Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Ratna lagi


__ADS_3

"Bagai mana, pak?" Tanya bu Rita tidak sabaran.


Pak Aziz berdiri dari posisi jongkoknya, "Kali ini apa alasan mu, Ratna?" Tanya pak Aziz, yang masih berharap kejujuran terlontar dari murid didiknya ini.


Ku tatap Ratna dengan memainkan alis ku naik turun, di saat Ratna tengah terpojok. Heh, kali ini Ratna bakal ngeles apa lagi?


"Emmm a- anu i- itu cuma tumpahan kuah bakso pak, i- iya tumpahan kuah bakso... bapak bisa tanya sama pacar saya Daren, kalo itu beneran tumpahan kuah bakso." Ujar Ratna.


Aku hanya bisa geleng geleng kepala melihat lidah Ratna yang masih saja belum mau berkata jujur, malah sekarang membawa serta Daren ke dalam masalah yang tengah Ratna hadapi.


"Baik, sekarang juga akan ibu tanyakan pada Daren, apa benar itu adalah tumpahan dari kuah bakso yang kamu makan tadi di kantin!" Oceh bu Rita dengan geram, anak ini sudah ketawan berbohong masih saja membawa orang lain terlibat dalam masalah nya, "Selama saya menanyakan pada Daren, saya minta kamu tetap ada di sini! Tidak boleh ke mana pun!" Seru bu Rita lagi.


"Tenang aja bu, kan ada saya sama pak Aziz!" Seru ku dengan mendelik ke arah Ratna.


Tanpa membuang waktu, bu Rita langsung menuju kelas di mana Daren berada.


Sedangkan pak Aziz benar benar mengawasi Ratna, tatapannya tidak pernah lepas dari Ratna, menerka nerka apa lagi yang akan anak ini lakukan!


Dalam diam Ratna menatap Naira dan pak Aziz secara bergantian, gw harus peringatin Daren nih, biar kasih jawaban yang sama ke bu Rita, gw harus cari alesan buat bisa ke luar dari ruang guru, terus gw chat deh Daren... gimana caranya ya!


Mata ku terus mengarah pada Ratna yang terlihat gelisah, pasti ini anak mau cari alesan lagi!


Ratna berjingkat jingkat dengan ke dua tangan menutupi area sensitifffnya, pinggul bergerak ke kanan dan ke kiri, "Pak, a- anu pak... saya izin ke toilet sebentar ya!" Dengan wajah yang memelas.


"Alah, alesan itu pak, udah gak usah di kasih izin pak!" Oceh ku dengan senyum yang menyeringai, alasan lu basi Ratna.


Sialannn ini anak, bener bener ngejebak gw, "Apa sih lo? Kalo gw buang air kecil di sini, mao tanggung jawab lo?" Ucap Ratna dengan sinis.


"Kamu jangan mencari alasan lagi, Ratna!" Seru pak Aziz.


"Saya gak bohong, pak! Beneran ini saya mau buang air kecil."


Pak Aziz tampak cuwek pada Ratna.

__ADS_1


Ocehan Ratna tidak di hiraukan pak Aziz, anak ini sangat licik, aku tidak akan membiarkannya lolos.


Dengan menahan kesal, Ratna membatin, sialll rencana gw gagal.


Aku hanya tersenyum puas melihat wajah Ratna yang kini di landa kepanikan, panik jika perbuatannya ketahuan, tamat lo sekarang.


Ratna menggigit bibirnya, mudah mudah kali ini Daren bisa nyelametin gw, gw berharap Daren bakal kasih jawaban yang sama dengan jawaban gw.


"Harusnya kamu jujur saja Ratna, dengan kamu jujur.. hukuman yang akan kau dapat pasti akan di kurangi!" Oceh pak Aziz.


"Ih bapak masih ngotot aja bilang saya yang salah, ada juga itu si Naira yang salah!" Seru Ratna menimpahkan kesalahan pada Naira yang tidak tahu apa apa.


"Kita tunggu aja sampe bu Rita datang, kira kira apa yang di katakan pacar lo itu ke bu Rita!" Oceh ku yang pusing mendengar ocehannya.


Terlihat jelas di mata ku jika Ratna tengah berusaha sekeras mungkin untuk bisa menahan amarahnya.


