Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Semakin mesra


__ADS_3

...💖💖💖...


"Kalian sedang apa di sini? Bukannya kembali ke ruang kerja masing masing, malah kalian asik bergosip di sini!" suara bariton Pram terdengar dari belakang ke tiganya.


Ke tiganya berjingkat kaget, menoleh ke belakang. Orang yang sedang mereka gosipkan.


Dengan tergagap, Rita bersuara, mewakili ke dua temannya.


"Ma- maaf pak, i- ini ka- kami akan kembali ke ruang kerja." Rita membungkuk hormat dengan rasa takut menyelimuti hatinya.


Naira mengibaskan tangannya, meminta mereka bertiga untuk pergi.


Ke tiganya langsung berjalan dengan cepat, meninggalkan lokasi ruang rapat. Sebelum bos mereka menghentikan langkah mereka.


"Mereka selamat karena ada kau, sayang! Jika tidak, sudah pasti aku pecat mereka semua!" ucap Pram dengan tatapan tajam pada ke tiganya, namun tatapannya langsung hangat saat menatap Naira.


"Aku percaya itu, tapi sebaiknya kaka berubah lah sedikit demi sedikit. Mengurangi musuh, memperbanyak teman, itu akan indah dan jauh lebih baik ka!" cicit Naira.


"Hem."


Ke duanya ke luar dari dalam lift, menuju restoran, tempat Naira dan Pram membuat janji bertemu dengan pihak yang akan mengurus pesta pernikahan mereka.


"Ingat pesan ku ya ka! Tidak perlu menjadi orang yang kejammm, hanya untuk menjadi orang yang di hormati dan di takuti bawahan." cicit Naira lagi.


"Jangan bahas itu lagi!" bantah Pram, entah sudah berapa kali telinga Pram mendengar ocehan Naira yang sama, Naira terus mengulang perkataannya.


"Kalo di bilangin ya!"


Begitu memasuki restoran yang di tuju, restoran dengan nuansa Nusantara, Pram langsung memicingkan matanya saat mendapati seorang wanita yang ia kenal, tengah duduk di salah satu meja.


Salah seorang di antaranya bahkan langsung beranjak dari duduknya, menghampiri ke beradaan Pram dan Naira.


Wanita itu berdiri di depan ke duanya dan langsung menyalami ke duanya secara bergantian. Namun tatapan Pram masih mengarah pada wanita yang kini beranjak dari duduknya, tanpa melangkah untuk menghampirinya.


"Selamat siang, Nona, Tuan! Perkenalkan saya, Dini... pemilik dari wedding organizer yang akan Tuan pakai jasanya. Kami akan dengan senang hati membantu melancarkan acara resepsi pernikahan Tuan dan Nona." tutur Dini yang memperkenalkan dirinya pada Pram dan Naira.


"Saya Naira, istrinya ka Pram. Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya, ka!" ucap Naira tanpa ragu.


"Semoga Nona, ayo mari biar saya perlihatkan beberapa contoh dari mulai gaun pengantin, taman pengantin, undangan, hidangan, hiburan serta sovenir pernikahan." terang Dini sambil mengarahkan Naira dan Pram, untuk menuju meja yang sudah ia pesan.


"Perkenalkan, ini adalah asisten saya, namanya Puji. Beliau ini nanti nya yang akan membantu saya, dalam mengurus wedding organizer untuk acara Tuan dan Nona." oceh Dini dengan memperkenal kan Puji pada ke dua calon kliennya.

__ADS_1


Puji beranjak dan mengulurkan tangannya pada Naira, "Puji."


"Naira." Naira memperkenalkan diri nya pada Puji.


Puji mengulurkan tangannya pada Pram, namun di abaikan Pram yang malah langsung mendudukan diri nya di kursi dengan menarik tangan kiri Naira, membuanya ikut duduk di sampingnya.


"Ka Pram, mengenal Puji?" cicit Naira dengan suara pelan.


"Bisa kita langsung saja pada intinya!" cicit Pram dengan menatap beberapa album foto yang ada di atas meja.


"Tentu bisa, Tuan. Ini silahkan." Dini ikut mendudukkan dirinya di kursi yang ada di hadapan Pram, tangan nya menyodorkan beberapa album foto yang ada di atas meja pada Naira dan Pram.


Pram dan Naira, tampak membuka lembar demi lembar halaman album foto, yang ada di hadapan nya.


"Waaah ini bagus ka, cantik lagi." cicit Naira dengan mata berbinar saat melihat gaun pengantin yang indah di matanya.


"Kau suka itu?" tanya Pram dengan lembut.


Puji tampak melirik kan matanya pada Pram, jadi ini wanita yang berhasil mengalihkan hidup Pram. Membuatnya menjadi manusia yang lebih berperasaan? Hebat juga! Tapi apa sih lebihnya wanita ini, sampai sampai bisa membuat Pram mengambil keputusan untuk menjadikan nya seorang istri?


Tanpa di minta seorang pelayan restoran wanita berjalan menghampiri meja Pram.


