
...💖💖💖...
Ceklek.
"Ke biasaan, mandi pintu tidak di kunci." Pram menyeringai melangkah perlahan mendekati bathtub.
Naira tengah memainkan busa sabun yang ada di ke dua tangannya.
"Huh gak terasa bentar lagi udah class meeting aja, abis itu pembagian hasil ujian terus libur deh. Mama, papa, Dito gimana kabarnya ya? Jadi kangen sama kalian."
Grap.
Pram menutup ke dua mata Naira dengan ke dua tangannya.
Naira meraih ke dua jemari orang yang menutupi ke dua matanya, ia merabanya lalu Naira menyeringai.
"Woi! Siapa lo! Beraninya masuk kamar orang? Gak liet apa kalo gw lagi mandi!" Sungut Naira dengan suaranya yang menggelegar dengan penuh emosi.
Pram menggelengkan kepalanya, dasarrr bocah payah, masa tangan suami sendiri tidak di kenali! Apa apaan itu, berani memarahi ku?
Pram merubah suaranya, menjadi suara orang lain, "Kau pilih harta atau pilih tidur dengan ku?" Tanyanya.
Naira tampak berfikir, "Ahahahahah orang bodoh sekali pun pasti akan memilih nyawa, gimana sih... penjahat kok tanyanya yang amatiran gitu!" Ledeknya dengan tergelak.
Pram mengerutkan keningnya, dengan perasaan yang kesal, ia bertanya lagi dengan suara yang berbeda.
"Apa kau sedang mengerjai ku, Nona? Apa kau tidak takut, jika aku memperkosaaa mu? Atau aku akan membunuh mu?"
Naira tergelak kembali, "Untuk apa aku takut pada mu! Jika suami ku aja, takut pada ku! Ahahhaha dasarrr penjahat bodohhh. Apa kau tidak takut dengan suami ku? Mau ke lubang semut pun kau bersembunyi, pasti akan berhasil di temukan olehnya. Mending jika kau sayang sama nyawa, pergi aja gih dari sini, sekarang juga! Kau mengganggu waktu ku berendem aja sih!"
Pram semakin di buat gemas dengan tingkah Naira, bayangan nya akan Naira yang berteriak, meminta tolong, berteriak dengan menyerukan nama Pram, ternyata malah di luar perkiraan nya.
Naira sama sekali tidak takut, justru dirinya seakan sedang mengolok olok Pram yang kini menyamar sebagai penjahat.
"Baik lah kalo begitu, aku akan memperkosaaa mu saja! Seperti nya tubuh mu lumayan memuasss kan hasrattt ku!" Ujar Pram dengan menyeringai.
Naira menyeringai, siap mengambil ancang ancang dengan ke dua kakinya, "Silahkan saja, aku tidak takut!"
Pram menjauhkan ke dua tangan nya dari ke dua mata Naira, dengan gerakan yang cepat ia menanggal kan apa yang melekat di tubuhnya.
Sedangkan Naira, langsung berdiri dan meraih selang yang terpasang di toilet, lalu mengarahkan ke wajah Pram.
"Ahahahha gak berhasil ya mau ngerjain aku? Makan nih serangan Naira!" Oceh Naira sambil tergelak dengan menyemprotkan selang sedangkan ia polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya.
"Awas Naira, nanti kau jatuh!" Gertak Pram.
__ADS_1
Si kembar bulat Naira tengah mengembul ngembul, mengikuti langkahnya yang meloncat loncat ke girangan tanpa henti, terus mengarahkan selang ke wajah Pram.
Pram meringis melihat Naira bertelanjang kaki bergerak dengan bebas ke sana dan ke mari. Sedangkan lantai basahhh karena air yang ke luar dari selang, belum lagi air yang menetes dari tubuh Naira yang habis berendam di bathub.
Grap.
Bugh.
Pram meraih tubuh Naira dan ke duanya saling bertubrukan, Pram melepaskannn selang dari tangan Naira. Tangannya menyusuri tubuh Naira yang kini basahhh begitu pun dirinya yang sama basahhh.
"Jadi kau tau kalo itu aku? Bukan pria lain?" Tanya Pram dengan bibirnya yang menyusuru leher Naira dengan terus memeluknya dari depan.
Sambil menjawab pertanyaan Pram, bibir Naira terus mendesahhh, "Tentu saja, emmmmmh masa aku tidak mengenali fisik suami ku yang kece badai ini!"
"Dasarrr kau ini! Jadi sedang mengerjai ku hem?" Pram meninggalkan jejak ke pemilikan nya di leher Naira dan turun hingga pada si kembar.
