Belenggu Suami Kejam

Belenggu Suami Kejam
Tingkat ke beranian


__ADS_3

...💖💖💖...


Pram menggeser tubuh Naira yang menempel padanya, Pram beranjak dari duduknya.


"Tau apa kau tentang istri ku? Naira tidak seperti mu yang menggunakan cara apa pun untuk mendapatkan ku, kau sendiri kan. Yang ingin lepasss dari ku! Silah kan, aku tidak lagi memperdulikan mu dokter Embun yang terhormat, kau tidak lupa di mana pintu ke luarnya kan!" Seru Pram dengan tegas, matanya memancarkan api ke bencian pada dokter Embun.


Dokter Embun melangkah menyerukan nama Pram, "Pram, aku ---"


Pram berseru dengan suara yang menggelegar, "Dedi!"


Naira beranjak dan melingkarkan tangannya pada lengan Pram, "Aku rasa kau sangat cocok menjadi pemain sinetron dokter! Kau itu pasti akan mendapatkan piala penghargaan aktris terpandai bersilat lidah!" Seru Naira dengan tatapan yang mengejek.


Dokter Embun melayangkannn tangannya ke udara hendak menamparrr pipi Naira, "Kau!"


Sreeek.


Bugh.


Pram ingin menepis tangan dokter Embun, tapi tangan Naira lebih dulu berhasil menepis tangan dokter Embun dan langsung mendorong tangannya dengan keras hingga dokter Embun jatuh terduduk di atas sofa.


"Pram, kau lihat apa yang sudah istri mu itu lakukan pada ku!" Dokter Embun merengek berharap dapat pembelaan dari Pram.


Pram menepuk bahu Naira, "Istri ku memang tahu apa yang harus ia lakukan!" Pram memberikan kecupan di bibir Naira.


"Saya Tuan, ada apa Tuan!" Seru pak Dedi yang kini berdiri di belakang dokter Embun.


"Bawa pergi wanita ini! Black list namanya dari daftar orang yang akan memasuki kediaman Pramana ini!" Ucap Pram tegas dengan tanagnnya yang merengkuh pinggang Naira dengan posesifnya.


"Maaf dokter, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan!" Pak Dedi menarikkk lengan dokter Embun dan menyeretnyaaa ke luar ruang keluarga menuju pintu utama.


"Pram, kau tidak sekejammm itu pada ku, Pram!" Seru dokter Embun yang meronta ronta namun tidak di hiraukan pak Dedi.


Naira mendongakkan kepalanya menatap wajah Pram, "Kaka itu ya! Tidak perlu sekejammm itu padanya ka! Dia itu wanita, dokter pula!" Oceh Naira.


Pram mengangkat dagu Naira ke atas dengan tangannya, "Kenapa memangnya jika dia itu wanita? Dokter pula? Apa kau takut dengannya?" Tanya Pram dengan senyumnya yang meledek.


"Ihs siapa juga yang takut dengan nya, ada juga kaka tuh yang harusnya takut dengannya, nanti kaka di suntik aja sama itu dokter, di suntik dengan cinta hahaha!" Naira melangkah kan kakinya meninggalkan ruang keluarga dengan terus terkekeh.


"Bocah ini! Baru si beri pujian sedikit langsung mengejek ku!" Pram melangkah menyusul Naira.

__ADS_1


Hap.


"Heiii apa yang kaka lakukan!" Seru Naira saat Pram membawanya dalam gendongannya menuju lift.


Bugh.


Pak Dedi melepaskan cengkraman tangannya dari lengan dokter Embun dan menghempaskan tubuh dokter itu hingga terjerembab di atas lantai.


Dega dan Haikal yang sedang berjaga di depan pintu utama langsung saling tatap.


"Ada apa, pak?" Tanya Dega oaa pak Dedi.


"Mulai saat ini jangan biarkan dokter Embun memasuki kediaman Pramana lagi!" Ucap pak Dedi dengan tegas.


"Pasti bos Pram yang melakukan itu?" Tanya Dega.


"Menurut mu, siapa lagi?" Tanya Haikal balik pada Dega.


"Kalian urus dokter satu ini!" Seru pak Dedi yang langsung menutup pintu utama.


Dega melangkah dan langsung membukakan pintu mobil dokter Embun yang memang berada di depan pintu utama.