"Ka Pram, mau pesan apa?" tanya Naira tanpa melihat buku menu yang di bawa pelayan.


"Hot cappucino 2, sama burger doubel keju ya!" ucap Naira dengan menatap si pelayan.


"Apa kalian mau pesan makan sekalian? Biar sekalian di pesan!" cicit Naira menawarkan pada Dini dan Puji.


"Emmm boleh, saya mau pesan steak aja ya, mbak!" ucap Dini.


"Saya spaghetti bolognese." ujar Puji.


"Untuk minumnya, apa ada lagi yang mau di tambah?" tanya pelayan restoran.


"2 air mineral, mbak. Jangan pakai lama, istri saya harus meminum obatnya." cicit Pram.


"Baik Tuan." pelayan wanita itu langsung bergegas meninggalkan meja Pram.


"Apa Nona sedang sakit?" tanya Puji dengan menyelidik.


"Orang luar lebih baik tidak perlu banyak tahu akan urusan orang lain!" ucap Pram dengan datar.

__ADS_1


Naira berusaha menjelaskan nya pada Puji, namun Pram langsung menyela perkataan Naira.


"Ka Pram! Jangan gitu ihs!" Naira menggenggammm jemari Pram, "Hanya dalam masa pemulihan, belum lama aku mengalami insiden kecil dan ----"


"Kau tidak harus menjelaskannya, sayang!" ucap Pram dengan tegas dengan tatapan tajam pada Puji.


Dini yang melihat situasi semakin tegang, langsung mencairkan kembali suasana dengan mengalihkan pembicaraan Pram dan Puji.


"Ehem, jadi bagai mana Tuan Pram... apa ada yang Tuan dan Nona suka?" tanya Dini.


Pram menutup album foto yang ia lihat, "Buatkan beberapa gaun yang baru untuk di kenakan istri ku, dengan tambahan batu Swarovski, dan juga batu berlian. Saya ingin rancangan dari diseiner ternama. Berapa pun biayanya, kalian hitung saja." ucap Pram dengan tegas.


"Tqpi ka, kenapa harus di buat... pakai saja yang ada di album ini, itu juga bagus ko. Kan hanya di pakai untuk beberapa jam aja ka!" protes Naira yang tidak sejalan dengan pemikiran Pram.


Pram mengelus kepala Naira, menjelaskannya dengan lembut, "Kau lupa, ini pesta pernikahan kita... sekali dalam seumur hidup, karena itu harus terkesan dan tidak mudah untuk di lupakan. Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, sayang! Ini momen yang paling bersejah untuk mu dan untuk ku! Untuk kita ceritakan... betapa megahnya pesta pernikahan ayah bundanya, kake neneknya! Kau mengerti kan apa maksud ku!"


"Tapi ka! Bagai mana dengan undangnya, belum hidangannya, gak ke bayangkan, biaya yang harus di ke luarkan." cicit Naira.


"Untuk undangannya saya ingin yang terbaik, jika perlu gunakan barkot. Jadi tidak sembarang orang yang bisa memasuki pesta itu! Untuk pengamanan, nanti kalian akan di bantu oleh beberapa orang saya, untuk melakukan pengamanan. Saya tidak ingin ada celah, untuk orang jahat masuk untuk mencelakai istri saya ini! terang Pram dengan tegas.


"Ka Pram! Gak akan ada yang bisa mencelakai ku! Kita pasti bisa menjalankan resepsi pernikahan dengan lancar." oceh Naira.


"Pokonya pengamanan harus ketat, jangan sampai ada celah orang yang tidak di undang... untuk masuk ke dalam tempat resepsi." cicit Pram dengan kata yang tidak bisa lagi di bantahkan.


"Lebih baik kita makan dulu aja deh! Makanannya udah dateng tuh." cicit Naira, yang melihat seorang pelayan tengah mendorong troli makanan menuju meja mereka.


Puji membatin dengan tatapan yang tidak suka pada Naira, apa sebegitu istimewanya, sampai pesta pernikahan mereka harus di lakukan dengan penjagaan yang ketat? Itu pesta pernikahan atau apa sih!


🌷🌷🌷


Setelah beberapa hari, setelah pertemuan Naira dan Pram dengan pihak wedding organizer. Pram tampak semakin mesra terhadap Naira, sedikit demi sedikit, Pram juga mulai terbiasa dengan sikapnya yang tidak lagi kasar, tidak lagi semena mena dalam mengambil keputusan untuk menghukum bawahannya.


Seperti siang ini, Pram menemani Naira untuk ke toko berlian, untuk memesan satu set perhiasan yang akan di pakai Naira, untuk acara resepsi pernikahannya nanti.


Bugh.


"Maaf Tuan, saya tidak sengaja." ucap seorang pelayan toko yang tidak sengaja menyenggol lengan Naira.


......................


...💖 Bersambung 💖...

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya 🤭🤭


Makasih yang sudah dengan setia 😉


__ADS_2