Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tidak menghiraukan


__ADS_3

...💖💖💖...


Otak jail ku terpanggil, sebelum aku yang di lahap, lebih baik aku lakukan sekarang, hehehe.


Dengan ke dua tangan ku bertumpu pada dasar bathtub hingga duduk ku kini lrbih tegak, lalu ku miringkan tubuh ku ke arah ka Pram dan ku dorong dada ka Pram dari tepian bathtub.


Bugh.


Ka Pram terduduk di lantai dengan mendarat cukup keras.


"Awwwh, Naira!" Berani kau ya mendorong ku!" Pram mengerang kesal.


Dengan terburu buru aku ke luar dari dalam bathtub dengan berpegangan pada tepian bathtub dan saat tangan ku hendak menyambar bathrobe yang ada di dinding, sebuah tangan menarik ku.


Pram menatap takjub pada lekuk tubuh ku dan kulit ku yang kencang, tanda tidak pernah terjamah alias masih tersegel rapat.


Set.


Ka pram menarik tangan ku, membenturkan tubuh ku hingga ke dinding, ka Pram mengunci tubuh ku dengan tangan nya yang berada di kanan dan kiri ku.


"Ka p- pram, a- apa yang ka- kaka lakukan!" Rasanya sungguh malu berada di posisi ini, matanya menatap ku dengan bibir ka Pram yang tersenyum penuh arti.


Tangan kanan ku menutup si kembar yang dari tadi berpacu naik turun seirama dengan deru nafas ku yang kian memburu takut pada tatapan ka Pram, tangan kiri ku menutupi mahkota yang selama ini ku jaga hingga aku siap untuk menyerahkan nya pada suami ku, tapi untuk saat ini aku masih takut dan belum yakin dengan pria yang ada di hadapan ku.


Tangan hangat ka Pram menyingkirkan tangan kanan ku dari si kembar yang kian membusung meledeknya minta di sambar, "Tidak perlu kau sembunyikan ini, ini milik ku!"


"Ka Pram jangan aneh aneh ya!" Tangan ku mendorong dada Pram agar menjauh dari ku.


Ka Pram mendekatkan bibirnya di leher ku sambil berkata, "Aku tidak akan aneh aneh, aku hanya ingin memberi mu pelajaran, pelajaran yang tidak akan mungkin bisa kau lupakan."


Ku singkirkan wajah ka Pram dengan tangan kanan ku, "Geli ka!"


Ke dua tangan ka Pram menengger di pinggang ku yang ramping dan satu tangannya terus turun ke bawah hingga menggenggam tangan kiri ku, ia menahan tangan kiri ku di atas kepala ku dengan bersandar pada dinding.


"Ka, jangan seperti ini!" Cicit ku, takut jika ka Pram akan melahap ku detik ini juga.


"Kenapa?" Aku tidak bisa menahannya lagi, maaf jika aku harus melakukan ini Nai, aku hanya ingin memiliki mu seutuhnya, salah kah jika aku egois? Aku ini suami mu! Sebagai seorang istri, kau itu wajib melayani ku!


Ku tatap mata ka Pram yang tidak lepas dari si kembar, sesekali ia juga menatap ke bawah.

__ADS_1


Tangan kanan ka Pram membawa tangan kanan ku ke atas dan menyatukannya dengan tangan kiri ku, dengan mudahnya ia menggenggam ke dua tangan ku di atas kepala ku.


"Ka, a- aku ta- tadi hanya bercanda, aku ke dinginan ka! Aku ingin pakai baju!" Cicit ku.


"Biar aku yang hangatkan tubuh mu, Nai!" Bibir Pram menyentuh leher ku dan turun ke bawah dengan kecupan kecil dan gigitan gigitan manja yang membuat ku mengerangg, mendesahhh.


"Aaaaahhh, ka hentikan!" Sialll bener apa apes sih ini gw, jangan sampe ka Pram ngambil mahkota gw, gw belum siap.


Wajah ka Pram membenam di dada ku, ia menyesappp salah satu puncak si kembar, memainkannya dengan lidahnya, memberinya gigitan dan melakukan hal yang sama pada yang puncak lainnya.


"Aaaah, emmmh jangan ka!"


Aku tidak akan berhenti Nai, sampai aku berhasil membenamkan bibit unggul ku dalam rahim mu.


Ka Pram menatao ku penuhhh nafsuuu, "Ini baru permulaan, sayang!"


"Tapi emmmp ---" Bibir ku yang ranum di bungkam dengan bibir ka Pram.


Pram menatap Naira yang memejamkan mata, dia mengatakan tidak... tapi dia menikmati permainan ku, dasar anak nakalll, akan ku buat kau terus menginginkan sentuhan Pramana Sudiro, Nai!


