
...💖💖💖...
Novi menatap curiga pria yang datang bersama dengan ku, alias pak Pram lah satu satunya pria yang di curigai Novi.
Angga menyambut ku dan langsung menghampiri ku, ia berdiri di antara aku dan pak Pram, Angga juga memberikan sapaan akrab pada pak Pram, "Malam, pak! Sehat Nai!"
"Malam." Jawaban singkat dari pak Pram, sudah biasa ku dengar.
"Lumayan agak baikan bang, kedei gimana bang?" Tanya ku.
"Alhamdulillah kedei lancar jaya, rame rame aja, iya gak?" Angga balik bertanya pada yang lain, Ayu dan juga Mega yang masih bergabung dengan ku.
"Iya, Alhamdulillah kedei rame terus kok, Nai." Ujar Mega.
Meski Mega mampu mengontrol dirinya dan bersikap biasa saja pada pak Pram. Mega tetap lah Mega tapi hati dan pikirannya tidak dapat di bohongi. Pikiran Mega penuh tanda tanya mengenai Pram yang datang bersama dengan Naira dan pak Pram pula yang menggendong Naira, heran deh kok si Nai bisa bareng kesininya sama ini orang! Orang yang udah nyulik bapaknya Naira.
"Alhamdulillah kalo kaya gitu." Ujar ku.
Ayu menatap lekat wajah Pram, Kaya pernah liet ini orang, di mana ya? Ayu berfikir keras untuk mengingat ingat wajah Pram.
"Biar gw buatin minum dulu ya! Mau sekalian cemilannya gak nih, Nai? Pak Pram?" Tanya Angga menawari Pram dan Naira cemilan.
"Boleh deh, kentang goreng, kwetiaw goreng sama singkong goreng ya, bang!" Seru ku.
Angga menawari lagi pak Pram yang sedari tadi diam memperhatikan sekitar, "Kalo pak Pram, mau saya buatkan sekalian?"
"Bap --," Baru mau keceplosan udah dapat tatapan tajam dari pak Pram, dan dapat tatapan penuh tanya dari yang lainnya, "Maksudnya kaka, mau ya ku pesankan bihun goreng, favorit ke dua loh kalo di sini!" seru ku yang langsung lancar bersilat lidah.
__ADS_1
"Terserah kau saja lah." Ujar pak Pram yang tampak acuh dengan menu makanan, apa yang di pesankan Naira pasti akan di makan oleh Pram. .
"Kalo gitu biar saya buatkan dulu ya pak." Angga langsung undur diri dan kembali ke minibarnya di kitchen.
Ayu yang sudah mengingat siapa itu Pram langsung berseru dengan suara kencang, "Aha, gw inget nih sekarang!" Pengunjung kedei dan yang lainnya termasuk aku dan pak Pram menatap Ayu heran.
Mati dah gw, Ayu menyadari tatapan pengunjung kedei yang merasa tidak nyaman dengan tingkah bar bar Ayu langsung meminta maaf dengan membungkuk tubuhnya, "Maaf ya semuanya, maaf, maaf banget!" Seru Ayu.
Ayu mendudukkan dirinya di depan pak Pram, "Mau apa bapak datang ke tempat ini?" Tanya Ayu dengan sinis.
"Ka ayu, apa apaan sih!" Seru ku dengan menggenggam tangan kirinya, meminta Ayu untuk tetap tenang.
Novi langsung menghampiri meja yang ada diri ku, Novi berdiri di samping ka Ayu dengan menepuk bahunya, "Ada apa ka?"
"Gw baru inget ini cowo siapa, Nai! Kok lu bisa bisanya sih Nai dateng barengan sama dia!" Ayu menatap tajam ke arah Pram.
"Kenal lah, gak bakal bisa gw lupain." Ayu menatap tajam Pram dengan jari telunjuk menunjuk ke arah Pram.
Ke dua tangan Pram mengepal dan Pram menatap tidak suka pada Ayu, wanita ini mengacaukan segalanya!
Entah bagaimana caranya, semua pengunjung yang ada di kedei start tiba tiba berdiri menghadap ke arah Ayu, jika di perhatikan dengan seksama ada di antara mereka yang membawa senjata api siap memuntahkan peluru itu ke wajah Ayu.
Novi, Elsa, Mega di buat takut dengan kejadian itu apa lagi mereka semua menatap Ayu dengan sorot mata yang tajam.
Pak Pram mengangkat tangan kanannya sejajar dengan telinga kanannya, "Stop, ini hanya ke salah pahaman!" Seru pak Pram.
Seperti di komandoi oleh pak Pram, para pengunjung itu langsung duduk kembali di tempatnya.
__ADS_1
"Nai!" Seru Elsa dengan mendaratkan tangannya di atas bahu ku.
Ku balas menepuk nepukkan tangan Elsa yang ada di atas bahu ku, "Udah, gak apa apa kok!" Seru ku pada Elsa.
Ku tatap pak Pram dengan mata memicing, ini pasti ulah rubah tua, apa coba tujuannya? Mau menakut nakuti anak buah ku atau apa ini!
Gila, mimpi apa gw semalam sampe ngalamin hal yang di luar dugaan gw! Ayu takut setengah mati menghadapi semua pengunjung yang berdiri menghadap ke arahnya tadi, belum lagi Ayu melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Angga ke luar dari pentri bersama dengan Juni dengan membawa semua pesenan yang tadi di minta Naira di atas nampan.
Elsa, Novi Ayu dan Mega berdiri di belakang ku, mereka memberikan ruang untuk Angga dan Juni menghidangkan makanan di atas meja.
Coba tadi ada Juni, bakal reboh yang ada ini kedei.
"Silahkan, pak!" Angga mempersilahkan pak Pram untuk mencoba masakannya.
Sedangakan Juni menatap teman temannya dengan heran pasalnya mereka jadi diam membeku.
"Ini ada apaan sih? Ko pada diem?" Tanya Juni..
Bersambung....
...💖💖💖💖...
Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊
No komen julid nyelekit
__ADS_1