Dokter Embun yang sudah berdiri pun menatap tajam pada ke duanya, "Awas kalian, akan aku balas perbuatan bos kalian pada ku!"


"Simpan saja ancaman mu itu dokter! Sayangi lah nyawa mu dan nyawa orang tua mu!" Ejek Dega dengan jemarinya yang mengetuk ngetuk pada pintu mobil dokter Embun.


"Sayangi pekerjaan mu juga, dokter!" Seru Haikal, pasti besok pagi kau akan mendapatkan kabar pemecatan atau pemindahan tugas kerja mu dok.


Dokter Embun kembali ke mobilnya dan meninggalkan kediaman Pramana dengan perasaan yang campur aduk.


"Bagai mana aku bisa menghadapi hari esok, ini tidak akan berdampak pada pekerjaan ku kan! Iya, ke dua pengawal itu hanya bergurau dan menggertak ku saja!" Gumam dokter Embun di belakang stir kemudi mobilnya.


Pram membawa Naira ke taman belakang dengan api unggun yang menyala.


"Kaka mau membakar berkas ini?" Tanya Naira dengan tangannya yang menggenggam map biru berisi perjanjian awal pernikahan mereka.


"Tentu saja, berkas ini sudah tidak ada gunanya kan!"


"Kalo berkas ini di bakar, bagai mana dengan isi perjanjian yang menguntungkan untuk ku, ka?" Tanya Naira dengan polosnya.

__ADS_1


Kening Pram mengkerut, tangannya terulur menggaruk keningnya yang tidak gatal.


"Apa maksud mu?" Tanya Pram.


Bibir Naira mengerucut, ihs masa gitu aja gak ngerti. Kalo berkas ini di bakar, aku masih dapat uang saku gak dari ka Pram? Aku kan butuh uang saku itu, dengan uang saku itu aku bisa membesarkan kedei ku.


Pram membuang bafasnya dengan lega, "Hufh, ku pikir apa!"


Tangan Pram merebuttt map biru itu dari tangan Naira dan mengarahkannya pada api yang berkobar, hingga map biru beserta isinya kini menjadi debu.


"Kau tenang saja, apa pun yang kau inginkan, pasti akan akun berikan Nai!" Ucap Pram dengan serius memeluk Naira dari belakang.


"Beneran ka?" Tanya Naira dengan menolehkan wajahnya pada Pram melihat hidung Pram yang mancung, matanya yang tajam bibirnya yang kini menggoda hati Naira, bibir ka Pram seksiii banget sih!


Pram tersenyum puas mendengar apa yang baru saja batin Naira katakan.


"Apa kau baru sadar jika bibir ku ini seksiii? Bagai mana dengan bentuk tubuh ku? Sispeck kan! Semua wanita menyukai tubuh prianya yang sispeck. Beruntung kan diri mu memiliki ku?" Ucap Pram dengan memainkan alisnya naik turun, tampak Pram yang sedang menggoda Naira.


Naira mencubit dengan kencang pinggang Pram, dengan menyeringai, enak aja kalo ngomong ini ya rubahhh mesummm rubahhh gila rubahhh payah.


Pram mengurai pelukannya dari tubuh Naira, "Awwwwhhh aah--- Nai ini sakit!" Pram meringis dengan tangannya yang memegang pinggangnya yang di cubit Naira.


"Rasain, sukurin! Makanya jangan kepedean banget jadi orang! Mau gitu di kejer kejer cewe? Mau gitu aku punya saingan banyak? Iihss ogah amat!" Ucap Naira dengan sebal dengan tingkat ke beranian saat cemburu Naira menginjak kaki Pram dengan kencang sebelum ia meninggalkan taman.


Bugh.


"Aaa Nairaaaaaaa! Dasarrr bocah nakalll, istri gila!" Oceh Pram dengan kaki yang berjingkat jingkat karena menahannn sakit di injak oleh Naira.


"Bodo amat, sukurin tuh! Weeek!" Naira menjulurkan lidahnya saat berada di pintu pembatas antara taman dengan ruang belakang.


Bugh.


......................


...💖 Bersambung 💖...


...💖💖💖💖💖...


Salam manis author gabut 😊

__ADS_1


Jangan lupa dukung author pake jempol sama komen 😉😉


__ADS_2