novi pun mengurai pelukan tangannya dari lengan Naira, "Iya juga ya! Gw baru inget kalo lo juga jago bela diri."
"Hehehe jangan kabur lo Nona cantik! Ikut baik baik dengan kami jika ingin selamat!" Ancam pria yang wajahnya bonyok di pukulll Haikal dengan menyeringai pada Naira dengan membuka pintu mobil.
Grap.
Tangannya menggapai pergelangan tangan Naira.
"Sialannn lo, lo pikir gw cewe lemah apa!" Gumam Naira dengan menempelkan ujung pulpen pada perut pria yang menarikkk pergelangan tangannya.
Novi berteriak sekencang kencangnya saat pria menyeramkan itu menarik tangan Naira ke luar dari dalam mobil.
"Paman Haikal!"
Sebelum pulpen yang di arahkan Naira menyentuh perut pria yang menggenggam pergelangan tangannya.
Pria yang satu tangannya di patahkan oleh Dega lebih dulu merebut pulpennya dan membuangnya.
"Sialannn!" Ujar Naira.
Di luar dugaan mereka, dengan gerakan cepat. Naira mengayunkan satu kakinya ke arah aset berharga pria yang kini menyeringai pada Naira, karena merasa berhasil dengan upayanya untuk membawa target mereka.
Bugh.
__ADS_1
"Awwwwwhhhh telorrrr gw pecahhh!" Teriaknya dengan suaranya yang kencang, ke dua tangannya memegangi aset berharganya yang berhasil di tendang Naira.
Naira langsung mengambil ancang ancang jika pria itu menyerangnya.
Sedangkan Haikal kini mengarah pada Nona Muda setelah berhasil melumpuhkan lawannya.
"Nona tidak apa apa kan?" Tanya Haikal dengan khawatir.
"Seperti yang bang Haikal liet!" Naira memainkan alisnya naik turun, dengan wajahnya yang mengejek ke dua pria yang kini berwajah pias tengah melihat ke arah Haikal.
"Gimana nih?" Tanya pria yang satu tangannya patah.
"Begooo, pake tanya gw lo! Lawan sono lo! Gak liet lo, telorrrr gw pecahhh nih!" Sungutnya kesal dengan berjalan mundur perlahan ke arah mobil pickup.
Plak.
"Awwwhh."
Dengan tangannya yang tidak patah, ia pukulkannn pada kepala temannya, "Begooo lo! Kalo mau lari ajak gw!" Dengan melangkah mundur pria itu menggapai pintu mobil dan menyelamatkan diri.
"Wuuuuh dasar lo! Cemen!" Ejek Naira dengan menyapu hidungnya dengan jempol tangan kanannya.
Sementara Dega kembali dengan luka lebam di keningnya, darah segar nampak di sudut bibirnya.
"Muka lo, kenapa?" Tanya Haikal dengan menepuk bahu Dega.
"Pake tanya kenapa, noh! Ngajak ribut pake bawa tongkat, di kata gw bola basboll apa!" Sungut Dega dengan menyapu sudut bibirnya yang berdarahhh.
Mobil pickup melaju dengan kencang, meninggalkan lokasi dengan hasil gagal membawa targetnya.
Begitu pun dengan mobil yang berada di belakang mobil sedan putih mewah dengan kaca pintu mobil yang pecah.
Melaju kencang meninggalkan lokasi.
Novi ke luar dari dalam mobil menghampiri ke tiganya dengan cemas, berbarengan dengan beberapa mobil yang berhenti di belakang mobil yang kini kacanya pecah.
Novi mengguncang bahu Naira,
"Naira, lo gak apa apa kan?"
"Gw gak apa ko!"
"Paman Haikal?" Novi menyentuh wajah Haikal, memastikan wajah kekasihnya itu tidak terluka.
"Saya tidak apa apa ko!" Ucap Haikal dengan kelembutan.
"Maaf kami terlambat, bos!" Ujar anak buah Haikal dengan berdiri di belakang Haikal.
Bugh.
Haikal menendang salah satu kaki anak buahnya, "Dari mana saja kalian?" Tanyanya dingin.
...💮💮💮💮💮...
......................
...💖 Bersambung 💖...
__ADS_1
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