Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tidak lah singkron


__ADS_3

...💖💖💖...


Ternyata kau mencoba untuk bersembunyi dari ku ya! Pram menarik sudut bibirnya ke atas.


Samuel menatap Pram yang sedang melihat layar hapenya dengan sudut bibirnya yang di tarik ke atas, "Hei bodoh! Kenapa kau senyum senyum sendiri? Di mana kau sembunyikan istri kecil mu itu, heh?" Samuel menaruh tasnya di atas nakas.


Pram menaruh hapenya di atas kasur lalu beranjak dari ranjang, "Ada yang ingin bermain main dengan ku!" Pram berjalan ke arah pintu walk in closed tempat di mana Naira bersembunyi.


"Siapa? Istri kecil mu itu? Wahahaha." Samuel tertawa lepas tidak menyangka masih ada seorang wanita yang berani bermain main dengan Pram, pria yang kejam apa lagi yang melakukannya adalah istri Pram sendiri, "Rupanya wanita itu punya nyawa cadangan ya!"


Aku harus memberinya pelajaran, agar dia tidak main main lagi dengan ku, Pram menarik sudut bibirnya ke atas, lalu menampakkan wajah tegasnya.


Pram berdiri di depan pintu walk in closed lalu tangannya membuka pintu dengan cara di dorong dengan kasar.


Pasti dia akan berjingkat kaget setelah mendengar pintu yang aku buka dengan kasar.


Brak.


Pram membuka pintunya dengan kasar hingga membuat Naira yang sedang berada di dalamnya sampai berjingkat kaget.


"Mati lu!" Beo Naira.


Prang.


Saking kagetnya saat mendengar pintu yang di buka dengan kasar, aku sampai latah dan tidak hanya itu saja yang lebih parahnya lagi aku sampai menjatuhkan gelang yang sedang aku pegang.


Aku melihat ke arah pintu dan mata ku membola, rasanya begitu sulit untuk ku menelan saliva ku sendiri dan kaki ku ini seketika mati rasa untuk berjalan aku tidak mampu apa lagi melihat raut wajah pak Pram yang seolah ingin menerkam ku, tatapannya begitu mengerikan kalah bila di bandingkan dengan tampang pak Asep yang lagi marah saat melihat muridnya lupa mengerjakan tugas rumah.


Bagaimana ini? Habis lah aku, pak Pram pasti akan sangat marah besar pada ku.


Keberuntungan sedang berpihak pada ku, aku akan memanfaatkan gelang itu untuk membuatnya semakin menurut pada ku, Pram menarik sudut bibirnya ke atas.


Tak tak tak.

__ADS_1


Sendal yang di kenakan pak Pram saling bersautan semakin dekat terdengar di telinga ku, semakin dekat juga pak Pram berjalan ke arah ku, "Maafkan saya, pak!" Aku berkata dengan cepat dan langsung memejamkan ke dua mata saat melihat pak Pram melayangkan satu tanganya ke udara saat sudah berdiri di depan ku.


Aku tidak merasakan ada tamparan di pipi ku yang mulus ini.


Grap.


Pram menarik pergelangan tangan Naira hingga membuat tubuh Naira membentur tubuhnya yang berdiri tegap hingga tubuh ke duanya tanpa berjarak dan saling menempel.


Tangan kiri pram memeluk pinggang Naira dengan posesif, "Apa tadi aku tidak salah mendengar, Naira? Kau mau aku mati? Hem, jawab pertanyaan ku!" Tanya Pram dingin.


Lidah ku begitu kelu untuk berkata, "Bu- bukan be- begitu maksud ku, pak Pram." Tangan kiri ku berusaha untuk menahan dada pak Pram, agar aku bisa berjarak padanya, namun sayangnya usaha ku sia sia dan ke dua mata ku seakan takut untuk melihat wajahnya yang menyeramkan.


