Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Gantian cemburu


__ADS_3

...๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–...


Menyesal aku... sudah menyuruh pilot dan copilot ini untuk menjawab pertanyaan Naira!


Naira mengerucutkan bibirnya, melingkarkan tangannya di lengan Pram, "Jangan bilang ka Pram lagi cemburu ya!" tuduh Naira.


Pram berkilah dengan tergagap menjawab perkataan Naira, "E- enk saja, si-siapa bilang aku cemburu... aku hanya mengingatkan mu untuk bertanya sesuai dengan lokasi... yang ada hubungannya dengan penerbangan kita ini! Iya begitu!"


Pram tidak berani menatap Naira, ia terus nengalihkan pandangan nya pada yang lain. Sementara Naira yang sudah tau dan mengerti Pram, justru semakin senang meledek suaminya.


"Yang benar, ga cemburu? Terus itu apa? Ayo tatap mata ku ka! Kaka kan klo lagi bohong, gak berani menatap mata ku hahaha, aku sudah tau itu ka! Nakal sekarang ya!" Naira menowel perut dan pinggang Pram dengan jari telunjuk kanannya.


Pram mengerutkan keningnya, "Kau! Sudah berani dengan ku ya!" seru Pram dengan bersikap so tegas di depan Naira.


Pilot dan copilot tersenyum melihat tingkah ke duanya, bagi mereka ini pemandangan yang langka, membawa Pram terbang bersama dengan seorang wanita yang tampak masih muda, masih remaja.


Copilot membatin, apa benar yang di katakan bos Pram, itu adalah istrinya... bearti itu sama saja dengan Nona Muda keluarga Pramana.


Pilot membatin, tidak salah jika bos Pram memilih bersama dengan Nona ini, Nona ini terlihat baik dan natural, tidak di buat buat. Sedangkan bos Pram sendiri tampak bahagia bersamanya.


"Bagus lah kalo kalian berfikir seperti itu, aku memang sangat bahagia dengan ke hadirannya di sisi ku!" Pram menautkan jemari nya dengan jemari Naira, membawanya mendekat ke bibir Pram, Pram mencium jemari Naira.


"Tapi kenapa tidak ada pemberitaan mengenai pernikahan anda ya, bos?" tanya pilot.


"Kaka sih pake bahas itu, di tanya kan tuh!" gerutu Naira.


Tanpa terasa perjalanan mereka sampai juga pada tujuan, helikopter mendarat di bandara Sukarno Hatta dengan selamat.


"Kau tunggu saja, undangan pernikahan kami." ucap Pram pada pilot dan copilot, lalu Pram turun lebih dulu dari helikopter, membantu Naira turun dari helikopter.


"Terima kasih oppa ganteng, penerbangan nya sangat menyenangkan." ucap Naira pada pilot dan copilot.


"Sama sama Nona." ucap pilot.


Sebuah mobil yang memang tersedia di bandara, langsung mengantarkan Pram dan Naira menuju pesawat jet pribadi Pram yang sudah terparkir di apron.

__ADS_1


Pelataran pesawatย (bahasa Inggris: apron) adalah bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang, menurunkan dan menaikkan penumpang.


Naira menatap takjub dengan beberapa pesawat jet yang ua lihat.


"Astaga ka, lihat... apa itu semua milik kaka?" tanya Naira saat melewati, beberapa pesawat yang terparkir di tempatnya.


"Bukan semuanya milik ku, sayang." ucap Pram.


"Lalu pesawat jet kaka yang mana? Apa gak sebaiknya naik pesawat komersial aja ka?" usul Naira.


"Jangan mulai berdebat dengan ku, sayang! Cukup kau nikmati saja perjalanan kita kali ini." ujar Pram.


Dengan langkah pasti, Pram membawa Naira memasuki pesawat jet pribadi miliknya.


"Apa nanti hanya ada kita berdua aja ka? Gak ada yang lain gitu?" tanya Naira.


"Ada pilot, copilot, dua orang pramugari yang akan menyediakan segala ke butuhan kita selama penerbangan."



Naira menarik narik jas yang kini melekat pada tubuh Pram, "Apa mata ku tidak salah lihat, ka?"


"Apa? Ayo masuk, kau duduk lah di sini." Pram mendudukan Naira di sisi kanan pesawat, kursi singel yang akan memanjakan Naira pada pandangan ke luar pesawat. Ia juga memakaikan sabuk pengamannn pada Naira.