Dengan bergantian pram mengecappp puncaknya, memilinnn nya, menyesappp nya bak bayi yang ke hausan, sedang kan tangan satunya meremasss si kembar lainnya.
Dari bibir Naira, terus bergantian seiringin sentuhannn yang Pram berikan padanya, lenguhannn, desahannn menggema di dalam kamar mandi. Menjadi saksi bisu, panasnya permainan yang Pram dan Naira lakukan.
"Uuuuhhh, aaahhhh, emmm eeehhhh." Racau Naira.
"Ayo sayang, ke luarkan terus desahannn mu... itu terdengar menggoda di telinga ku!" Ucap Pram di sela sela esapannn nya pada salah satu si kembar.
Pram membuka ke dua pangkal paha Naira, ia mendekatkan wajahnya pada area sensitif Naira. Dengan bibirnya Pram memberikan sentuhan pada si kacang mungil milik Naira.
Pram beranjak dan mengarahkan miliknya yang sudah meneganggg ke goa Naira.
"Auuuhhh pelan pelan ka!" Rengek Naira saat milik Pram berhasil menyelusup goanya yang rapattt.
"Sabar sayang, itu hanya sakit sesaat setelah ini pasti kau akan terus meminta ku untuk melakukan nya kembali." Ujar Pram dengan memberikan tanda ke pemilikan nya pada dada Naira yang membusunggg padat.
Pram mulai memacuuu miliknya dengan ritme pelan, lalu mulai memacuuu miliknya dengan cepat dan semakin dalam menusukkk goa Naira.
"Kaaa, aku lelah!" Ujar Naira dengan mendesahhh, setelah dirinya mencapai puncak ke nikmatannn.
Pram melingkarkan ke dua kaki Naira di pinggang nya, dengan tangannya yang kekar, Pram menyanggah bokonggg Naira dan kembali memacu senjatanya, semakin dalam ia memacu dan semakin cepat hingga Pram mencapai klimaksss dengan lenguhannn yang panjang.
"Apa kaka puasss?" Tanya Naira dengan suaranya yang pelan, rasa lelah menggelayuti tubuh dan matanya.
"Aku tidak akan pernah puasss, jika menyentuh mu! Jika kau mau, aku bisa melakukan nya kembali hem!" Goda Pram.
Grek.
"Auuhhh." Ujar Pram.
__ADS_1
Naira menggigittt bahu Pram, "Enak aja kalo ngomong!" Sungut Naira.
Dengan berdiri di bawah guyuran air shower, Pram membiarkan tubuh ke duanya di guyur air shower. Menghilangkan peluh yang mendarat di tubuh Pram dan Naira.
...🍂 Kediaman Aji🍂...
Daren merebahkan tubuhnya di atas kasur, menatap atap kamarnya dengan lampu yang hanya menerangi kamarnya dengan cahaya yang tamaran.
"Untung saja gw gak ke tahuan, bisa kacau jika sampai pak kepala pelayan sampai tau kalo gw nguping rencana dirinya dan papa." Gumam Daren.
^^^☘️ Flashback Daren^^^
"Apa lagi yang sedang mereka rencanakan? Aku harus memberi tahu ka Pram. Setidaknya biar ka Pram bisa lebih was pada." Gumam Daren.
Trang.
Daren langsung bersembunyi di belakang dinding.
Kepala pelayan berjalan ke arah asal suara, namun yang ia lihat hanya guci yang terjatuh di lantai.
"Kenapa bisa jatuh ya? Apa mungkin ada orang? Tapi siapa? Bisa gawat kalo sampai ada yang dengar!" Oceh kepala pelayan.
Kepala pelayan menoleh kan kepalanya kiri dan kanan ruang, namun tidak ada yang ia lihat seorang pun di sana.
Suata Aji menggelegar memanggil namanya.
"Alex, cepat kembali! Perintahkan pelayanan untuk membereskan kekacauan ini!"
"Siap, Tuan!" Ucap Alex.
☘️ Flashback end Daren.
Daren kembali beranjak dari tidurnya, Daren menggaruk kepalanya dengan frustasi.
"Tapi gw masih belum tau apa yang bakal mereka rencanain buat ka Pram. Kalo kaya gini, gw harus gimana? Apa lagi yang harus gw lakuin buat ngelindungin ka Pram dan Naira?"
Daren mencoba menghubungi nomor telepon Naira. Berkali kali mencoba menghubungi, namun hasilnya tetap sama. Naira tidak menjawab telponnya.
...💮💮💮💮💮...
......................
...💖 Bersambung 💖...
Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