Tangan kanan yang pak Pram gunakan untuk menarik tangan ku kini ia gunakan untuk menyentuh dagu ku dan mengangkatnya ke atas hingga pak Pram dapat melihat wajah ku yang sedang ketakutan, takut melihat wajahnya yang marah hingga membuat ku takut untuk menatapnya.


Kenapa ekspresi wajahnya begitu imut! Bagaimana mungkin aku bisa tega menyakitinya! Seru Pram.


"Ehem, tatap mata ku, Naira!" Pinta Pram.


"Baik lah jika kau memaksa."


Pram mendekatkan wajahnya pada wajah Naira lalu menatap lekat bibir mungil Naira yang sangat menggoda baginya, "Kau telah menggali kuburan mu sendiri, Naira!" Pram menarik sudut bibirnya di saat Naira menggigit bibir bawahnya sendiri.


Tuhan, tolong selamatkan aku dari rubah tua ini!


Pram menempelkan benda kenyal miliknya pada milik Naira dan seketika itu pula gadis itu membuka ke dua matanya.


Ke dua mata Naira dan pram saling bertemu, tatapan mata Pram begitu teduh bagi Naira saat ini hingga Naira larut dalam permainan yang di lakukan Pram.


Yang awalnya Pram hanya menempelkan bibirnya pada bibir mungil Naira, kini menuntut gadis itu dengan menyesappp bibir bawah Naira lalu **********, Pram menggigit kecil bibir bawah Naira hingga mulut gadis itu terbuka lalu lidah Pram masuk menerobos dan lidahnya bermain main di dalam sana memilin dan menyesap lidahnya Naira, Pram melakukannya dengan penuh perasaan hingga membuat Naira memejamkan ke dua matanya.


Tangan kanan Pram menelusup ke balik baju yang Naira kenakan, membuka pengaitnya lalu memainkan gundukan kembar Naira, hingga membuat gadis itu mendesahhh.


Bodoh Naira, kenapa kau diam saja, ayo lari darinya! Naira merutuki dirinya sendiri, hatinya belum siap untuk menerima setiap apa yang di lakukan Pram padanya, tapi tubuhnya seakan menikmat sentuhan pria yang kini menjadi suaminya apa lagi Pram melakukan dengan lembut, sengguh hati dan tubuhnya tidak lah singkron.

__ADS_1


Pram lupa jika di luar sana ada dokter Samuel yang sudah dari tadi menunggunya.


Pram memerintahkan Dedi untuk menyuruhnya datang ke rumah agar dapat memeriksakan kondisi kaki Naira yang di gips.


Lama Samuel menunggu akhirnya ia memutuskan untuk menggedor pintu walk in closed.


Bugh bugh bugh.


Samuel menggedor pintu walk in closed dengan telapak tangan kanannya.


"Woy, bajingannn kau ya Pram! jangan lupakan aku makhluk hidup yang kau minta datang ke sini! Sialannn kau!!" Samuel mengumpat di balik pintu, dia sudah hafal dengan sahabat sekaligus atasannya ini bagaimana jika sudah bertemu dengan wanita yang di inginkannya.


Pram menarik dirinya dari Naira, "Ah sialll."


Pram membantu Naira merapihkan pakainnya dan juga menyisir rambut panjang Naira dengan jemari Pram.


Hap.


Pram menggendong tubuh Naira membawanya ke luar untuk menemui Samuel.


Tak tak tak.


Samuel langsung membukakan pintu walk in closed saat mendengar suara langkah kaki Pram yang semakin dekat dengan pintu.


"Kau ..." Samuel terpaku melihat Pram yang saat ini menggendong seorang wanita keluar dari walk in closed, apa dia istrinya Pram? Aku tidak salah lihat?


Bersambung....


...💖💖💖💖...


Salam manis, jangan lupa dukung author dengan jempol dan komen ya 😊


No komen julid nyelekit

__ADS_1


__ADS_2