Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Menyindir bosnya


__ADS_3

...💖💖💖...


Pram membatin, sempurna, jadi ini alasannya kenapa hape ini begitu berarti untuk mu, sayang!


Pram menoleh ke arah Haikal lalu menyeringai, "Sepertinya aku harus memberikan mu tugas berat, Haikal." Ucapnya datar dengan menyandar kan punggungnya pada sandaran kursi ke besarannya.


Haikal tercengang di buatnya, "Apa bos? Tugas berat lagi?" Apa masih ada lagi tugas yang lebih berat, selain membenarkan hape jadul yang sudah rusak berat?


"Pergi lah kau ke Bandung, usut siapa yang ada dalam foto ini!" Pram mengarahkan layar hape jadul yang ada di tangannya pada Haikal.


"Apa tidak sebaiknya, bos tanyakan langsung pada Nona Muda! Itu akan jauh lebih baik kan, bos!" Saran Haikal.


"Apa? Kau ingin aku tampak bodoh di depan wanita ku? Di depan Naira?" Gertak Pram dengan alisnya yang menukik tajam.


Haikal membatin, itu kan pemikiran mu bos. Yang ingin tampak serba tahu dari orang lain.


"Jadi kau itu mau ke Bandung atau, mau aku pindah tugaskan ke Afrika? Mengurus rakyat yang mengalami ke miskinan?" Ujar Pram dengan tatapannya yang tajam.


Haikal berkata dengan tegas, tidak ada ke raguan di hatinya, "Tidak bos, tidak ada salahnya jika saya ke Bandung." Mungkin dengan berpisah sementara dengan bocah plangton, akan membuat ku sadar. Rasa apa, yang aku miliki untuk bocah plangton itu!


Pram menarik sudut bibirnya sedikit ke atas meski tidak terlihat, apa Haikal di tolak gadis itu, atau ibu gadis itu. Yang menolak Haikal, untuk mendekati putrinya secara terang terangan?


"Jadi kapan bos, saya harus berangkat ke Bandung?" Tanya Haikal.

__ADS_1


"Saat ini juga, dapatkan informasi dengan akurat, gali informasi mengenai Naira sejelas mungkin. Bagai mana dia melewati masa kecilnya." Ucap Pram.


"Baik, bos. Kalo begitu saya permisi undur diri, bos!" Seru Haikal dengan menundukkan kepalanya hormat.


Pram mengibaskan tangannya, mempersilahkan Haikal untuk meninggalkan ruang kerjanya.


Haikal meninggalkan ruang kerja Pram. Tidak lama pintu ruang kerja Pram di ketuk dari luar dengan seruan yang tidak asing lagi di telinga Pram.


Tok tok tok tok.


"Boleh saya masuk, pak!" Seru Dev.


"Masuk lah!" Seru Pram dengan tangannya yang sibuk melihat lihat foto dalam galeri foto hape jadul milik Naira.


Pram membuang nafasnya dengan kasar dan menyimpan hape jadul Naira di atas meja, "Mengganggu saja kau ini, Dev!" Seru Pram dengan menatap jengkel pada Dev.


Dev menyodorkan berkas yang ia bawa ke atas meja tepat di hadapan Pram, "Maaf pak, tapi ini memang sudah menjadi ke wajiban saya. Untuk mengingatkan anda pak." Ucap Dev yang melirik mata nya pada hape jadul yang ada di dekat Pram.


Pram menatap dengan serius berkas yang kini ada di hadapan nya, tangannya membolak balikkan setiap halaman setelah ia selesai membacanya dengan singkat.


Dev membatin, sejak kapan selera pak Pram, jadi rendah ya? Bisa bisanya pak Pram membeli hape yang ke tinggalan jaman seperti itu!


Pram menjawab pertanyaan Dev, meski pun Dev hanya mengatakan nya dalam hati.

__ADS_1


"Memang kenapa dengan hape jadul? Apa seorang bos seperti ku, tidak boleh memiliki hape yang sudah ke tinggalan jaman ini?" Tanya Pram dengan tangannya yang membubuhi berkas dengan tanda tangannya


"Tidak pak, saya hanya heran saja." Ucap Dev.


Pram meminta Dev untuk duduk di kursi yang ada di depannya, dengan tangan Pram yang menyodorkan berkas yang sudah selesai ia tanda tangani ke arah Dev.


"Kau duduk lah, Dev! Apa ada yang ingin kau laporkan pada ku, mengenai hotel cabang Bandung. Hotel yang baru saja kau selesaikan masalahnya." Ujar Pram.


Dev tidak bisa menolak perkataan Pram, ia pun langsung menduduk kan dirinya dengan berkas yang kini berada di tangannya.


"Terima kasih pak sebelumnya, karena sudah mempersilahkan saya untuk duduk." Ujar Dev yang sebenarnya sedang menyindir bosnya itu.


Pram menatap tajam Dev, "Jangan menyindir ku Dev, jika masih sayang dengan nyawa mu! Atau kau sudah tidak mencintai nyawa putri kecil mu dan Sesil yang cantik?"


"Maaf pak." Ucap Dev, gila bener, pak Pram lagi kenapa sih? Sensi amat jadi cowok!


Pram mengetuk ngetukkan meja dengan jarinya. Menanti laporan yang akan di berikan Dev padanya, mengenai hasil kerjanya selama di Bandung.


......................


...💖 Bersambung 💖...


Terima kasih sebelumnya, yuk komen yuk, tambah tambah masukan buat author.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejak like oke! 😊


__ADS_2