Dengan tangan kanannya ka Pram menggeeayangi tubuh ku, jemarinya menyentuh mahkota ku yang membuat ku seperti tersengat aliran listrik yang memabukkan.


Pram menggit kecil bibir bawah ku hingga mulut ku terbuka, lidahnya menerobosss masuk je dalam mulut ku memilinnn dan menyesappp lidah ku dengan rakusnya.


Berkata tidak dengan gelengan kepala begitu percuma, ka Pram tidak menghiraukan ku dan terus bermain main pada tubuh ku yang baginya tubuh ini miliknya, memang miliknya, tapi aku belum bisa terima jika masih ada wanita kain yang berani menyentuhnya.


Salah kah aku jika ingin hanya ada aku seorang yang ada di hatinya ka Pram? Entah sejak kapan hati ini menginginkan hanya ada aku seorang yang boleh ada di hatinya.


Ka Pram melepaskan pagutannya dan membiarkan ku menghirup udara, jarinya juga sudah ke luar dari goa ku yang kini terasa basahhh entah apa yang sudah ia lakukan, rasanya tubuh ku ini lemas tanpa tulang.


Sepertinya dia kelelahan berdiri.


Dengan tangannya yang kekar, ka Pram membawa tubuh ku dalam gendongannya, ia kembawa ku ke luar dari bathroom.


Alhamdulillah, aku selamat dari terkaman ka Pram, "Terima kasih ka." Ucap ku yang berfikir aku lolos dari kejantanannnn ka Pram.


Ka Pram hanya tersenyum dengan alis yang di tari ke atas, apa dia pikir aku melepaskannya? Heh, kau salah sayang, ku buat kau merasakan surga dunia yang tidak pernah terlupakan, yang ada setiap saat kau nantikan.


Ka Pram membaringkan ku di atas tempat tidur dan kini ka Pram membuka celana boxser dan kain terakhir yang melekat pada tubuh bawahnya.

__ADS_1


Gila, ini rubah mesum... ku pikir tidak akan melakukannya, aaah sialll.


Aku hendak bangun dari posisi ku yang tidur, namun ka Pram lebih dulu berada di atas tubuh ku dan mendorong bahu ku hingga ku kembali pada posisi ku.


"Jangan ka, aku masih ingin sekolah!" Ucap ku dengan menggelengkan kepala.


"Ini tidak akan menghalangi mu untuk tetap sekolah, Nai!" Ucap Pram dingin.


Ku lihat pada dirinya yang menegang, tidak bisa di tahannn lagi.


"Ka!" Ku panggil dirinya dengan wajah memelas berharap bisa lolos kali ini.


"Itu tidak akan berhasil, Nai!"


Pram mengalihkan perhatian ku dan membungkam mulut ku dengan bibirnya yang terus melahapppp, menyesapppp, memilinnnn lidah ku, hingga ku rasakan ada yang mengganjal dan menegang di area pangkal paha ku, ada yang bergeser mencari sesuatu hingga akhirnya ia menerobos goa yang tadi basahhhh dengan perlahan dan aku merasakan ada yang menerobos masuk ka Pram memainkannya dengan sesekali menghentakkannya dari perlahan dan kian cepat.


Ka Pram melakukannya tidak hanya sekali tapi entah lah berapa kali ia melakukannya, yang jelas tubuh ku terasa lelah hingga tanpa sadar aku tertidur di bawah tubuhnya.


Pram menyapu wajah ku dengan ke cupan, rasa bahagianya karena telah berhasil melakukan pengatuan dengan ku dan membenamkan bibit unggulnya dalam goa ku.


Pram menyapu bulir bening yang tersisa di sudut mata ku, "Apa sesakit itu, hingga ia menangis?"


Pram melepaskan otongnya yang kini sudah mulai tertidur setelah puassssss bermain dan menjelajah dalam goa istrinya yang rapat namun membuatnya ingin melakukannya lagi dan lagi.


Pram menatap bercak merah pada ke maluannnn dan spraii , "Aku senang menjadi yang pertama dan aku pasti kan hanya aku pemilik goa mu itu." Pram menutupi tubuh polos Naira dengan selimut.


Ia membersihkan dirinya di bathroom, ia juga membersihkan ******** Naira dengan kaian yang di basahi dengan air hangat.


Pram menutupi tubuh Naira yang polos dengan selimut lalu membawanya ke kamar atas.


Kini rasa tenang dan senang menggelayuti hati Pram.


Ada bagusnya aku meninggalkan acara hari ini, aku bisa mendapatkan apa yang aku tunggu selama ini dari mu, Nai!


Bersambung....


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2