Sedangkan Pram duduk di kursi yang ada di hadapan Naira, "Apa kau ingin tidur, hem?" tanya Pram.


"A- apa? Yang bener aja ka... kita belum terbang masa kaka langsung menawarkan aku untuk tidur, gak lah! Aku mau menikmati pemandangan awan, pasti sangat seru jika di sini ada Novi dan Serli." gumam Naira.


"Itu namanya bukan perjalanan bulan madu, jika kau membawa serta ke dua sahabat mu itu, sayang!" gerutu Pram.


Seorang pramugari berparas cantik, dengan rok yang di atas paha menghampiri Pram dan Naira.


Pramugari berujar dengan sopan, lemah lembut, dengan tatapan matanya yang lentik menatap Naira dan Pram.


"Selamat datang di pesawat jet pribadi Tuan Pramana Sudiro, sebentar lagi pesawat akan lepas landas, di harap Nona dan Tuan memperhatikan apa yang tidak boleh di lakukan, sebelumnya... di harapkan untuk menonaktifkan hape untuk mencegah gangguan sistem ----"

__ADS_1


Naira memperhatikan pramugari yang ada di hadapannya, astaga cantik banget, pantesan aja ka Pram betah kalo ada kerjaan jauh, naik pesawat, ternyata ada pramugari cantik ini. Udah cantik, putih, seksiii, bening, astaga kriteria wanita sempurna banget ini mah.


Sebelum pramugari menyelesaikan perkataannya, Pram mengangkat tangan kanannya, membuat pramugari itu langsung menghenti kan perkataannya, dan menunduk hormat sebelum ia meninggalkan ke dua penumpangnya.


Naira menatap Pram dengan malas, perasaannya kini di buat jengkel. Mood Naira yang semula baik, kini kacau seketika tanpa alasan yang jelas. Alasan cemburu yang pastinya.


Pram diam memperhatikan Naira, berpura pura acuh. Pram menekan tombol yang ada di dinding kabin yang ada di antara dirinya dan Naira, dengan segala kecanggihan, di antara Naira dan Pram kini muncul meja. Pram mengambil majalah bisnis, dari samping kursi yang ia duduki dan membacanya.


Kau tampak sangat menggoda sayang, aku ingin lihat, sejauh mana kau sanggup dengan cemberut mu itu, tanpa mengata kan pada ku jika kau kini sedang cemburu pada ku. Sangat konyol bukan, di helikopter... kau yang membuat aku cemburu, dan sekarang kau yang cemburu pada ku, pada pramugari itu!


Pesawat akhirnya lepas landas, meninggalkan bandara Soekarno Hatta, menuju Narita airport yang menempuh perjalan 7 jam 7 menit.


Kenapa ka Pram hanya diam saja? Kenapa ka Pram tidak membujuk ku? Tuh kan bener, makin jelas kalo ka Pram pasti ada main dengan pramugari itu! Naira menoleh ke belakang, perhatiannya terpusat pada pramugari yang tadi menghampiri mereka.


Astaga ternyata ada 2, benar apa yang ka Pram katakan, 2 pramugari. Naira menelan salivanya dengan sulit, saat ke dua pramugari itu tersenyum padanya, Naira membalas senyumannya pula dengan canggung, lalu pusat perhatiannya kembali pada Pram.


Dasar rubahhh mesummm, otak mesummm, Naira menggerutu dengan kesal.


Seorang pramugari lainnya menghampiri Naira, "Maaf Nona, apa Nona butuh sesuatu?" tanya nya dengan ramah.


"A- aku tidak butuh apa apa." ucap Naira.


"Bawakan saja Nona ini ice cappucino dan secangkir kopi untuk ku!" ujar Pram pada pramugari itu, dengan menutup dan menaruh majalahnya kembali pada tempatnya.


"Baik Tuan, akan saya bawakan." ucap pramugari setelah membungkuk hormat dan pergi.


"Memang ada ka, di tempat seperti ini? Bagai mana caranya?" tanya Naira dengan mencondongkan tubuhnya ke depan.


...๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ...


......................


...๐Ÿ’– Bersambung ๐Ÿ’–...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen apah biar tambah tambah masukan buat author nya ๐Ÿคญ๐Ÿคญ

__ADS_1


__ADS_2