Gw gak yakin kali ini jawaban Daren akan sama dengan alasan yang di ucapkan Ratna. Secara tadi Ratna makan nasi goreng, bukan bakso, Daren juga hanya makan somay, Ratna kali ini keliru dengan alibi yang ia berikan pada bu Rita dan pak Aziz


Bu Rita memasuki ruang guru, mendapati ratna dan juga Naira yang masih berdiri di depan meja pak Aziz.


Bu rita tidak menghiraukan perkataan Ratna, "Apa anak ini membuat masalah, pak?" Bu Rita malah bertanya pada Aziz.


Pak Aziz mengerutkan keningnya mendapati ketenangan bu Rita, "Anak ini hanya meminta saya untuk mengizinkannya ke toilet!" Seru pak Aziz.


"Kamu boleh pergi ke toilet, Ratna ----"


Belum selesai bu Rita bicara, Ratna lebih dulu menyela perkataan bu Rita.


"Tuh kan bener apa yang saya bilang, bu! Saya itu tidak bersalah, Daren juga mengatakan itu kan!" Wajah Ratna tampak senang, saat ia berfikir akan lolos dari hukuman yang akan di berikan padanya.


Bu Rita menggerutukan keningnya menatap Ratna yang kini bawel.


"Huuuh." bu Rita membuang nafasnya kasar sebelum bicara, "Ibu tadi itu belum selesai bicara, Ratna! Seru bu Rita, yang menjeda perkataannya, "Mulai saat ini, ibu minta kamu menggantikan tugas ob yang membersihkan toilet putri.

__ADS_1


Ratna terperangah saat mendengar bu Rita mengatakannya, "Maksud ibu, apa ya? Saya tidak mengerti, Daren mengatakan sepatu saya ini kena tumpahan kuah bakso kan bu?"


"Kamu salah, Ratna... Daren tidak mengatakan seperti apa yang kamu katakan... kamu tadi di kantin tidak ikut makan, kamu hanya memainkan sendok mu di atas piring yang tersaji nasi goreng!" Celoteh bu Rita.


"Huh, udah ketawan ko masih aja menyangkal." Ejek ku menatap malas Ratna.


"Sebaiknya kamu terima saja hukuman mu Ratna, atau bapak akan laporkan perbuatan mu ini pada orang tua!


Bu guru merasa bersalah pada Naira, karena sempat befikir jika yang melakukannya adalah Naira, tapi ternyata yang melakukannya adalah Ratna, "Kamu silahkan kembali ke kelas mu, Nai! Maaf ya waktu mu jadi terbuang di ruang guru." Ucap bu Rita dengan tulus.


"Iya bu, gak apa... saya maklum ko... saya permisi ya bu, pak!" Seru ku dengan tersenyum mengejek Ratna, bener kan apa gw bilang, lo gak perlu cari alasan lagi untuk menghindar dari masalah yang udah lo perbuat.


"Ini gak adil, bu!" Ratna menghentakkan kakinya memanggil nama Naira, "Naira, tunggu lo!" Serunya lagi.


Bu Rita menggerutukan keningnya saat Ratna menghentakkan kakinya.


Pak Aziz di buat terperangah mendengar bahasa yang di gunakan Ratna untuk memanggil Naira, anak sekarang memanggil nama orang jauh dari kata sopan!


"Naira juga harus di hukum, bu!" Oceh Ratna.


"Kenapa Naira harus di hukum?" Tanya bu Rita dengan bingung.


"Dia godain pacar saya, bu!"


"Wiiih? Kaga salah tuh? Sorry ya, level gw bukan Daren." Seru ku, kaga tau bae lo... laki gw pemilik hotel bintang 5, gak ada apa apanya kalo di bandingin sama lo dan Daren.


Bu Rita geleng geleng kepala, "Sudah jangan di dengarkan, Nai... kamu bisa kembali ke kelas!"


Pak Aziz menahan tawanya, anak sekarang... pasti ini motif di balik sikap Ratna yang tampak tidak suka pada Naira, cuma satu kata cemburu dan hanya ada satu kalimat, takut cowoknya di rebut Naira.


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😁


__ADS_2